Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 13 October 2026
Trending
  • ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak
  • 7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi
  • 7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi
  • Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI
  • 7 alasan seseorang ingin mengubah pasangan ke arah yang lebih baik menurut psikologi
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Gejala Awal Virus Nipah yang Sering Terabaikan
Ragam

Gejala Awal Virus Nipah yang Sering Terabaikan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 February 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penyakit Nipah: Apa Itu dan Bagaimana Cara Menyebar?

Virus Nipah kembali menjadi perhatian masyarakat setelah muncul di negara tetangga seperti Bangladesh. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus Nipah di Indonesia, penting bagi masyarakat untuk memahami penyakit ini agar bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Virus Nipah Berasal dari Hewan



Virus Nipah pertama kali dikenal pada tahun 1998 saat wabah terjadi di peternakan babi di Malaysia. Setahun kemudian, wabah serupa menyebar ke Singapura melalui impor babi dari Malaysia. Pada 2001, virus ini kembali muncul di India dan Bangladesh, serta di Filipina pada 2014. Awalnya, virus ini berasal dari kelelawar buah genus Pteropus yang banyak ditemukan di Asia Tenggara dan Selatan.

Kelelawar ini menjadi sumber utama virus Nipah. Dari kelelawar, virus menyebar ke berbagai hewan seperti anjing, kucing, babi, kambing, dan kuda. Akhirnya, virus ini dapat menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi.

Penularan Virus Nipah pada Manusia



Penularan virus Nipah pada manusia terjadi melalui dua cara utama. Pertama, melalui konsumsi makanan yang sudah terkontaminasi. Contohnya adalah buah-buahan yang memiliki bekas gigitan hewan. Kedua, melalui kontak langsung dengan kotoran atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Selain itu, virus Nipah juga bisa menyebar dari satu manusia ke manusia lainnya. Namun, penyebarannya tidak secepat flu. Virus ini menyebar melalui cairan tubuh orang yang sakit atau melalui kontak dekat. Petugas kesehatan dan keluarga dekat yang merawat pasien memiliki risiko tertinggi terinfeksi.

Gejala Infeksi Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai



Gejala awal infeksi virus Nipah mirip dengan gejala influenza, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, dan muntah. Beberapa penderita juga mengalami kesulitan bernapas atau pneumonia.

Jika tidak segera ditangani, infeksi virus Nipah bisa berkembang menjadi pembengkakan otak. Gejala yang muncul antara lain kantuk, kebingungan, dan kejang. Koma bisa terjadi dalam waktu 24-48 jam setelah gejala serius muncul.

Virus Nipah sangat berbahaya karena tingkat kematian mencapai 40-75 persen. Bahkan bagi yang sembuh, virus masih bisa aktif kembali setelah beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Pencegahan Penularan Virus Nipah

Meski belum ada kasus Nipah di Indonesia, mewaspadai penyakit ini tetap penting. Salah satu cara pencegahan adalah dengan mengenali gejala awal dan menghindari faktor risiko.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
* Menghindari konsumsi buah yang memiliki bekas gigitan hewan.
* Mencegah konsumsi buah yang dipajang secara terbuka.
* Menghindari kontak dengan hewan maupun orang yang sedang sakit.

Dengan kesadaran akan risiko dan pencegahan yang tepat, masyarakat dapat melindungi diri dari ancaman virus Nipah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

31 August 2026

Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

31 August 2026

Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak

13 October 2026

7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi

12 October 2026

7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi

12 October 2026

Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI

12 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?