Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Februari 2026
Trending
  • Satuan SI Waktu yang Benar? Soal IPA Kelas 7 SMP Semester 2
  • Nonton Live Streaming Inter Milan vs Bodo/Glimt Pukul 03.00 WIB, Cek Skor Langsung di Sini via HP
  • Ulasan XPeng P7: Mobil listrik canggih yang mengagumkan, unggul dari BYD Seal?
  • Fase Pertama Love Phobia: Jadwal Tayang dan Spoiler di Vidio
  • Lengkap! Rest Area Jombang Mojokerto KM 678 dan 695, Fasilitas Hingga SPBU Modular untuk Pemudik
  • Waktu Imsak Saat Sahur Ramadan 2026 di Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Seluruh Kalsel, Senin 23 Februari
  • Ibu Tiri Bocah Tewas di Sukabumi Negasikan Tuduhan Siram Air Panas
  • Komisi VIII DPR: Pelonggaran Sertifikasi Halal Jangan Rugikan Umat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Ibu Tiri Bocah Tewas di Sukabumi Negasikan Tuduhan Siram Air Panas
Hukum

Ibu Tiri Bocah Tewas di Sukabumi Negasikan Tuduhan Siram Air Panas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Februari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penyangkalan Ibu Tiri terhadap Tuduhan Menyiram Anak Tirinya dengan Air Panas

Wanita berinisial TR, yang merupakan ibu tiri dari NS (12), menyangkal tuduhan menyiram anak tirinya dengan air panas. TR mengklaim bahwa luka melepuh pada tubuh NS bukan disebabkan oleh penganiayaan, melainkan faktor panas dalam dan kemungkinan penyakit yang diderita korban.

TR menyampaikan pernyataannya melalui keterangan suara yang diterima. Ia berharap semoga ada mukjizat dari Yang Mahakuasa karena hal ini bukanlah yang diinginkan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak sekejam yang dituduhkan oleh netizen.

“Saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa terkait penyiraman air panas seperti itu, itu tidak benar dan tidak ada.

Menurut TR, jika memang ada kulit yang melepuh pada NS, itu karena faktor panas dalam atau kemungkinan akibat penyakit yang diderita. Ia menegaskan bahwa tidak ada penyiraman air panas atau minum air panas yang dilakukan.

TR juga menegaskan bahwa dirinya telah merawat NS sejak duduk di kelas 3 SD. Meski begitu, ia pasrah atas peristiwa yang terjadi dan menyerahkan semuanya kepada waktu.

“Biarkan waktu yang menjawab segalanya, tentang kebenaran dan keasliannya,” ujarnya.

Kematian NS di Sukabumi

Sebelumnya, NS ditemukan meninggal di Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dengan luka di sekujur tubuh. Hasil otopsi awal menunjukkan adanya luka bakar pada lengan, kaki, paha, tangan, punggung, serta area bibir dan hidung korban.

Meskipun demikian, dokter forensik belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat penganiayaan atau faktor lain. Dugaan sementara menunjukkan luka terbentuk karena panas yang mengenai tubuh korban.

Saat ini, tim dokter forensik masih menunggu hasil laboratorium dari sampel paru-paru dan jantung NS, yang diperkirakan selesai dalam 5–7 hari.

Ibu Tiri Masih Berstatus Terlapor

Kasus kematian bocah berinisial NS (12) di Sukabumi masih dalam penyelidikan Polres Sukabumi. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah viral video rekaman pengakuan NS sebelum meninggal, yang diduga menunjukkan adanya penganiayaan oleh ibu tirinya.

AKP Hartono, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, menyampaikan bahwa hingga kini ibu tiri korban masih berstatus sebagai terlapor. Pihak penyidik tengah menyelaraskan keterangan dari 16 saksi dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

“Terkait sebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban,” ujar AKP Hartono.

Luka di Seluruh Tubuh Korban

Hasil visum menunjukkan NS mengalami luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, serta anggota gerak. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan trauma tumpul.

Autopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Sukabumi pada Jumat (20/2/2026) selama tiga jam mengungkapkan adanya luka bakar di lengan, kaki, dan punggung korban. Luka permanen juga terlihat di bibir atas dan hidung.

“Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar. Namun, luka-luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” jelas Kepala Instalasi Forensik, Kombes dr. Carles Siagian.

Dugaan Penyebab Kematian

Keanehan muncul saat pemeriksaan organ dalam, khususnya paru-paru yang sedikit membengkak. Karena luka luar tidak mematikan, tim forensik menduga adanya faktor lain di dalam tubuh korban.

Sampel organ korban kini sedang diuji laboratorium di Jakarta untuk memastikan apakah ada zat tertentu yang berkontribusi pada kematian. Meski dugaan penganiayaan oleh ibu tiri ramai dibahas di media sosial, dr. Carles menegaskan pihaknya tidak menemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul.

Fokus penyelidikan kini beralih pada hasil uji laboratorium untuk mengetahui apakah kematian disebabkan oleh penyakit bawaan atau pengaruh zat eksternal. Polres Sukabumi masih menunggu hasil uji lab untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam kasus ini.

Dugaan Penganiayaan oleh Ibu Tiri

NS diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya. Kejanggalan muncul saat ayah korban, Anwar Satibi (38), mendapatkan kabar telepon dari istrinya bahwa NS sakit.

Anwar mengaku saat itu sudah dua hari dua malam meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai jasa panggilan pemasangan gigi. “Saya ditelepon istri, katanya, ‘Yah pulang, si Raja tidak damang, sudah ngelantur, panas,’” ujar Anwar, Jumat (20/2/2026) sambil berlinang air mata di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi.

Mendapat kabar tersebut, ia langsung bergegas pulang. Namun setibanya di rumah, ia terkejut melihat kondisi anak sulungnya yang disebutnya sudah tidak seperti biasanya. Padahal sepulang libur sekolah dari pondok pesantrennya ia baik-baik saja.

“Faktanya sebelum saya berangkat ke Sukabumi, anak saya sehat-sehat saja. Pas saya pulang, kulitnya sudah pada melepuh,” katanya dikutip dari Tribunnews.com.

Anwar sempat menanyakan kondisi tersebut kepada istrinya. Ia mengaku mendapat jawaban bahwa lepuhan itu disebabkan demam tinggi.

“Saya tanya, ‘Mah, kenapa kulitnya seperti ini?’ Dijawab karena sakit panas,” ucapnya. Awalnya ia mengira kondisi itu akibat panas biasa. Namun karena kondisi tak kunjung membaik, NS kemudian dibawa ke RS Jampang Kulon.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), menurut Anwar, anaknya sempat memberikan keterangan saat ditanya mengenai penyebab luka yang dialaminya.

“Jawabnya di IGD. Katanya disuruh minum air panas,” ujar Anwar. NS kemudian menjalani perawatan intensif dan dipindahkan ke ruang ICU. Namun tak lama setelah itu, nyawanya tidak tertolong.

“Dari IGD masuk ICU, habis dari ICU meninggal,” katanya lirih. Dengan dugaan kejanggalan pada kondisi anaknya yang memburuk dalam waktu singkat, Anwar kemudian memutuskan agar jenazah NS diautopsi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

KPAI Selidiki Kematian Pelajar MTs yang Dianiaya Oknum Brimob

28 Februari 2026

Profil Brigjen Eko Hadi Santoso Terbongkar Kasus Suap Rp2,8 M AKBP Didik Putra

28 Februari 2026

Kubu AKBP Didik Putra Kaget Isu Penyimpangan Seksual Muncul, Rofiq: Tidak Ada dalam Pemeriksaan

28 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Satuan SI Waktu yang Benar? Soal IPA Kelas 7 SMP Semester 2

28 Februari 2026

Nonton Live Streaming Inter Milan vs Bodo/Glimt Pukul 03.00 WIB, Cek Skor Langsung di Sini via HP

28 Februari 2026

Ulasan XPeng P7: Mobil listrik canggih yang mengagumkan, unggul dari BYD Seal?

28 Februari 2026

Fase Pertama Love Phobia: Jadwal Tayang dan Spoiler di Vidio

28 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?