Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Februari 2026
Trending
  • Daftar sekarang! Mudik gratis BUMN 2026 dibuka hari ini, cek rute, kuota, jadwal, dan link pendaftaran lengkap
  • Energi positif menguat! 6 shio ini bersinar di karier, bisnis, dan cinta mulai 14 Februari 2026
  • Dari Anti Militer ke Mitra Pentagon: Bagaimana Raksasa AI Amerika Berubah di Tengah Persaingan AS-Tiongkok?
  • Cek Harga Honda CR-V 2012 Bekas, Kini Lebih Terjangkau!
  • Penyidikan Korupsi Ekspor CPO Terus Berjalan, Kejagung Lakukan Penggeledahan di Sumatra
  • KONI Pusat Resmi Lantik PP ALTI, Era Bima Arya Bawa Trail Indonesia ke Dunia
  • Gol Cubarsí Dianulir VAR, Barcelona Kehilangan Kesempatan Lawan Atlético Madrid di Semifinal Copa del Rey
  • Mengapa Meteor Terbakar Saat Memasuki Atmosfer Bumi?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Gol Cubarsí Dianulir VAR, Barcelona Kehilangan Kesempatan Lawan Atlético Madrid di Semifinal Copa del Rey
Olahraga

Gol Cubarsí Dianulir VAR, Barcelona Kehilangan Kesempatan Lawan Atlético Madrid di Semifinal Copa del Rey

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Harapan yang Dipotong oleh Keputusan VAR

Di stadion Riyadh Air Metropolitano, Barcelona sempat merasakan sedikit harapan. Pada awal babak kedua, Pau Cubarsí mencetak gol yang dianggap bisa mengubah jalannya pertandingan. Skor 4-0 untuk Atlético Madrid seolah berubah menjadi 4-1, dan ini memberikan semangat bagi tim tamu.

Namun, harapan itu tidak bertahan lama. Justru terlalu lama. Setelah pemeriksaan VAR yang memakan waktu hingga delapan menit, gol tersebut akhirnya dianulir karena offside. Keputusan ini langsung memicu frustrasi di kubu Barcelona, yang sedang berusaha bangkit dari babak pertama yang sangat buruk.

Babak Pertama yang Menyakitkan

Atlético Madrid tampil sangat dominan sejak menit pertama. Gol bunuh diri Eric García membuka keunggulan mereka, diikuti oleh gol-gol dari Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julián Álvarez. Skor 4-0 saat jeda membuat pertandingan semifinal Copa del Rey ini terasa seperti sudah berakhir, bahkan sebelum babak kedua dimulai.

Barcelona jelas membutuhkan respons cepat setelah turun minum. Respons itu tampaknya datang pada menit ke-52 ketika Cubarsí berhasil mencetak gol setelah masuk ke kotak penalti. Para pemain Barcelona merayakan, percaya bahwa gol ini bisa menjadi titik balik dalam pertandingan.

Delapan Menit yang Menghentikan Segalanya

Namun, selebrasi berubah menjadi penantian panjang. VAR melakukan pemeriksaan mendalam, sementara para pemain dari kedua tim berdiri menunggu tanpa kepastian. Delapan menit kemudian, keputusan akhir keluar: offside.

Tayangan ulang yang tersedia saat siaran langsung tidak sepenuhnya menjelaskan detailnya. Namun gambar yang dirilis setelah keputusan menunjukkan bahwa Cubarsí sedikit berada di depan garis pertahanan setelah bola memantul dari Robert Lewandowski.

Secara teknis, keputusan tersebut tampak benar. Offside adalah keputusan faktual—tidak ada ruang untuk interpretasi subjektif seperti pelanggaran atau handball. Jika garis menunjukkan offside, maka memang offside.

Momentum yang Terhenti

Masalahnya bukan hanya pada keputusan, tetapi pada durasinya. Jika gol itu sah dan skor menjadi 4-1 di awal babak kedua, Barcelona akan mendapatkan dorongan psikologis besar. Dengan waktu yang masih cukup banyak, bukan tidak mungkin tekanan meningkat dan selisih gol bisa dipangkas.

Sebaliknya, penantian delapan menit justru mematikan ritme. Intensitas pertandingan mereda, emosi menguap, dan momentum yang sempat muncul menghilang begitu saja.

Bagi sepak bola Spanyol, momen ini tentu bukan citra ideal bagi penggunaan VAR. Walaupun keputusan akhirnya tepat, proses yang begitu lama meninggalkan kesan kacau. Dan bagi para pemain Barcelona, rasa kesal itu bukan semata soal satu gol melainkan soal peluang untuk bangkit yang terhenti sebelum benar-benar dimulai.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hansi Flick Marah Gol Barcelona Dianulir VAR Usai Kalah 4-0 dari Atletico

15 Februari 2026

Kecewa! Adnan/Indah Tak Ikut All England 2026, Tahu dari Media Sosial

15 Februari 2026

Manchester City Semakin Dekat! Declan Rice Minta Arsenal Tenang

15 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Daftar sekarang! Mudik gratis BUMN 2026 dibuka hari ini, cek rute, kuota, jadwal, dan link pendaftaran lengkap

15 Februari 2026

Energi positif menguat! 6 shio ini bersinar di karier, bisnis, dan cinta mulai 14 Februari 2026

15 Februari 2026

Dari Anti Militer ke Mitra Pentagon: Bagaimana Raksasa AI Amerika Berubah di Tengah Persaingan AS-Tiongkok?

15 Februari 2026

Cek Harga Honda CR-V 2012 Bekas, Kini Lebih Terjangkau!

15 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?