Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua
  • Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam
  • Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia
  • Telkom gelar GoZero% Festival Inovasi, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
  • Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI
  • Dua Kesepakatan Bebaskan Nabilah O’Brien, Akui Lelah dan Ingin Tidur
  • Opini: Penyempurnaan Program Asuransi
  • Prediksi Laga Persib vs Persik di Liga Super
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Donald Trump Janji Ukraina akan Terima Manfaat jika Akhiri Perang
Nasional

Donald Trump Janji Ukraina akan Terima Manfaat jika Akhiri Perang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Mei 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Donald Trump Janji Ukraina akan Terima Manfaat jika Akhiri Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Anadolu)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan percakapan teleponnya yang telah lama dinantikan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, berlangsung dengan sangat baik. Rusia dan Ukraina akan segera memulai proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Trump menggambarkan pembicaraan selama dua jam tersebut sebagai komunikasi yang luar biasa dan mengungkapkan bahwa Rusia menunjukkan ketertarikan besar untuk menjalin kerja sama dagang dengan Amerika Serikat setelah konflik berakhir.

Dia menyebut potensi hubungan dagang antara kedua negara sebagai “tidak terbatas,” sembari menambahkan bahwa Ukraina bisa menjadi penerima manfaat besar dalam upaya rekonstruksi dan perdagangan pascaperang.

Baca juga : Trump dan Putin Sepakat Perang Rusia-Ukraina Harus Diakhiri

“Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi menuju gencatan senjata dan yang lebih penting, mengakhiri perang,” katanya seperti dilansir Anadolu, Selasa (20/5).

Segera bernegosiasi

Trump dalam unggahan di media sosialnya, menulis persyaratan untuk itu akan dinegosiasikan antara kedua pihak, sebagaimana mestinya karena mereka mengetahui rincian negosiasi yang tidak akan diketahui orang lain.

Ia juga menyebut bahwa Vatikan, melalui perwakilan Paus, menyatakan ketertarikan untuk menjadi tuan rumah proses perundingan. “Biarkan prosesnya dimulai!” tambahnya.

Baca juga : Putin Siap Bahas Gencatan Senjata dan Perjanjian Damai dengan Ukraina

Trump menyebut telah memberi pengarahan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan sejumlah pejabat Eropa lainnya setelah pembicaraan dengan Putin selesai.

Sementara itu, dalam konferensi pers di Sochi, Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai terbuka dan substantif.  Dia mengatakan Trump mengakui komitmen Rusia terhadap solusi damai dalam konflik Ukraina.

“Presiden AS menyampaikan posisinya mengenai gencatan senjata dan pada bagiannya, juga mencatat bahwa Rusia mendukung penyelesaian damai krisis Ukraina. Kita hanya perlu menentukan cara paling efektif untuk bergerak menuju perdamaian,” ujar Putin.

Baca juga : Donald Trump: Rusia dan Ukraina Segera Mulai Negosiasi Gencatan Senjata

Kemungkinan gencatan senjata, lanjutnya dapat diwujudkan apabila kedua belah pihak mencapai kesepakatan dan kesepakatan yang dapat diterima bersama harus ditemukan antara Rusia dan Ukraina.

“Kami telah sepakat dengan Presiden AS bahwa Rusia akan mengusulkan dan siap bekerja sama dengan pihak Ukraina dalam sebuah memorandum mengenai kemungkinan perjanjian damai di masa mendatang,” pungkasnya.

Hal itu juga mendefinisikan sejumlah posisi seperti prinsip penyelesaian, waktu kemungkinan perjanjian damai, termasuk kemungkinan gencatan senjata untuk waktu tertentu jika kesepakatan tercapai.

Baca juga : Trump akan Telepon Putin untuk Bicarakan Upaya Gencatan Senjata

Pulihkan hubungan

Pejabat Kremlin Yuri Ushakov menyatakan pihaknya ingin hubungan bilateral Rusia-AS dipulihkan. Ushakov mengatakan, Trump melihat Rusia sebagai salah satu mitra terpenting AS dan cukup emosional memandang hubungan bilateral AS-Rusia ke depan.

“Kedua presiden membahas kondisi hubungan bilateral saat ini dan mereka menyatakan dukungan bagi proses normalisasi hubungan,” ucap Yuri Ushakov.

Ushakov menambahkan, Presiden AS itu berulang kali menegaskan keinginannya agar tercipta hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan dengan Rusia, mengingat peran negara tersebut di kancah global serta posisi ekonominya.

“Ia juga secara spesifik menyoroti prospek hubungan bilateral cukup mengesankan, begitu konflik di Ukraina berakhir hingga tahap tertentu,” paparnya.

Pejabat Kremlin itu menambahkan Trump belum membicarakan tenggat waktu atau kerangka waktu untuk mencapai gencatan senjata di Ukraina. “Tidak, kami tidak membahas hal ini, meskipun Trump secara alami menekankan minatnya untuk segera mencapai semacam kesepakatan,” ujar Ushakov.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodmymyr Zelensky mengatakan dirinya telah meminta Trump untuk tidak membuat keputusan tentang Ukraina tanpa melibatkan pihaknya.

“Saya memintanya untuk tidak membuat keputusan apa pun tentang Ukraina tanpa kami, sebelum percakapannya dengan Putin,” tutur Zelensky.

Ia bahkan belum memiliki rincian terkait usulan gencatan senjata dengan Putin saat ini. “Begitu kami menerima usulan dari Rusia, kami akan dapat merumuskan visi kami sesuai apa adanya,” tambah Zelensky.

Di sisi lain, Pemerintah Jerman mengatakan Eropa siap “meningkatkan tekanan” terhadap pada Rusia melalui sanksi tambahan. Hal itu disampaikan Berlin setelah Trump memberi pengarahan kepada para pemimpin Eropa tentang hasil percakapannya dengan Putin.

“AS setuju mengoordinasikan pembicaraan mengenai Ukraina dengan mitra-mitra Eropanya,” kata Juru bicara Kanselir Jerman, Friedrich Merz. (AFP/I-1)

akan Akhiri Donald Janji jika Manfaat Perang Terima Trump Ukraina
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Nabilah O’Brien Terlanjur Viral, ZK Buka Pernyataan Berbeda

15 Maret 2026

Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI

15 Maret 2026

Opini: Penyempurnaan Program Asuransi

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua

15 Maret 2026

Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam

15 Maret 2026

Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia

15 Maret 2026

Telkom gelar GoZero% Festival Inovasi, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?