Strategi Ekspansi dan Penguatan Omnichannel AMRT di Tahun 2026
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), yang merupakan pengelola jaringan ritel mini market Alfamart, terus memperluas bisnisnya melalui penambahan gerai. Perusahaan menargetkan pembukaan sekitar 800 gerai baru pada tahun 2026. Selain itu, AMRT juga berkomitmen untuk memperkuat layanan omnichannel.
Fokus utama ekspansi ini adalah wilayah luar Pulau Jawa, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan Pulau Jawa yang sudah cukup padat. Seiring dengan pertumbuhan jumlah gerai, AMRT berharap pendapatan akan tumbuh dalam kisaran high single digit di tahun tersebut.
Perkembangan Layanan Digital dan Perilaku Konsumen
General Manajer Corporate Communications AMRT, Rani Wijaya, mengatakan bahwa prospek industri ritel pada tahun 2026 tetap positif. Perkembangan layanan digital serta perubahan perilaku belanja masyarakat yang lebih mengutamakan kemudahan dan efisiensi membuka peluang bagi penguatan strategi omnichannel.
Adaptasi terhadap layanan digital menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan konsumen. AMRT berupaya mengoptimalkan layanan omnichannel yang semakin terintegrasi dan terkustomisasi. Hal ini juga didorong oleh preferensi konsumen yang semakin mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam berbelanja.
Tantangan dan Prospek Bisnis AMRT
Di tengah prospek positif, AMRT tetap mencermati dinamika pasar global. Untuk menjaga daya saing, perusahaan akan terus melakukan optimalisasi operasional agar dapat beradaptasi dengan perubahan pasar.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai target pertumbuhan pendapatan di kisaran high single digit dan rencana pembukaan 800 gerai baru masih realistis. Ia menilai langkah ekspansi ke luar Pulau Jawa tepat karena tingkat penetrasi ritel modern di wilayah tersebut masih relatif rendah.
Model bisnis AMRT dinilai matang dan solid. Penerapan strategi omnichannel diyakini mampu mendukung laju pertumbuhan tanpa menggerus profitabilitas perusahaan. Sentimen positif datang dari kebijakan fiskal pro konsumsi, stabilisasi harga pangan, momentum musiman seperti Lebaran, serta kontribusi dari gerai baru dan efisiensi operasional.
Namun, AMRT tetap menghadapi tantangan seperti pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan biaya operasional, persaingan ketat di sektor ritel, serta risiko tekanan marjin.
Pandangan dari Analis Pasar
Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai target ekspansi AMRT realistis sesuai dengan kapasitas historis perusahaan. Fokus ke luar Pulau Jawa dinilai tepat karena pasar ritel di Pulau Jawa mulai jenuh.
Meski ada tantangan biaya logistik di awal, potensi pertumbuhan omzet Same-Store Sales Growth (SSSG) luar Jawa dinilai lebih besar dengan kompetisi yang belum sepadat Jawa. Ke depan, tantangan utama AMRT berasal dari inflasi biaya operasional dan persaingan dengan warung modern. Namun, kinerja perusahaan diproyeksikan akan didukung oleh optimalisasi produk private label dan peningkatan fee-based income dari layanan digital.
Rekomendasi Saham AMRT
Secara teknikal, pergerakan saham AMRT masih konsolidasi dengan peluang menguat seiring perbaikan sentimen konsumsi. Azis merekomendasikan buy saham AMRT dengan target harga Rp 2.100, didukung prospek pemulihan konsumsi dan strategi ekspansi yang konsisten.
Sementara itu, Wafi menyarankan buy saham AMRT di target harga Rp 2.500 per saham.



