Pergerakan IHSG yang Melemah di Tengah Tekanan Dari Dalam dan Luar Negeri
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin mengalami penurunan, dipengaruhi oleh berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka dengan penurunan sebesar 108,46 poin atau 1,94 persen, mencapai posisi 5.486,31. Selanjutnya, indeks terus melemah hingga 222,29 poin atau 3,99 persen, berada di posisi 5.371,78 pada pukul 09.15 WIB.
Menurut analisis yang disampaikan oleh Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata, pasar saham masih membutuhkan waktu untuk mengevaluasi situasi sebelum mengambil posisi beli atau melakukan average down. Ia menyarankan para investor untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.
Dari sisi global, fokus pasar saat ini beralih dari harapan pemangkasan suku bunga menjadi risiko kenaikan suku bunga tambahan oleh The Fed. Berdasarkan data CME FedWatch, pasar saat ini sepenuhnya memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 bps sebelum akhir tahun, bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan tambahan.
Data Nonfarm Payrolls AS Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan sebesar 172.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi sebesar 85.000. Tingkat pengangguran tetap berada di angka 4,3 persen. Meskipun data ekonomi AS sangat kuat, hal ini justru memberi tekanan pada pasar saham karena memperkuat keyakinan bahwa inflasi akan bertahan lebih lama.
Liza menyebutkan bahwa hal ini dapat membuat Chairman The Fed Kevin Warsh mengambil sikap yang lebih hawkish daripada ekspektasi pasar saat ini. Hal ini bisa memengaruhi arah kebijakan moneter AS dan dampaknya terhadap pasar global.
Pada pekan ini, pelaku pasar akan memantau perkembangan negosiasi antara AS dan Iran serta respons Israel setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Ramat David pada akhir pekan. Perkembangan terkait Selat Hormuz akan menjadi faktor penting dalam menentukan harga minyak, inflasi global, dan ekspektasi suku bunga.
Selain itu, para investor juga akan memperhatikan nada komunikasi Kevin Warsh dan pejabat The Fed lainnya, setelah data tenaga kerja yang sangat kuat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter. Komentar dari pejabat The Fed akan menjadi indikator penting bagi investor.
Di sisi lain, Presiden China Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara pada 8-9 Juni 2026, atas undangan Kim Jong Un. Kunjungan ini merupakan pertama kalinya Xi mengunjungi Pyongyang sejak 2019 dan pertama kalinya bagi seorang presiden China dalam tujuh tahun terakhir. Kunjungan ini dianggap sebagai upaya Beijing untuk menjaga pengaruh strategis terhadap Korea Utara serta mengantisipasi perubahan keseimbangan kekuatan di Asia Timur.
Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 pada 11 Juni 2026. Turnamen ini diperkirakan akan memberi dorongan terhadap sektor perhotelan, transportasi, restoran, media, serta industri taruhan olahraga di Amerika Utara. Deutsche Bank memperkirakan total nilai taruhan olahraga selama turnamen dapat mencapai 3,3 miliar dolar AS dengan potensi mencapai 4,1 miliar dolar dalam skenario optimistis.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menegaskan fokus kebijakan saat ini adalah meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik melalui imbal hasil yang lebih kompetitif pada instrumen seperti SBN dan SRBI untuk menarik kembali dana asing. Selain itu, BI juga menjaga kecukupan likuiditas perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI, dengan harapan dapat memperkuat Rupiah dan meredam tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia.
Pada perdagangan Jumat (5/6), bursa saham Eropa mayoritas melemah. Euro Stoxx 50 melemah 0,68 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,07 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,75 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,32 persen. Di AS, Wall Street kompak melemah dengan Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,35 persen, indeks S&P 500 melemah 2,64 persen, dan indeks Nasdaq Composite melemah 4,77 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini juga mengalami penurunan. Indeks Nikkei melemah 3,94 persen ke 63.967,00, indeks Shanghai melemah 1,00 persen ke 3.987,40, indeks Hang Seng melemah 1,26 persen ke 24.646,00, dan indeks Strait Times melemah 1,44 persen ke 4.977,78.


