Penjambretan yang Berujung Maut di Pamekasan
Sebuah kejadian penjambretan yang berujung kematian terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Korban adalah seorang nenek bernama Sumriyeh (60 tahun), yang meninggal dunia akibat aksi kekerasan tersebut. Kejadian ini mengejutkan masyarakat setempat dan memicu perhatian publik.
Pelaku Diduga Seorang Kepala Dusun
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku penjambretan diduga merupakan seorang kepala dusun yang masih aktif menjabat di wilayah Kabupaten Sampang. Pelaku berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian pada Minggu (11/1/2026) di kediamannya di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Penangkapan tersebut dibenarkan oleh warga setempat. Salah satu warga berinisial S mengungkapkan bahwa pelaku dikenal sebagai kepala dusun dan merupakan tetangga temannya. Ia juga menyebut bahwa sosok pelaku sama dengan pria yang foto-fotonya sempat viral di media sosial.
Rekaman CCTV yang Viral
Rekaman kamera pengawat (CCTV) milik warga merekam aksi pelaku saat mengendarai sepeda motor usai melakukan penjambretan. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mengenakan sarung, helm, serta kaus berwarna cokelat. Foto-foto tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Kronologi Peristiwa
Peristiwa penjambretan terjadi di Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Saat itu, korban Sumriyeh sedang dibonceng oleh anaknya, Halimatus Sakdiyah (26 tahun), bersama dua cucunya, Alfian (7 tahun) dan Kayla yang masih berusia 1 tahun 8 bulan. Keempatnya mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi M 3863 CC.
Di tengah perjalanan, mereka tiba-tiba dipepet oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor dari arah kanan. Pelaku kemudian menarik gelang emas yang dikenakan korban. Aksi penjambretan tersebut membuat sepeda motor korban oleng. Dalam kondisi panik, korban dan keluarganya terjatuh. Sumriyeh mengalami luka parah akibat benturan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Masih dalam Proses Pemeriksaan
Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, membenarkan adanya penangkapan pelaku kasus penjambretan yang berujung maut tersebut. Namun, pihaknya belum membeberkan secara detail identitas dan peran pelaku karena masih dalam proses pemeriksaan intensif.
“Iya benar, masih proses dan diperiksa. Besok kita jelaskan,” ujar AKP Doni singkat pada Minggu (11/1/2026). Saat ditanya terkait status pelaku yang disebut masih menjabat sebagai kepala dusun, Doni kembali menegaskan kepolisian akan menyampaikan keterangan resmi setelah proses penyidikan awal rampung.
“Tunggu besok saja. Kita jelaskan besok,” katanya.
Keprihatinan dan Sorotan Terhadap Integritas Pejabat
Kasus ini menyita perhatian masyarakat karena pelaku diduga merupakan aparatur desa yang seharusnya menjadi contoh dan pelindung warga. Fakta tersebut menambah keprihatinan sekaligus sorotan tajam terhadap integritas pejabat di tingkat desa.



