Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Sulawesi Utara
Pada Senin (8/6/2026) pagi, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Gempa ini terasa di Kota Bitung dan sejumlah daerah lainnya. Saat gempa terjadi, warga yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari langsung menghentikan kegiatannya dan memanggil anggota keluarga untuk keluar rumah.
Seorang ibu di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, mengatakan bahwa gempa terasa, tetapi tidak sekuat gempa sebelumnya. Saat itu, ia sedang menyapu di teras rumah dan langsung berhenti sementara waktu. Ia kemudian memanggil keluarga dan saudara untuk keluar rumah agar aman.
Di pemukiman warga padat penduduk Kelurahan Wangurer Barat, situasi saat ini kembali normal. Warga terlihat beraktivitas seperti biasanya, mulai dari membeli sayuran ke pedagang keliling hingga mendorong gerobak di jalan. Di bagian pantai, terdengar deburan ombak yang pecah di tepi pantai Wangurer Barat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi dari pihak terkait mengenai dampak gempa bumi yang baru saja terjadi. Namun, Basarnas Sulut bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan perkembangan situasi pasca-gempa. Informasi lebih lanjut akan disampaikan apabila terdapat perkembangan baru di lapangan.
Evakuasi Sementara di Rumah Sakit Siloam
Salah satu tempat yang mengalami evakuasi sementara adalah Rumah Sakit Siloam di Jalan Sam Ratulangi, Wenang, Manado. Seluruh pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan dievakuasi ke lobi rumah sakit. Hingga sekitar pukul 09.31 Wita, lobi masih cukup ramai, namun beberapa pasien dikabarkan mulai kembali ke ruangan.
Anita, salah seorang keluarga pasien, mengaku sempat panik saat gempa terasa kuat. Saat itu, ia sedang menjaga anaknya yang tengah menjalani perawatan. Petugas langsung mengarahkan mereka untuk keluar secara perlahan dan tetap tenang. Proses evakuasi berjalan tertib berkat arahan dari petugas rumah sakit.
Menurut Anita, tidak ada korban maupun pasien yang mengalami cedera akibat kejadian tersebut. Semua orang aman, dan saat ini mereka masih menunggu arahan untuk kembali ke kamar. Petugas juga terus memantau kondisi bangunan serta memastikan keselamatan seluruh penghuni rumah sakit.
Pasien dan keluarga mulai diarahkan kembali ke ruang perawatan masing-masing. “Situasinya sudah cukup aman, jadi kami arahkan pasien pelan-pelan kembali ke ruangan,” ujar salah seorang petugas rumah sakit. Hingga saat ini, tidak ada kerusakan di RS Siloam.
Peringatan Gubernur Sulawesi Utara
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang berada di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina.
Gempa yang terjadi pada pukul 06.37 WIB itu berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Utara. YSK meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah-langkah antisipasi demi keselamatan masyarakat.
“Saya mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang berada di wilayah pesisir pantai agar segera melakukan langkah antisipasi lebih awal. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata YSK.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri hingga aparat kecamatan dan desa perlu diperkuat untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Pemodelan BMKG dan Status Siaga
BMKG melaporkan gempa tektonik tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan episenter berada di laut pada koordinat 5,80 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur atau sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada kedalaman 47 kilometer dan dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami dengan status Siaga di sejumlah wilayah, termasuk Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa dan Kota Bitung. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berstatus Siaga untuk segera menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi serta aman.
Sedangkan masyarakat di wilayah berstatus Waspada diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan pantai maupun tepian sungai hingga kondisi dinyatakan aman. Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M6,7. Sampai saat ini belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa tersebut.


