Pebulu Tangkis Tunggal Putri Thailand Harus Puas Jadi Runner-up di Indonesia Masters 2026
Pebulu tangkis tunggal putri asal Thailand, Pitchamon Opatniputh, harus puas menjadi runner-up dalam gelaran Indonesia Masters 2026. Ia kalah dari Chen Yu Fei dari Tiongkok dengan skor 20-22 dan 13-21 dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (25/1/2026).
Sejak awal gim pertama, Chen Yu Fei terlihat menguasai tempo permainan. Ia mampu memimpin perolehan skor dengan keunggulan 14-9. Meski begitu, Opatniputh tidak menyerah begitu saja. Ia mencoba bangkit dan sempat membuat kedudukan imbang 20-20. Namun, Chen menunjukkan kelasnya sebagai peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Tokyo 2020. Ia berhasil memperbaiki permainannya dan mengamankan gim pertama.
Pada gim kedua, Chen semakin sulit dihentikan. Meskipun kalah, Juara Dunia Junior 2023 tersebut tidak terlalu kecewa karena mampu memberikan perlawanan ketat kepada Chen. Opatniputh mengakui bahwa Chen sangat atraktif di belakang lapangan dengan kecepatan yang luar biasa. Ia juga menyatakan bahwa saat ia berusaha menang, Chen mengubah strategi permainan.
“Saya rasa, saya tidak berbuat apapun untuk menyerangnya. Dia sangat atraktif di belakang, kecepatannya juga sangat bagus. Saat saya berusaha menang, dia mengubah strategi permainan,” ujarnya dalam wawancara di area mixed zone.
“Pada gim kedua, dia bermain cepat dan mampu mengontrol segalanya.”
Opatniputh, yang berusia 19 tahun, menilai performanya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia merasa tekanan meningkat setelah menjadi Juara Dunia Junior bersama Alwi Farhan. Ia optimis bahwa 2026 akan lebih baik dari 2025.
“Saya rasa 2026 akan lebih baik dari 2025. Saya mengucapkan terima kasih kepada diri sendiri karena bekerja sangat keras, terima kasih sudah mencoba menghadapi segala tantangan. Saya ingin membuat diri saya relaks,” katanya.
“Yang saya pelajari setelah laga adalah saya harus lebih tajam, lebih kuat, dan lebih tenang. Saya akan mencoba yang terbaik untuk Thailand Masters 2026 (27 Januari-1 Februari).”
Sementara itu, Chen Yu Fei mengaku sempat direpotkan oleh Opatniputh pada gim pertama. “Gim pertama memang sangat berat ya, walau saya unggul. Namun, banyak sekali kesalahan-kesalahan yang saya buat,” ujarnya.
“Untungnya saya bisa mengejar dan memenangkan pertandingan,” tambahnya. Chen, yang kini duduk di peringkat empat dunia, merasa senang dengan hasil ini.
Kemenangan ini menambah keunggulan Chen dalam catatan rekor pertemuannya dengan Opatniputh menjadi 2-0. Pada pertemuan sebelumnya di Malaysia Open 2026, Chen juga menang dengan skor 10-21, 21-13, 21-16.
Dalam perjalanan menuju podium juara Indonesia Masters 2026, Chen tercatat tidak pernah kehilangan satu game pun. Ia melihat perkembangan tunggal putri yang kini mulai banyak diramaikan pemain muda di turnamen level elit sebagai hal positif.
“Menurut saya, ini adalah hal yang sangat bagus. Ada pemain senior dan ada pemain muda bisa bersaing dan mendorong perkembangan tunggal putri,” ujar Chen.
Gelar ini merupakan gelar kedua Chen pada Indonesia Masters. Sebelumnya, ia juga pernah naik podium juara pada 2022. Chen juga beberapa kali berjaya di Istora dengan meraih gelar level super 1000 di ajang Kapal Api Indonesia Open 2024 dan 2023.
“Di sini (Istora) selalu sangat ramai dan passionate. Saya bisa mendengar suara semangat dari para penonton. Saya senang sekali main di Istora,” ucap Chen.



