Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Gempa 7,7 Guncang Sulawesi Utara, Warga Bitung Langsung Lakukan Ini Saat Sedang Menyapu
    Nasional

    Gempa 7,7 Guncang Sulawesi Utara, Warga Bitung Langsung Lakukan Ini Saat Sedang Menyapu

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 June 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Sulawesi Utara

    Pada Senin (8/6/2026) pagi, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Gempa ini terasa di Kota Bitung dan sejumlah daerah lainnya. Saat gempa terjadi, warga yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari langsung menghentikan kegiatannya dan memanggil anggota keluarga untuk keluar rumah.

    Seorang ibu di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, mengatakan bahwa gempa terasa, tetapi tidak sekuat gempa sebelumnya. Saat itu, ia sedang menyapu di teras rumah dan langsung berhenti sementara waktu. Ia kemudian memanggil keluarga dan saudara untuk keluar rumah agar aman.

    Di pemukiman warga padat penduduk Kelurahan Wangurer Barat, situasi saat ini kembali normal. Warga terlihat beraktivitas seperti biasanya, mulai dari membeli sayuran ke pedagang keliling hingga mendorong gerobak di jalan. Di bagian pantai, terdengar deburan ombak yang pecah di tepi pantai Wangurer Barat.

    Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi dari pihak terkait mengenai dampak gempa bumi yang baru saja terjadi. Namun, Basarnas Sulut bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan perkembangan situasi pasca-gempa. Informasi lebih lanjut akan disampaikan apabila terdapat perkembangan baru di lapangan.

    Evakuasi Sementara di Rumah Sakit Siloam

    Salah satu tempat yang mengalami evakuasi sementara adalah Rumah Sakit Siloam di Jalan Sam Ratulangi, Wenang, Manado. Seluruh pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan dievakuasi ke lobi rumah sakit. Hingga sekitar pukul 09.31 Wita, lobi masih cukup ramai, namun beberapa pasien dikabarkan mulai kembali ke ruangan.

    Anita, salah seorang keluarga pasien, mengaku sempat panik saat gempa terasa kuat. Saat itu, ia sedang menjaga anaknya yang tengah menjalani perawatan. Petugas langsung mengarahkan mereka untuk keluar secara perlahan dan tetap tenang. Proses evakuasi berjalan tertib berkat arahan dari petugas rumah sakit.

    Menurut Anita, tidak ada korban maupun pasien yang mengalami cedera akibat kejadian tersebut. Semua orang aman, dan saat ini mereka masih menunggu arahan untuk kembali ke kamar. Petugas juga terus memantau kondisi bangunan serta memastikan keselamatan seluruh penghuni rumah sakit.

    Pasien dan keluarga mulai diarahkan kembali ke ruang perawatan masing-masing. “Situasinya sudah cukup aman, jadi kami arahkan pasien pelan-pelan kembali ke ruangan,” ujar salah seorang petugas rumah sakit. Hingga saat ini, tidak ada kerusakan di RS Siloam.

    Peringatan Gubernur Sulawesi Utara

    Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang berada di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina.

    Gempa yang terjadi pada pukul 06.37 WIB itu berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Utara. YSK meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah-langkah antisipasi demi keselamatan masyarakat.

    “Saya mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang berada di wilayah pesisir pantai agar segera melakukan langkah antisipasi lebih awal. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata YSK.

    Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri hingga aparat kecamatan dan desa perlu diperkuat untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

    Pemodelan BMKG dan Status Siaga

    BMKG melaporkan gempa tektonik tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan episenter berada di laut pada koordinat 5,80 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur atau sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada kedalaman 47 kilometer dan dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

    Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami dengan status Siaga di sejumlah wilayah, termasuk Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa dan Kota Bitung. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berstatus Siaga untuk segera menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi serta aman.

    Sedangkan masyarakat di wilayah berstatus Waspada diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan pantai maupun tepian sungai hingga kondisi dinyatakan aman. Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M6,7. Sampai saat ini belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?