Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Gempa Hebat Mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara Pukul Siang Ini
  • Pendidikan Perawat: Membentuk Praktisi, Akademisi, atau Peradaban?
  • Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ
  • Jadwal Pekan 33 Super League 2025/2026, Persib dan Borneo Berlaga Sengit
  • Kronologi Kecelakaan Bus Halmahera: Daftar 23 Korban, 2 Tewas Belum Dikenali
  • Jadwal Siaran Langsung Jepang vs Indonesia U17 Piala Asia 2026
  • Pinjaman Online 24 Jam Langsung Cair Tanpa BI Checking: Aman atau Tidak?
  • Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Harga Bitcoin: Sinyal Beli di Rp13,5 Juta, Menuju Rp14,5 Juta?
Ekonomi

Harga Bitcoin: Sinyal Beli di Rp13,5 Juta, Menuju Rp14,5 Juta?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Harga Bitcoin (BTC) kembali stabil di sekitar angka US$93.000 setelah sempat mengalami penurunan tajam hingga mendekati level US$92.000. Pergerakan ini dinilai sebagai proses pembersihan leverage dan penyesuaian sentimen investor yang terlalu optimistis, bukan sebagai awal dari perubahan tren besar.

Pada perdagangan terbaru pada hari Selasa (20/1), menurut data dari Coinmarketcap pukul 06.36 WIB, harga Bitcoin berada di level US$92.616 atau turun sebesar 2,12% dalam 24 jam terakhir. Koreksi yang terjadi saat pembukaan pasar Asia berhasil mengguncang posisi leverage, tetapi tidak merusak struktur pasar secara keseluruhan.

Data on-chain dan derivatif menunjukkan bahwa pergerakan harga lebih mirip dengan reset struktural ketimbang distribusi panik. Penurunan harga dari US$95.300 ke US$91.800 atau sekitar 3,7% memicu likuidasi posisi long Bitcoin senilai sekitar US$233 juta dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, tekanan jual di pasar spot terpantau relatif terbatas, menandakan bahwa pasar tengah menormalkan risiko, bukan mengalami kepanikan massal.

Peneliti Bitcoin, Axel Adler Jr., mencatat bahwa Advanced Sentiment Index Bitcoin anjlok tajam dari 80% ke 44,9%. Indeks ini menggabungkan sejumlah indikator seperti volume-weighted average price (VWAP), net taker volume, open interest, dan volume delta. Menurut Adler, indeks tersebut sempat berada di zona sangat bullish pada periode 13–15 Januari, sejalan dengan terbentuknya puncak harga lokal di sekitar US$97.000.

Turunnya indeks di bawah ambang netral 50% mencerminkan melemahnya kondisi risk-on di pasar. “Stabilisasi harga membutuhkan pemulihan indeks secara konsisten di atas 50%. Namun jika terus turun menuju area 20%, peluang koreksi yang lebih dalam akan meningkat,” jelas Adler.

Open Interest Turun, Sentimen Mendingin

Data menunjukkan bahwa open interest Bitcoin kembali turun ke level awal tahun di sekitar US$28 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa posisi leverage lama sedang dilikuidasi atau ditutup, bukan karena masuknya agresif posisi short baru.

Sementara itu, cumulative volume delta (CVD) di pasar futures masih sedikit meningkat dibandingkan open interest, sedangkan CVD pasar spot relatif datar. Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan jual dari pasar spot masih terbatas.

Beli Saat Koreksi atau Tinggalkan Pasar?

Dari sisi teknikal, Bitcoin masih membentuk pola higher high dan higher low pada grafik harian. Area US$92.000–US$93.000 dinilai sebagai zona permintaan (order block) penting sekaligus area retest support VWAP bulanan. Zona ini berpotensi menjadi level higher low sebelum upaya lanjutan menuju US$100.000.

Data Hyblock Capital juga menunjukkan sekitar US$250 juta posisi long bersih terisi di dekat level US$92.000 dalam sehari terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya minat beli saat harga terkoreksi, bukan aksi kapitulasi investor.

Dalam jangka pendek, pergerakan harga diperkirakan akan berkonsolidasi di dalam rentang order block tersebut selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$90.000. Dengan pasar saham AS libur pada Senin, arah pergerakan yang lebih jelas berpotensi muncul pada Selasa, membuka peluang bagi pelaku pasar bullish untuk kembali mengambil alih kendali.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pinjaman Online 24 Jam Langsung Cair Tanpa BI Checking: Aman atau Tidak?

16 Mei 2026

5 Miliarder Muda dengan Kekayaan Luar Biasa Tahun 2026

15 Mei 2026

PMI Manufaktur Kembali Kontraksi, Ini Saham Paling Terkena Dampak

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Gempa Hebat Mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara Pukul Siang Ini

16 Mei 2026

Pendidikan Perawat: Membentuk Praktisi, Akademisi, atau Peradaban?

16 Mei 2026

Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ

16 Mei 2026

Jadwal Pekan 33 Super League 2025/2026, Persib dan Borneo Berlaga Sengit

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?