Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • 6 tanda otak putih anak tak berkembang, apakah gadget penyebabnya?
  • Keluarga menunggu keadilan usai pemuda tewas dalam kecelakaan hindari polisi
  • Latihan Soal TKA IPA Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka 2026 dan Jawaban
  • Live Indosiar-SCTV Hari Ini: Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026
  • Ramalan Zodiak Minggu 29 Maret 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces Siap Bercahaya
  • Ini Dia Pengganti Kabais TNI Setelah Letjen Yudi Mundur?
  • Ikutan giveaway motor edisi terbatas? Cek di sini!
  • Penjualan dan Laba AMMN Menurun di 2025, Ini Penyebabnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Harga Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah, Apa Penyebabnya?
Ekonomi

Harga Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah, Apa Penyebabnya?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Harga Bitcoin Turun ke Level Terendah dalam 15 Bulan

Harga Bitcoin kini berada pada level terendah dalam 15 bulan terakhir, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara pribadi menyatakan dukungan terhadap mata uang kripto. Mengutip laporan dari BBC, satu Bitcoin kini senilai 66 ribu dolar AS atau level terendah sejak Oktober 2024, sebulan sebelum Trump memenangkan pemilu di AS. Harga Bitcoin pun terpantau mengalami penurunan sebesar 24 persen sejak awal 2026.

Penurunan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan harga Bitcoin melonjak, yang membuat mata uang kripto itu mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 122.200 dolar AS pada Oktober tahun lalu.

Investor Percaya dengan Dukungan Trump

Kenaikan harga Bitcoin selama berbulan-bulan tidak lepas dari investor yang merasa optimis dengan keterlibatan Trump di sektor tersebut dan dukungan terang-terangan terhadap mata uang kripto, serta janji-janjinya untuk mempermudah peraturan perundang-undangan di industri kripto.

Salah satu tindakan pertama Trump setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 adalah mengeluarkan perintah eksekutif yang bertujuan menjadikan AS sebagai “pusat kripto di planet ini.” Pada tahun pertamanya kembali menjabat, Trump meluncurkan merek mata uang kripto pribadi, dengan sebagian besar keuntungan dialokasikan ke perusahaannya sendiri. Kemudian dia melanjutkan keterlibatannya dengan World Liberty Financial, sebuah wahana investasi untuk aset kripto lainnya yang dimiliki oleh keluarga Trump.

Selama pemerintahan Trump hingga saat ini, dia telah menandatangani undang-undang untuk mendukung sokongan federal terhadap mata uang kripto, membubarkan tim Departemen Kehakiman yang fokus pada penegakan regulasi kripto, dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah menghentikan pekerjaan penegakan hukum dan investigasi terkait kripto.

Adapun pada November 2025, anggota Partai Demokrat di Komite Kehakiman Senat mengecam “agenda pro-kripto” Trump. Dia mencatat bahwa Trump telah mengumpulkan aset kripto senilai lebih dari 11 miliar dolar AS dan memperoleh pendapatan pribadi sebesar 800 juta dolar AS dari transaksi kripto sejak menjabat.

Dengan penurunan pada Kamis (5/2/2026), harga Bitcoin telah turun 32 persen dalam 12 bulan terakhir dan cenderung menuju harga yang terlihat pada awal 2024 dan 2021.

Penurunan Harga Bitcoin Dipicu oleh Trump

Harga Bitcoin cenderung fluktuatif, tetapi analis dari Deutsche Bank mengatakan dalam sebuah catatannya, penurunan terbaru dipicu oleh pencalonan Kevin Warsh oleh Trump sebagai Ketua baru Federal Reserve. Beberapa pihak percaya Kevin akan mengambil pendekatan yang lebih “agresif”, menjaga suku bunga tetap tinggi, sedangkan kebijakan moneter yang lebih longgar cenderung mendukung investasi pada aset seperti mata uang kripto.

Deutsche mencatat, harga Bitcoin telah mengalami tren penurunan selama empat bulan terakhir dan sentimen negatif terhadap mata uang kripto secara lebih luas semakin meningkat. “Penjualan yang terus-menerus ini menurut pandangan kami menandakan bahwa investor tradisional kehilangan minat, dan pesimisme secara keseluruhan tentang kripto semakin meningkat,” menurut Analis Deutsche Bank.

Meskipun Deutsche tidak memperkirakan kripto akan menghilang, mereka juga tidak memprediksi Bitcoin akan kembali ke level tertinggi yang pernah dipicu Trump.

Harga Bitcoin Diproyeksikan Pulih Kembali

Di sisi lain, William Barhydt selaku Kepala Eksekutif Abra Capital Management, perusahaan investasi yang fokus pada aset kripto setuju mata uang kripto sedang mengalami kematangan dan memperkirakan harganya akan pulih kembali. “Saya tidak akan mengatakan bahwa harganya pasti akan pulih, tetapi saya tidak melihat bagaimana hal itu tidak akan terjadi,” kata Barhydt, seraya mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya Bitcoin mengalami fluktuasi nilai yang signifikan.

“Satu-satunya cara agar hal itu tidak terjadi adalah jika kita akhirnya terlibat dalam semacam perang,” beber dia.

Sementara itu, mata uang kripto lainnya seperti Ethereum dan Solana juga turun 37 persen sampai saat ini. Menurut CoinGecko yang melacak kinerja ribuan mata uang kripto, pasar telah kehilangan nilai lebih dari 1 triliun dolar hanya dalam sebulan terakhir dan 2 triliun dolar sejak pasar mencapai puncaknya pada bulan Oktober.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penjualan dan Laba AMMN Menurun di 2025, Ini Penyebabnya

30 Maret 2026

Ternyata Kewirausahaan Bisa Dibentuk, Bukan Hanya Bawaan!

29 Maret 2026

IHSG jatuh lagi pasca-Lebaran, asing lari Rp 29 triliun, pasar dekati titik balik?

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 tanda otak putih anak tak berkembang, apakah gadget penyebabnya?

30 Maret 2026

Keluarga menunggu keadilan usai pemuda tewas dalam kecelakaan hindari polisi

30 Maret 2026

Latihan Soal TKA IPA Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka 2026 dan Jawaban

30 Maret 2026

Live Indosiar-SCTV Hari Ini: Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?