Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 23 Februari 2026
Trending
  • Profil Low Tuck Kwong, Pengusaha yang Beli Kuda Api SBY Rp6,5 Miliar
  • Ramalan Zodiak Jumat 20 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
  • Dituntut 18 Tahun, Kerry Riza Ingatkan: Hukum Bukan Alat Pemukul
  • Jadwal Imsak dan Sholat Subuh Ramadan 2026 Kota Banjar
  • Kekalahan Malut United di Akhir Pertandingan, Hendri Susilo Buka Rahasia
  • 5 Tempat Ngabuburit Menarik di Wonogiri Jateng, Termasuk Watu Cenik dan Puncak Joglo
  • Jadwal Berbuka Puasa Kota Banjar, Minggu 22 Februari 2026
  • 38 Juta Orang akan Padati Jawa Tengah Saat Lebaran 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Harga Pangan Turun di Akhir Februari 2026, Daging Sapi Stabil
Ekonomi

Harga Pangan Turun di Akhir Februari 2026, Daging Sapi Stabil

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pada akhir pekan ini, sebagian besar harga pangan nasional mengalami penurunan. Data panel harga konsumen Badan Pangan Nasional per 22 Februari 2026 pukul 13.00 WIB menunjukkan bahwa terjadi koreksi pada berbagai komoditas seperti beras, hortikultura, dan beberapa jenis protein hewani. Namun, harga daging sapi dan kerbau lokal masih mengalami kenaikan kecil.

Harga Beras Menurun di Berbagai Jenis

Harga beras premium turun sebesar 0,53% menjadi Rp 15.509 per kg. Beras medium juga melemah sebesar 0,44% ke Rp 13.331 per kg. Sementara itu, beras SPHP turun 0,33% menjadi Rp 12.404 per kg, dan beras medium non-SPHP turun 0,44% ke Rp 13.883 per kg. Berbeda dengan beras khusus (lokal) yang naik tipis sebesar 0,37% menjadi Rp 15.855 per kg.

Komoditas Pertanian Mengalami Penurunan

Jagung tingkat peternak turun 1,48% menjadi Rp 6.739 per kg. Kedelai biji kering impor juga mengalami penurunan sebesar 0,25% menjadi Rp 10.870 per kg.

Kelompok hortikultura mencatat penurunan yang lebih dalam. Bawang merah turun 2,36% ke Rp 41.246 per kg dan bawang putih bonggol turun 2,09% ke Rp 38.350 per kg. Cabai merah keriting turun 1,67% menjadi Rp 46.716 per kg, cabai merah besar turun 1,75% ke Rp 43.614 per kg, dan cabai rawit merah turun 1,41% ke Rp 78.744 per kg.

Harga Daging Ayam dan Telur Turun

Harga daging ayam ras turun 0,79% menjadi Rp 40.996 per kg. Sementara telur ayam ras turun 1,17% ke Rp 30.912 per kg. Daging kerbau beku impor juga turun 0,29% menjadi Rp 111.709 per kg.

Daging Sapi dan Kerbau Lokal Naik

Sebaliknya, daging sapi murni mengalami kenaikan sebesar 0,56% menjadi Rp 138.832 per kg. Daging kerbau segar lokal juga naik 0,39% menjadi Rp 142.424 per kg.

Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Daging Sapi

Dewan Pembina Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ngadiran, menjelaskan bahwa kenaikan harga daging sapi dipengaruhi oleh faktor distribusi serta masalah bibit (DOC) di tingkat peternak. Ia menyebut pedagang hanya mengikuti harga dari pemasok dan tidak memiliki ruang besar untuk menentukan margin.

“Kami pedagang pasar tentu ikut bagaimana belinya saja. Beli naik, jual naik. Kalau beli turun, jual turun. Pedagang ambil laba standar,” ujarnya.

Ngadiran juga mengungkapkan bahwa mahalnya daging sapi mulai memicu penyesuaian di tingkat produsen olahan. Sejumlah pembuat bakso dan abon disebut mulai mengombinasikan bahan baku dengan daging ayam untuk menekan biaya produksi. Ia pun mendorong pemerintah menugaskan satgas guna memastikan distribusi dan pasokan tetap terkendali.

Tantangan Inflasi Pangan

Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Abdul Manap Pulungan, menilai tekanan inflasi pangan masih menjadi tantangan utama bagi daya beli masyarakat. “Sulit untuk mengangkat daya beli masyarakat karena inflasi masih tinggi, khususnya inflasi makanan,” katanya.

Menurutnya, tekanan harga terutama berasal dari bahan pangan pokok seperti beras dan komoditas lain yang menjadi kebutuhan harian. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga lebih dipicu oleh penurunan pasokan di tengah meningkatnya permintaan, termasuk akibat momentum Ramadan dan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai stimulus tetap diperlukan untuk menjaga konsumsi kelompok berpendapatan rendah, tetapi sifatnya terbatas. Ke depan, pemerintah didorong fokus pada penciptaan lapangan kerja sebagai sumber peningkatan pendapatan dan daya beli yang lebih berkelanjutan.

Dengan tren harga yang sebagian besar turun, ruang stabilisasi inflasi memang terbuka. Namun, kenaikan pada daging sapi dan kerbau lokal menunjukkan tekanan di sektor tertentu masih bertahan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 weton akan dapat rezeki besar setelah Tahun Baru Imlek 2026, kekayaan meningkat

23 Februari 2026

McDonald’s Indonesia: 35 Tahun Berdiri, Serap 10 Ribu Karyawan, Termasuk Teman Tuli

23 Februari 2026

Bank Syariah Optimis Tumbuh Pesat Selama Ramadan

23 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Profil Low Tuck Kwong, Pengusaha yang Beli Kuda Api SBY Rp6,5 Miliar

23 Februari 2026

Ramalan Zodiak Jumat 20 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

23 Februari 2026

Dituntut 18 Tahun, Kerry Riza Ingatkan: Hukum Bukan Alat Pemukul

23 Februari 2026

Jadwal Imsak dan Sholat Subuh Ramadan 2026 Kota Banjar

23 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?