Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Februari 2026
Trending
  • Damri luncurkan rute baru Jakarta–Denpasar melalui Tol Trans Jawa: Jadwal, harga, dan titik naik
  • Harga Mitsubishi Mirage 2013 Bekas Semakin Murah, Cek Disini
  • Masih di Pekan Ini, 3 Shio Dapat Kabar Gembira yang Tingkatkan Hidup
  • Liga Inggris – Ayah Alexis Mac Allister Beri Pesan ke Man United Soal Transfer Musim Panas
  • Muballigh sebagai Mitra Strategis Kota di Tengah Perubahan Modern
  • Nasib Miranti Afrina, Pemeriksaan Darah dan Rambut Akibat Kasus Narkoba Suaminya
  • 5 Resolusi Keuangan Tahun Baru Imlek untuk Rezeki Lancar
  • Harga turun drastis! BYD Song Ultra EV hanya Rp438 juta, jarak tempuh 710 km
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Dosen IPB: Kegagalan Pengelolaan Tanah dan Air Picu Bahaya Sinkhole
Ragam

Dosen IPB: Kegagalan Pengelolaan Tanah dan Air Picu Bahaya Sinkhole

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Fenomena Sinkhole di Sumatera Barat: Tanda Kekhawatiran yang Terabaikan

Sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang terjadi di Sumatera Barat tidak lagi bisa dipandang sebagai kejadian alam biasa. Kemunculan lubang runtuhan secara tiba-tiba di kawasan permukiman dan pertanian menjadi indikator nyata krisis tata kelola tanah dan air tanah yang selama ini luput dari perhatian. Fenomena ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sedang mengalami tekanan berat, terutama akibat intervensi manusia.

Proses Terbentuknya Sinkhole

Menurut Guru Besar Ilmu Tanah IPB University, Widiatmaka, secara ilmiah sinkhole terbentuk akibat hilangnya kestabilan struktur tanah melalui proses pelindian (leaching) dan erosi bawah permukaan (piping). Proses ini terutama terjadi pada tanah bertekstur halus hingga sedang yang berada di atas batuan mudah larut atau lapisan berongga.

“Curah hujan tinggi memang berperan sebagai pemicu, tetapi penyebab utamanya adalah melemahnya struktur tanah akibat hilangnya partikel halus dari lapisan bawah. Rongga terbentuk secara perlahan, tetapi runtuhnya bisa sangat tiba-tiba,” ujar dia melalui keterangan tertulis, Rabu, 21 Januari 2025.

Dampak Aktivitas Manusia

Dalam banyak kasus, kondisi tersebut diperparah oleh aktivitas manusia yang mengubah sistem air-tanah secara drastis. Pengambilan air tanah berlebihan, pembangunan drainase tanpa kajian hidrogeologi, serta pembebanan lahan tanpa perhitungan daya dukung tanah mempercepat kegagalan struktur tanah.

Perubahan tata guna lahan merupakan faktor kunci yang kerap diabaikan. Alih fungsi hutan dan lahan bervegetasi menjadi kawasan terbangun atau pertanian intensif menghilangkan fungsi ekologis tanah sebagai penyangga air dan struktur.

“Hilangnya penutup vegetasi dan bahan organik tanah menurunkan agregasi tanah. Akibatnya, tanah kehilangan kohesi dan menjadi sangat rentan terhadap erosi internal melalui piping,” katanya.

Pengaruh Air Hujan dan Perubahan Aliran Air Bawah Tanah

Dalam kondisi tersebut, air hujan tidak lagi terdistribusi secara stabil, melainkan terkonsentrasi ke jalur tertentu di bawah permukaan. Aliran air terfokus inilah yang mempercepat pembentukan rongga dan melemahkan lapisan penutup tanah.

Widiatmaka menilai eksploitasi air tanah berlebihan sebagai faktor paling berbahaya karena bekerja seperti “bom waktu” di bawah permukaan. Penurunan muka air tanah secara cepat menghilangkan tekanan penyangga alami pada rongga bawah tanah. Sementara fluktuasi basah-kering berulang melemahkan kohesi tanah.

“Tanpa pengendalian ketat, pengambilan air tanah bukan hanya mengancam ketersediaan air, tetapi juga mengorbankan stabilitas lahan dan keselamatan manusia,” ucapnya.

Wilayah Paling Rentan

Di Indonesia, sinkhole paling berpotensi terjadi pada tanah bertekstur halus hingga sedang di kawasan karst (batu gamping) serta material vulkanik tua yang telah sangat lapuk. Kondisi ini banyak dijumpai di kawasan karst Gunung Sewu (DIY–Jawa Tengah), Maros–Pangkep (Sulawesi Selatan), Kendeng Utara dan Selatan (Jawa Tengah–Jawa Timur), Citatah–Padalarang (Jawa Barat), serta Sangkulirang–Mangkalihat (Kalimantan Timur).

Selain itu, wilayah dengan material vulkanik tua yang telah mengalami pelapukan intensif, seperti Cekungan Bandung dan sekitarnya, lereng gunung api tua di Jawa bagian tengah dan barat, serta beberapa kawasan di Sumatera bagian barat juga memiliki potensi pembentukan sinkhole.

“Tanah-tanah ini umumnya berstruktur lemah, berporositas tinggi, dan miskin bahan organik, sehingga rentan mengalami amblesan ketika terjadi perubahan aliran air bawah tanah,” kata dia.

Dampak Langsung dan Solusi Mitigasi

Sinkhole berdampak langsung pada keberlanjutan lahan, merusak infrastruktur, mengganggu drainase, serta menurunkan produktivitas pertanian. Dari sisi lingkungan, runtuhan tanah mengubah aliran air dan meningkatkan risiko pencemaran air tanah.

Sebagai mitigasi, Widiatmaka menegaskan bahwa penanganan sinkhole tidak boleh bersifat reaktif. Identifikasi dan pemetaan kerentanan lahan harus dilakukan melalui kajian ilmiah terintegrasi, diperkuat dengan monitoring air tanah dan survei geofisika dangkal.

“Sinkhole adalah peringatan keras bahwa sistem tanah air kita sedang tidak sehat. Tanpa sinergi sains dan kebijakan, runtuhan tanah hanya tinggal menunggu waktu,” kata dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga Mitsubishi Mirage 2013 Bekas Semakin Murah, Cek Disini

21 Februari 2026

Harga turun drastis! BYD Song Ultra EV hanya Rp438 juta, jarak tempuh 710 km

20 Februari 2026

Dari Stylo 160 ke ADV 160, Ini Pilihan Matic 160 CC Honda Termurah dengan Spesifikasi Mesin Sama

20 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Damri luncurkan rute baru Jakarta–Denpasar melalui Tol Trans Jawa: Jadwal, harga, dan titik naik

21 Februari 2026

Harga Mitsubishi Mirage 2013 Bekas Semakin Murah, Cek Disini

21 Februari 2026

Masih di Pekan Ini, 3 Shio Dapat Kabar Gembira yang Tingkatkan Hidup

20 Februari 2026

Liga Inggris – Ayah Alexis Mac Allister Beri Pesan ke Man United Soal Transfer Musim Panas

20 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?