Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 17 April 2026
Trending
  • Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat
  • 5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams
  • Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026
  • SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan
  • TAUD Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
  • 6 Perbedaan Penting Ninja Van dan Ninja Xpress yang Wajib Diketahui
  • WhatsApp Harus Dibuka Dulu? Ini Penyebabnya
  • Jadwal MotoGP Spanyol 2026 dan Pujian Quartararo untuk Toprak, Cek Moto3 VedaEga-Mario Aji
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Gol Cubarsí Dianulir VAR, Barcelona Kehilangan Kesempatan Lawan Atlético Madrid di Semifinal Copa del Rey
Olahraga

Gol Cubarsí Dianulir VAR, Barcelona Kehilangan Kesempatan Lawan Atlético Madrid di Semifinal Copa del Rey

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Harapan yang Dipotong oleh Keputusan VAR

Di stadion Riyadh Air Metropolitano, Barcelona sempat merasakan sedikit harapan. Pada awal babak kedua, Pau Cubarsí mencetak gol yang dianggap bisa mengubah jalannya pertandingan. Skor 4-0 untuk Atlético Madrid seolah berubah menjadi 4-1, dan ini memberikan semangat bagi tim tamu.

Namun, harapan itu tidak bertahan lama. Justru terlalu lama. Setelah pemeriksaan VAR yang memakan waktu hingga delapan menit, gol tersebut akhirnya dianulir karena offside. Keputusan ini langsung memicu frustrasi di kubu Barcelona, yang sedang berusaha bangkit dari babak pertama yang sangat buruk.

Babak Pertama yang Menyakitkan

Atlético Madrid tampil sangat dominan sejak menit pertama. Gol bunuh diri Eric García membuka keunggulan mereka, diikuti oleh gol-gol dari Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julián Álvarez. Skor 4-0 saat jeda membuat pertandingan semifinal Copa del Rey ini terasa seperti sudah berakhir, bahkan sebelum babak kedua dimulai.

Barcelona jelas membutuhkan respons cepat setelah turun minum. Respons itu tampaknya datang pada menit ke-52 ketika Cubarsí berhasil mencetak gol setelah masuk ke kotak penalti. Para pemain Barcelona merayakan, percaya bahwa gol ini bisa menjadi titik balik dalam pertandingan.

Delapan Menit yang Menghentikan Segalanya

Namun, selebrasi berubah menjadi penantian panjang. VAR melakukan pemeriksaan mendalam, sementara para pemain dari kedua tim berdiri menunggu tanpa kepastian. Delapan menit kemudian, keputusan akhir keluar: offside.

Tayangan ulang yang tersedia saat siaran langsung tidak sepenuhnya menjelaskan detailnya. Namun gambar yang dirilis setelah keputusan menunjukkan bahwa Cubarsí sedikit berada di depan garis pertahanan setelah bola memantul dari Robert Lewandowski.

Secara teknis, keputusan tersebut tampak benar. Offside adalah keputusan faktual—tidak ada ruang untuk interpretasi subjektif seperti pelanggaran atau handball. Jika garis menunjukkan offside, maka memang offside.

Momentum yang Terhenti

Masalahnya bukan hanya pada keputusan, tetapi pada durasinya. Jika gol itu sah dan skor menjadi 4-1 di awal babak kedua, Barcelona akan mendapatkan dorongan psikologis besar. Dengan waktu yang masih cukup banyak, bukan tidak mungkin tekanan meningkat dan selisih gol bisa dipangkas.

Sebaliknya, penantian delapan menit justru mematikan ritme. Intensitas pertandingan mereda, emosi menguap, dan momentum yang sempat muncul menghilang begitu saja.

Bagi sepak bola Spanyol, momen ini tentu bukan citra ideal bagi penggunaan VAR. Walaupun keputusan akhirnya tepat, proses yang begitu lama meninggalkan kesan kacau. Dan bagi para pemain Barcelona, rasa kesal itu bukan semata soal satu gol melainkan soal peluang untuk bangkit yang terhenti sebelum benar-benar dimulai.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026

16 April 2026

Impian bagi Pemain – Julio Baptista Mengenang Momen Piala Dunia saat Generasi Baru Selecao Bersiap

16 April 2026

Hasil Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026 Hari Ini: Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia Raih Medali

16 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat

16 April 2026

5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams

16 April 2026

Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026

16 April 2026

SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan

16 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?