Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Harga ekspor tembaga dan emas melonjak, ini penyebabnya
    Ekonomi

    Harga ekspor tembaga dan emas melonjak, ini penyebabnya

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 January 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Jakarta — Menteri Perdagangan Budi Santoso telah menetapkan harga patokan ekspor (HPE) untuk komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) sebesar US$6.133,11 per wet metric ton (wmt) untuk periode 15—31 Januari 2026. HPE ini mengalami kenaikan sebesar 4,51% dibandingkan periode pertama Januari 2026 yang sebelumnya sebesar US$5.868,51 per wmt. Selain itu, HPE emas juga meningkat menjadi US$141.972,92 per kilogram dari sebelumnya US$138.324,41, sedangkan harga referensi (HR) emas naik menjadi US$4.415,85 per troy ounce dari US$4.302,37.

    Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa peningkatan HPE konsentrat tembaga dipengaruhi oleh kenaikan harga seluruh mineral penyusunnya, yaitu tembaga, emas, dan perak. Menurutnya, hal ini mencerminkan permintaan global yang tetap kuat, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri energi listrik, kendaraan listrik, serta pembangunan infrastruktur strategis di berbagai negara.

    “Permintaan tersebut terutama berasal dari sektor pengembangan industri energi listrik dan kendaraan listrik,” ujar Tommy melalui keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).

    Selain faktor permintaan sektor riil, Tommy menyebut bahwa penguatan HPE juga dipengaruhi oleh dinamika keuangan global. Sepanjang periode pengumpulan data, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) mendorong peningkatan alokasi investasi ke aset komoditas, khususnya emas dan perak. Hal ini turut memperkuat harga mineral penyusun konsentrat tembaga.

    “Selama periode pengumpulan data, tercatat harga tembaga naik 6,5%, emas naik 2,64%, dan perak naik 15,95%,” tambahnya.

    Tommy menjelaskan bahwa HPE dan HR ditetapkan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian ESDM yang merujuk pada data London Metal Exchange (LME) untuk tembaga serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak. Tujuannya adalah agar ketetapan ini sesuai dengan dinamika pasar.

    Sebelumnya, S&P Global memproyeksikan permintaan tembaga global akan melonjak 50% dari level saat ini menjadi sekitar 42 juta metrik ton pada 2040. Meskipun sektor tradisional seperti konstruksi, peralatan rumah tangga, transportasi, dan pembangkit listrik masih mendominasi konsumsi, porsi pertumbuhan terbesar justru berasal dari kebutuhan transisi energi.

    Permintaan tersebut mencakup kendaraan listrik, energi terbarukan, baterai, serta perluasan jaringan listrik. Selain itu, sumber permintaan baru juga mulai signifikan, terutama dari pusat data dan infrastruktur AI, seiring kapasitas pusat data global diperkirakan meningkat hampir empat kali lipat hingga 2040.

    “AI dan pusat data bahkan belum masuk radar tiga tahun lalu. Studi ini menunjukkan dunia sudah menuju defisit pasokan bahkan sebelum mempertimbangkan sumber pertumbuhan baru tersebut,” kata Aurian De La Noue, Kepala Konsultasi Transisi Energi dan Logam Kritis S&P Global.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?