Pengalaman Pribadi Aurelie Moeremans yang Mengguncang Publik
Aurelie Moeremans, seorang artis dan penulis, baru-baru ini membagikan kisah hidupnya dalam bukunya yang berjudul Broken Strings. Buku ini menjadi perbincangan publik karena mengungkap pengalaman pribadinya sebagai korban grooming. Grooming adalah praktik manipulatif yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak atau remaja sebelum akhirnya melakukan eksploitasi.
“Aku digrooming saat usiaku 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming, tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie dalam bukunya.
Pengalaman tersebut mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk salah satunya adalah Hesti Purwadinata. Dalam sebuah unggahan di Instagram Story, Hesti menyampaikan rasa kagumnya atas cerita Aurelie.
“Haii Oleliii, aku baru selesai baca cerita hidupmu di digital book kamu. Dulu sering banget dengar sepenggal-sepenggalnya, tapi jujur baru sekarang benar-benar tahu the whole story apa yang kamu alami, lalui, dan mimpi buruk yang harus kami tanggung sendirian,” tulis Hesti.
Ia juga bercerita tentang momen ketika mereka pernah bertemu di backstage TV. Saat itu, mereka sedang membawa Angel, dan Aurelie masih bersama orang yang melakukan grooming terhadapnya.
“Aku sempat nanya-nanya soal Angel ke kamu. Ya Allah baru sekarang aku sadar, berarti di momen itu kamu sedang berada di salah satu fase paling mengerikan dalam hidupmu,” tulis Hesti.
Hesti merasa miris ketika mengetahui bahwa lelaki yang melakukan hal tersebut masih bebas hingga kini. Ia menyampaikan harapan agar pelaku tidak pernah lagi diberi panggung.
“Kamu luar biasa kuat,” tutup Hesti.
Namun, setelah Hesti memberikan dukungan, ia dan suaminya, Edo Borne, justru mendapat ancaman. Ancaman masuk ke pesan WhatsApp Edo.
“Gw tunggu feedbacknya ya bro. Gw lewat elu krn gw masih respect sama lu sebagai suami Hesto. Dan gw kenal elu juga, tolong feedbacknya. Oke bro.” tulis pesan tersebut.
Namun chat itu tidak ditanggapi. Pesan lainnya kemudian datang:
“Oke Do gw udah berusaha menjangkau kalian berdua yah. Tapi keliatannya memang tidak direspons. Gw tunggu 1×24 jam ya bro. Kalo memang tidak ada respons, jadi gw tau musti menempuh jalur hukum apabila diperlukan.”
Atas ancaman tersebut, Aurelie membuat keputusan untuk tidak lagi merepost postingan dari teman-temannya yang memberikan dukungan padanya.
“Alasan kenapa sudah gak repost stroy dukungan, bahkan dari teman sendiri atau rekan artis, sederhana tapi penting. Aku pernah repost story Teh Hesti, setelah itu sampai sekarang Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM, sampai ke WhatsApp. Tentu tidak digubris. Tapi tetap saja, itu ganggu. Dan aku tidak enak. Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat. Jadi kalau tidak repost, itu buk.”
Aurelie memilih untuk melindungi orang-orang yang mendukungnya, meskipun hal itu berarti ia harus menjauh dari dukungan yang ia terima. Keputusan ini menunjukkan kekuatan dan kesadaran yang tinggi dari Aurelie dalam menghadapi situasi yang sangat sensitif.



