Momentum Penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut Gorontalo
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang digelar di Manado menjadi momen penting dalam sejarah perbankan daerah tersebut. RUPS Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa (RUPS-LB) menjadi ajang untuk menentukan masa depan jajaran Komisaris dan Direksi bank yang dikelola oleh pemerintah daerah.
Pada acara ini, dua nama kuat muncul sebagai calon pengisi posisi strategis di jajaran Dewan Komisaris “Torang Pe Bank”. Nama-nama tersebut mencuri perhatian publik karena latar belakang dan pengalaman yang dimiliki. Mereka diharapkan bisa membawa perubahan signifikan dalam kepemimpinan BSG ke depan.
Vicky Lumentut: Kandidat Kuat untuk Kursi Komisaris
Salah satu tokoh yang mendapat perhatian adalah Dr. Ir. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, S.H., M.Si. Ia lebih dikenal dengan panggilan Vicky Lumentut. Nama ini disebut-sebut akan mengisi salah satu kursi Komisaris BSG. Kehadirannya dinilai sebagai langkah strategis mengingat pengalaman panjangnya dalam tata kelola pemerintahan.
Vicky Lumentut pernah menjabat sebagai Wali Kota Manado selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2020. Ia tercatat sebagai Wali Kota Manado ke-19 sejak kemerdekaan Republik Indonesia. Selama menjabat, ia dikenal dengan berbagai program pro-rakyat, seperti layanan kesehatan gratis (Universal Coverage), tunjangan lansia, dana duka, insentif rohaniawan, hingga peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan dan kepala lingkungan.
Di samping itu, Vicky juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), kemudian meraih gelar Sarjana Hukum di Unsrat pada 2011. Ia juga menyelesaikan studi magister di IPB University, STIE Widya Jayakarta, hingga pendidikan pascasarjana di Prancis. Gelar doktor diraihnya dari Université Aix Marseille III, Prancis.
Selain itu, Vicky juga aktif di dunia politik dan organisasi. Ia pernah menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sulut dan Ketua DPD Partai NasDem Kota Manado. Saat ini, ia tercatat sebagai suami dari Prof Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.
Rania Riris Ismail: Representasi Kepentingan Daerah Gorontalo
Nama kedua yang menarik perhatian adalah Rania Riris Ismail. Ia hadir dalam RUPS dan dianggap sebagai representasi dari kepentingan daerah Gorontalo dalam struktur pengawasan bank yang milik bersama dua provinsi ini. Rania Riris Ismail merupakan menantu dari Gubernur Gorontalo saat ini, Gusnar Ismail.
Kehadirannya di arena RUPS langsung menjadi sorotan. Pantauan Tribun Manado menunjukkan bahwa Rania Riris Ismail duduk bersama jajaran Komite Bank SulutGo serta Vicky Lumentut di dalam ruang pelaksanaan RUPS. Kedatangannya ikut memunculkan informasi bahwa ia digadang-gadang akan mengisi salah satu posisi Komisaris Bank SulutGo sebagai perwakilan dari Provinsi Gorontalo.

Agenda RUPS yang Krusial
Agenda RUPS Bank SulutGo tahun ini memang menjadi perhatian publik, menyusul adanya kabar mengenai kemungkinan pergantian di jajaran Komisaris dan Direksi bank milik pemerintah daerah tersebut. Dalam RUPS kali ini, ada dua agenda utama yang dibahas, yaitu RUPS Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa (RUPS-LB).
RUPS Tahun Buku 2025 fokus pada evaluasi kinerja keuangan sepanjang tahun lalu. Sementara itu, RUPS-LB menjadi tempat untuk menentukan perombakan dan penunjukan jajaran Komisaris serta Direksi baru secara resmi oleh para pemegang saham.

Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting
Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), dalam RUPS kali ini menjadi perhatian khusus. Sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), suara YSK memiliki bobot yang sangat menentukan arah kepemimpinan bank ke depan. YSK tiba di kantor pusat BSG sekitar pukul 09.30 Wita dengan kawalan protokol yang ketat. Kehadirannya disambut langsung oleh jajaran manajemen yang saat ini masih menjabat.
Selain YSK, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail juga tampak memasuki area gedung. Sebagai perwakilan dari pemegang saham provinsi tetangga, Gusnar membawa amanat besar dari masyarakat Gorontalo.
Peserta RUPS kali ini memang sangat lengkap. Sebanyak 15 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Sulawesi Utara dilaporkan hadir memenuhi undangan tersebut. Dari sisi Gorontalo, enam kepala daerah atau perwakilannya juga telah berada di Gedung Kantor Pusat BSG. Kehadiran para kepala daerah ini penting karena masing-masing kabupaten/kota memiliki porsi saham di bank tersebut.
Dari pihak internal BSG, tampak Komisaris seperti Max Kembuan yang mewakili PT Mega Corpora sudah bersiap di ruang rapat. Kehadiran perwakilan korporasi swasta ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor privat. Komisaris Utama saat ini, Ramoy Markus Luntungan, juga terlihat bersama anggota dewan komisaris lainnya, yakni Syahrul Mamonto dan Jacklyj Koloay. Mereka semua menunggu keputusan apakah posisi mereka akan dipertahankan atau diganti.
Di barisan kursi eksekutif, Direktur Utama Revino Pepah memimpin jajaran direksi. Ia didampingi oleh Pius Batara (Dirpem), Machmud Turuis (Dirkep), Joubert Dondokambey (Dirum), dan Louisa Parengkuan (Dirops). Isu pergantian ini semakin menguat seiring dengan tuntutan publik akan inovasi perbankan yang lebih agresif. BSG diharapkan mampu bersaing dengan bank nasional dalam hal digitalisasi dan layanan nasabah.



