Gempa Guncang Majalengka dan Wilayah Lain di Jawa Barat
Pada Rabu (25/2/2026), wilayah Majalengka, Jawa Barat diguncang gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Gempa terjadi pada pukul 03.48 WIB saat masyarakat sedang sahur. Pusat gempa berada di darat, sekitar 21 km selatan Kabupaten Majalengka, dengan kedalaman 14 km. BMKG Wilayah II melaporkan informasi ini, namun memberikan disclaimer bahwa data yang diberikan masih dalam proses pengolahan dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
BMKG menyampaikan informasi gempa tersebut melalui akun X @bmkgwilayah2, dengan detail lokasi gempa berada di koordinat 7.03 LS – 108.24 BT. Meski gempa tidak terasa kuat, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG.
Sebelumnya, beberapa gempa juga terjadi di wilayah Priangan, Jawa Barat. Pada Selasa (24/2/2026) siang, dua gempa mengguncang Pangandaran dan Tasikmalaya. Gempa pertama terjadi di Pangandaran dengan kekuatan Magnitudo 3,6, pusat gempa berada di laut, 76 km tenggara Kabupaten Cianjur, dengan kedalaman 24 km. Gempa kedua terjadi di Tasikmalaya dengan kekuatan Magnitudo 2,1, pusat gempa berada di darat, 7 km tenggara Kota Tasikmalaya, dengan kedalaman 10 km. Kedua gempa ini juga disertai disclaimer dari BMKG.
Selain itu, gempa juga terjadi di Cianjur pada pagi hari, yaitu pukul 06.57 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,3. Pusat gempa berada di darat, 29 km tenggara Kabupaten Cianjur, dengan kedalaman 167 km. BMKG kembali menegaskan bahwa data yang diberikan belum stabil dan bisa berubah.
Gempa juga terjadi di Bogor pada malam hari, Senin (23/2/2026), dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Pusat gempa berada di darat, 30 km barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman 16 km. Sementara itu, gempa juga mengguncang Purwakarta pada pagi hari, dengan kekuatan Magnitudo 2,6, pusat gempa berada di darat, 19 km barat daya Kabupaten Purwakarta, dengan kedalaman 12 km.
Sebelumnya, gempa juga terjadi di Pangandaran pada Sabtu (21/2/2026) malam, dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Pusat gempa berada di darat, 8 km timur laut Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 87 km. Gempa ini terjadi jelang salat tarawih.
BMKG juga memberikan penjelasan tentang skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk membantu masyarakat memahami tingkat getaran gempa. Berikut adalah penjelasan skala MMI:
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Jika terjadi gempa, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.



