Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»IHSG Hari Ini (4/2) Targetkan Zona Hijau di 8.231, Didorong Sentimen Makroekonomi
Daerah

IHSG Hari Ini (4/2) Targetkan Zona Hijau di 8.231, Didorong Sentimen Makroekonomi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesia terus menunjukkan pergerakan yang stabil dalam berbagai indikator ekonomi, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penguatan terbatas. Pada Rabu (4/2/2026), IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatannya dengan menguji level 8.231. Perkiraan ini didasarkan pada analisis dari Tim Analis Sinarmas Sekuritas yang memperhatikan indikator makroekonomi domestik yang menunjukkan peningkatan.

Perkembangan IHSG dan Indikator Makroekonomi

Tim Analis Sinarmas Sekuritas menyatakan bahwa IHSG akan bergerak dengan penguatan terbatas, menguji area resistance terdekat di 8.167 sebelum mencapai resistance berikutnya pada level 8.231. Meski demikian, pergerakan indeks masih cenderung terbatas karena rating netral yang diberlakukan akibat pengaruh sentimen global yang belum sepenuhnya kondusif.

Di sisi lain, beberapa indikator makroekonomi nasional menunjukkan peningkatan. Contohnya, Indeks PMI Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 52,6 pada Januari 2026, naik dari 51,2 pada bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur yang semakin kuat. Namun, tekanan inflasi juga meningkat, dengan inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,55% pada Januari 2026, menjadi tingkat tertinggi sejak Mei 2023.

Pengaruh Sentimen Global

Sentimen global juga turut memengaruhi pasar keuangan. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) tidak merilis laporan ketenagakerjaan Januari 2026 karena keterbatasan pendanaan. Hal ini membuat pelaku pasar kehilangan salah satu indikator penting untuk membaca arah kebijakan The Fed.

Selain itu, Bank Sentral Australia (RBA) mengambil langkah berbeda dengan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 3,85%. Ini merupakan kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir, seiring pertumbuhan ekonomi yang dinilai lebih kuat dari perkiraan serta inflasi yang masih berada dalam batas kendali.

Rekomendasi Saham dari Analis Sinarmas Sekuritas

Dalam perdagangan harian, Tim Analis Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk spekulasi. Berikut adalah rekomendasi mereka:

  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA): Dianjurkan sebagai speculative buy dengan target harga antara 1.360 hingga 1.400.
  • PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM): Juga direkomendasikan sebagai speculative buy dengan target harga 2.050–2.100.
  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Dianjurkan sebagai speculative buy dengan target harga 1.950–2.070.
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS): Direkomendasikan sebagai buy on weakness dengan target harga 1.700–1.790.

Sementara itu, untuk rekomendasi mingguan, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) disarankan untuk hold.

Catatan Penting

Perlu dicatat bahwa informasi ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi tersebut.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?