Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 18 Juni 2026
Trending
  • 50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker
  • Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai
  • Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM
  • 6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain
  • Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya
  • Persija Umumkan Pelatih Baru Hari Ini, Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza
  • Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»El Nino Mendekat, Waspadai 7 Penyakit yang Muncul
Ekonomi

El Nino Mendekat, Waspadai 7 Penyakit yang Muncul

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juni 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino berkekuatan tinggi atau yang populer disebut El Nino Godzilla pada 2026. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami peningkatan signifikan sehingga mempengaruhi pola cuaca global.

Mengutip berbagai laporan internasional, El Nino Godzilla dapat menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Dampaknya adalah musim kemarau yang datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, serta disertai suhu udara yang lebih panas dan kondisi lingkungan yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan risiko kebakaran hutan. Dari sisi kesehatan, suhu panas ekstrem dan udara yang semakin kering juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit dan gangguan kesehatan.

Tubuh manusia harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil saat cuaca panas berlangsung dalam waktu lama. Pada saat yang sama, kualitas udara cenderung memburuk akibat meningkatnya debu, polusi, dan potensi kebakaran lahan. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit akibat El Nino yang berpotensi meningkat selama musim kemarau panjang.

Apa Itu El Nino Godzilla dan Mengapa Berbahaya?

El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Pemanasan ini mengubah sirkulasi atmosfer sehingga mempengaruhi pola cuaca di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam kondisi yang lebih kuat, fenomena ini sering disebut El Nino Godzilla karena dampaknya yang luas dan lebih ekstrem. Indonesia umumnya mengalami penurunan curah hujan, musim kemarau yang lebih panjang, serta peningkatan suhu udara selama fenomena ini berlangsung.

Dari sisi kesehatan, cuaca panas berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Selain itu, udara yang kering dan kualitas udara yang memburuk dapat memperbesar risiko gangguan pernapasan maupun penyakit kronis lainnya.

Karena itu, memahami penyakit akibat El Nino menjadi penting agar masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Penyakit Akibat El Nino yang Perlu Diwaspadai

Cuaca panas ekstrem yang berlangsung dalam waktu lama dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur suhu internal. Saat suhu lingkungan meningkat, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat untuk mendinginkan diri. Proses ini menyebabkan cairan dan elektrolit tubuh berkurang lebih cepat. Jika tidak segera digantikan, risiko dehidrasi hingga gangguan organ dapat meningkat.

Di sisi lain, musim kemarau yang panjang sering kali diikuti meningkatnya debu, asap, dan polusi udara. Kondisi tersebut dapat memperburuk kesehatan saluran pernapasan serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada kelompok rentan. Kombinasi berbagai faktor inilah yang membuat penyakit akibat El Nino menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai selain masalah lingkungan dan ekonomi.

Berikut tujuh penyakit dan gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat selama fenomena El Nino terjadi:

  1. Heat Stroke atau Sengatan Panas

    Heat stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celcius dan tubuh kehilangan kemampuan untuk mendinginkan diri secara alami. Gejalanya meliputi tubuh terasa sangat panas, kulit memerah, sakit kepala, pusing, mual, muntah, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran. Risiko kondisi ini meningkat selama El Nino karena paparan suhu tinggi berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

  2. Gangguan Pernapasan

    Musim kemarau yang lebih panjang membuat udara menjadi lebih kering dan kualitas udara cenderung menurun. Debu, asap kendaraan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kondisi tersebut. Saluran pernapasan menjadi lebih mudah mengalami iritasi karena lendir pelindung pada hidung dan tenggorokan mengering. Akibatnya, risiko batuk, sesak napas, asma, bronkitis, dan penyakit paru kronis lainnya dapat meningkat.

  3. Migrain dan Sakit Kepala

    Dehidrasi akibat suhu panas menjadi salah satu penyebab utama migrain dan sakit kepala selama musim kemarau ekstrim. Ketika tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar, keseimbangan elektrolit terganggu dan mempengaruhi fungsi pembuluh darah di otak. Kondisi tersebut dapat memicu nyeri kepala yang muncul secara berulang.

  4. Tekanan Darah Tidak Stabil

    Suhu udara yang tinggi dapat mempengaruhi sistem peredaran darah. Pada sebagian orang, tekanan darah dapat turun akibat kehilangan cairan yang berlebihan melalui keringat. Namun dalam kondisi tertentu, tubuh justru harus bekerja lebih keras untuk mengatur suhu internal sehingga tekanan darah dapat meningkat. Situasi ini berbahaya bagi penderita hipertensi maupun penyakit jantung.

  5. Serangan Jantung dan Stroke

    Salah satu penyakit akibat El Nino yang paling serius adalah meningkatnya risiko serangan jantung dan stroke. Ketika suhu udara meningkat, jantung harus memompa darah lebih cepat untuk membantu tubuh membuang panas melalui keringat. Beban kerja jantung yang meningkat dapat memicu gangguan kardiovaskuler, terutama pada individu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau pembuluh darah.

  6. Kulit Kering dan Iritasi

    Kelembaban udara yang rendah selama musim kemarau membuat lapisan pelindung kulit lebih mudah kehilangan kandungan air alaminya. Akibatnya, kulit menjadi kering, terasa kencang, bersisik, gatal, hingga mengalami iritasi. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat memperburuk eksim maupun alergi kulit yang sudah ada sebelumnya.

  7. Mata Merah dan Iritasi

    Selain mempengaruhi kulit, udara yang kering juga berdampak pada kesehatan mata. Berkurangnya kelembaban alami pada permukaan mata dapat menyebabkan mata terasa perih, panas, gatal, dan tampak kemerahan. Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan atau terpapar debu dalam waktu lama memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.

Siapa yang Paling Berisiko Terdampak?

Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama terhadap dampak kesehatan akibat El Nino. Kelompok yang paling rentan antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, serta penderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.

Pada kelompok tersebut, paparan suhu panas berkepanjangan dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius. Karena itu, pengawasan kesehatan pada kelompok rentan perlu ditingkatkan selama musim kemarau berlangsung.

Cara Mencegah Dampak Kesehatan Akibat El Nino

Meski risiko kesehatan meningkat, sebagian besar penyakit akibat El Nino dapat dicegah melalui langkah sederhana. Masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat keringat. Aktivitas fisik berat sebaiknya dibatasi saat suhu udara sedang tinggi, terutama pada pukul 10.00 hingga 15.00.

Penggunaan pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat juga dapat membantu tubuh beradaptasi dengan cuaca panas. Selain itu, menjaga kualitas udara di dalam rumah, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, serta mencukupi waktu istirahat menjadi langkah penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Bagi penderita penyakit kronis, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat disarankan selama periode El Nino berlangsung agar kondisi kesehatan tetap terpantau.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026

5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik

13 Juni 2026

XLSMART Siap Gelar BRAVO 500 Summit 2026

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

13 Juni 2026

Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker

13 Juni 2026

Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai

13 Juni 2026

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?