Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 13 Juni 2026
Trending
  • 15 Puisi Alam yang Menggugah Hati
  • Live Streaming Balapan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Pantau Hasilnya Sekarang
  • Itel A100 Pro: Smartphone Murah dengan Performa Tinggi dan Baterai Tahan Lama
  • 5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik
  • Mengungkap Kotoran Pemerasan di Imigrasi, Transaksi Keuangan 35 PNS Capai Rp366 M, Gaji Hanya 3 Persen
  • Sekolah Rakyat Singkawang Capai 58 Persen, Siap Selesai 20 Juni
  • Juara Polytron Indonesia Open 2026: Raymond/Joaquin Dinilai Salah Satu MD Terbaik
  • Libur Sekolah, Sleman Target 450 Ribu Wisatawan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Efektivitas Stimulus Ekonomi Bergantung pada Ketepatan Penyaluran
Ekonomi

Efektivitas Stimulus Ekonomi Bergantung pada Ketepatan Penyaluran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Efektivitas Stimulus Ekonomi Bergantung pada Ketepatan Penyaluran
Anak-anak bermain di pemukiman kumuh padat penduduk di Muara Baru, Jakarta Utara. BPS DKI Jakarta merilis tahun 2024 tercatat ada 464,93 ribu orang penduduk miskin di Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai efektivitas stimulus ekonomi sebesar Rp24,44 triliun amat bergantung pada ketepatan sasaran dan kecepatan penyaluran. Hal ini penting mengingat masih terdapat tantangan besar dalam menjangkau sektor informal serta risiko kebocoran bantuan yang berpotensi mengurangi dampak kebijakan tersebut.

“Ketepatan penyaluran bantuan stimulus dapat diukur melalui evaluasi terhadap dua jenis kesalahan utama,” kata Rizal, Senin (2/6).

Pengukuran tersebut yaitu inclusion error dan exclusion error. Inclusion error terjadi ketika individu yang tidak memenuhi syarat justru menerima bantuan. Sedangkan, exclusion error terjadi saat individu yang seharusnya mendapatkan bantuan malah tidak tercatat sebagai penerima. Kedua jenis kesalahan ini mencerminkan kelemahan dalam sistem pendataan dan penyaluran bantuan sosial di Indonesia.

Baca juga : Stimulus Pemerintah mulai Juni 2025 Dinilai Lemah dan Salah Sasaran

Rizal mengatakan dalam temuan evaluasi kementerian atau lembaga pemerintah menunjukkan masih adanya permasalahan serius, terutama terkait data ganda dalam daftar penerima bantuan sosial. Misalnya saja, temuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai penghapusan 52 juta data ganda penerima bantuan sosial (bansos) diumumkan pada 18 Agustus 2021. 

“Hal tersebut mengindikasikan adanya ketidaktepatan dalam penyaluran, yang bisa berdampak pada efektivitas stimulus secara keseluruhan,” jelasnya. 

Selain itu, evaluasi juga menunjukkan masih terdapat penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali dalam berbagai program bantuan sosial, yang disebabkan oleh ketidaksesuaian pencatatan administrasi serta lemahnya koordinasi antarinstansi pemerintah.

Baca juga : Stimulus Ekonomi Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II dan III

Di sisi lain, Rizal menegaskan exclusion error juga menjadi perhatian utama. Pasalnya, banyak anggota masyarakat yang layak justru tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah strategis berupa optimalisasi sistem digitalisasi data penerima bantuan sosial berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta peningkatan koordinasi antarlembaga untuk menyinkronkan dan memvalidasi data penerima manfaat. 

Jika diimplementasikan secara baik dengan berbasis data yang akurat, stimulus ekonomi yang mencakup penyaluran bantuan sosial, subsidi upah, diskon transportasi, diskon tarif tol dan insentif sektor padat karya berpeluang memperkuat daya beli masyarakat dalam jangka pendek dan menjaga stabilitas ekonomi domestik.

“Stimulus ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap konsumsi rumah tangga, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah,” pungkas Rizal. (Ins/E-1)

Bergantung Efektivitas Ekonomi Ketepatan pada Penyaluran Stimulus
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik

13 Juni 2026

XLSMART Siap Gelar BRAVO 500 Summit 2026

13 Juni 2026

5 Perbedaan Emas Batangan dan Perhiasan untuk Investasi Jangka Panjang

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

15 Puisi Alam yang Menggugah Hati

13 Juni 2026

Live Streaming Balapan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Pantau Hasilnya Sekarang

13 Juni 2026

Itel A100 Pro: Smartphone Murah dengan Performa Tinggi dan Baterai Tahan Lama

13 Juni 2026

5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?