Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 14 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»FAST Lampaui Laba Rp13 Miliar di Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya
Ekonomi

FAST Lampaui Laba Rp13 Miliar di Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kinerja Keuangan FAST pada Kuartal I-2026 Mencatat Peningkatan Signifikan

Perusahaan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), yang terafiliasi dengan Haji Isam, berhasil menunjukkan kinerja keuangan yang sangat positif sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangannya, FAST mampu mencatatkan laba sebesar Rp 13,28 miliar, berbanding rugi sebesar Rp 36,77 miliar pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Peningkatan ini juga terlihat dari pendapatan perusahaan yang melonjak sebesar 18,59% menjadi Rp 1,42 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026, dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp 1,19 triliun pada kuartal I-2025. Pendapatan dari makanan dan minuman mencapai Rp 1,42 triliun, sementara jasa layanan antar meningkat menjadi Rp 1,07 miliar dari sebelumnya Rp 412 juta. Total penjualan mencapai Rp 1,42 triliun setelah dikurangi potongan penjualan sebesar Rp 6,7 miliar.

Perbaikan Kinerja Operasional

Selain itu, FAST juga berhasil memperbaiki kinerja operasionalnya. Laba usaha perusahaan naik menjadi Rp 30,13 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi usaha sebesar Rp 35,96 miliar pada kuartal I-2025. Di sisi profitabilitas, laba bruto FAST meningkat menjadi Rp 824,52 miliar dari sebelumnya Rp 714,45 miliar. Meskipun beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp 598,59 miliar dari sebelumnya Rp 485,50 miliar, perusahaan berhasil mengoptimalkan efisiensi operasional.

Beberapa pos beban operasional juga berhasil ditekan. Beban penjualan dan distribusi turun menjadi Rp 654,85 miliar dari sebelumnya Rp 657,30 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 141,32 miliar dari Rp 167,08 miliar. Di sisi lain, beban keuangan perusahaan juga turun menjadi Rp 22,56 miliar dari sebelumnya Rp 26,64 miliar.

Kinerja Laba dan Prospek Masa Depan

Dengan kinerja tersebut, FAST berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 9,58 miliar pada kuartal I-2026, berbanding rugi sebelum pajak sebesar Rp 62,15 miliar pada kuartal I-2025. Setelah memperhitungkan pajak penghasilan, laba periode berjalan perusahaan mencapai Rp 12,66 miliar, berbeda jauh dari rugi sebesar Rp 40,07 miliar pada kuartal I-2025.

Analis dari Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menyatakan bahwa kembalinya FAST ke posisi laba didorong oleh kenaikan penjualan dan peningkatan efisiensi operasional. Pertumbuhan penjualan menunjukkan bahwa trafik konsumen mulai pulih dan strategi promosi masih efektif dalam menjaga permintaan. Selain itu, kemungkinan ada perbaikan dalam manajemen biaya, termasuk pengendalian bahan baku, sehingga margin profitabilitas ikut meningkat.

Kontribusi dari diversifikasi merek seperti Yum! Brands melalui Taco Bell juga mulai memberikan dampak positif terhadap pendapatan berulang perusahaan.

Prospek Kinerja FAST Hingga Akhir Tahun

Elandry mengungkapkan bahwa prospek kinerja FAST hingga akhir tahun masih memiliki peluang untuk terus membaik secara bertahap, terutama jika daya beli masyarakat tetap terjaga dan konsumsi domestik meningkat pada semester II-2026. Momentum musiman seperti liburan sekolah dan akhir tahun, serta program promosi, dapat menjadi penopang penjualan.

Namun, tantangan tetap ada, seperti tekanan harga bahan baku, kenaikan biaya operasional, persaingan industri F&B yang ketat, serta sensitivitas belanja konsumen terhadap kondisi ekonomi dan inflasi.

“Recovery story FAST masih berjalan, tetapi belum sepenuhnya solid,” ujar Elandry.

Sementara itu, Abdul Azis dari Equity Research Kiwoom Sekuritas menyampaikan bahwa prospek FAST hingga akhir 2026 masih menghadapi tantangan, terutama dari daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya dan persaingan industri F&B yang ketat. Namun, strategi efisiensi dan inovasi produk dapat membantu menjaga kinerja perusahaan.

Analisis Saham FAST

Azis menilai bahwa kinerja laba yang membaik dapat menjadi sentimen positif bagi saham FAST, meski pasar tetap menantikan konsistensi pemulihan bisnis ke depan. Elandry berpendapat bahwa perbaikan kinerja keuangan dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan saham FAST, terutama untuk memperbaiki sentimen pasar yang sebelumnya tertekan.

Namun, pergerakan saham kemungkinan masih dipengaruhi oleh konsistensi turnaround pada kuartal-kuartal berikutnya. Investor saat ini cenderung menunggu bukti bahwa perbaikan laba bukan hanya faktor musiman, tetapi didukung oleh pemulihan fundamental yang berkelanjutan.

Dengan demikian, potensi rebound tetap ada, meski volatilitas sahamnya kemungkinan masih cukup tinggi dalam jangka pendek. FAST lebih cocok untuk trading buy dengan pendekatan speculative buy bagi investor dengan profil risiko agresif. Sentimen jangka pendek didukung ekspektasi pemulihan kinerja dan peningkatan sales growth.

Untuk target harga, FAST berpotensi bergerak di area Rp 250–Rp 280 dengan support di sekitar Rp 200. Investor tetap perlu mencermati keberlanjutan margin dan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan penjualan ke depan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?