Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 19 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Dirut Bank Muamalat Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat di Kuartal I-2026
Ekonomi

Dirut Bank Muamalat Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat di Kuartal I-2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID-JAKARTA.

Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Imam Teguh Saptono, menilai prospek perekonomian Indonesia pada kuartal I-2026 masih berada dalam jalur yang relatif kuat, meskipun tetap dibayangi sejumlah risiko eksternal. Menurutnya, fundamental domestik Indonesia masih cukup resilien untuk menopang pertumbuhan awal tahun depan.

Dari sisi inflasi, Imam memperkirakan bahwa inflasi akan tetap terkendali dalam sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5% ± 1%, sehingga daya beli masyarakat dan stabilitas biaya ekonomi relatif terjaga. Dari segi pertumbuhan, berbagai proyeksi institusional menunjukkan ruang ekspansi yang masih solid pada 2026.

IMF dalam World Economic Outlook Oktober 2025 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 4,9% pada 2026, sementara arah APBN 2026 memasang target pertumbuhan sekitar 5,4% dengan defisit tetap dijaga di bawah 3%. Meski demikian, Imam mengingatkan potensi crowding out effect akibat pembiayaan fiskal yang dapat memberikan tekanan kenaikan suku bunga, meskipun dinilai masih dalam skala terbatas.

Dari sisi belanja pemerintah, Imam mengaku cukup optimistis, dengan catatan kuat pada aspek eksekusi. Menurutnya, belanja pemerintah pada awal tahun berpotensi menjadi pengungkit aktivitas ekonomi, namun sangat bergantung pada kecepatan realisasi dan kualitas belanja agar benar-benar produktif dan tepat sasaran.

Terkait penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara, Imam menilai kebijakan tersebut berpotensi memperkuat likuiditas sistem perbankan dan membuka ruang penyaluran kredit. Namun, transmisi ke sektor produktif menjadi faktor kunci agar kebijakan tersebut tidak sekadar menjadi parkir likuiditas.

Dampaknya terhadap ekonomi akan signifikan apabila kredit benar-benar tersalurkan ke sektor produktif. Pemulihan daya beli masyarakat, khususnya melalui insentif bagi sektor padat karya, menjadi critical factor.

Untuk daya beli masyarakat, Imam menilai kondisinya berada pada level netral-positif. Inflasi yang terkendali membuka ruang perbaikan daya beli riil, namun konsumsi tetap sensitif terhadap kondisi pasar tenaga kerja, ekspektasi pendapatan, serta dinamika global dan domestik.

Sementara itu, kondisi ekonomi global pada kuartal I-2026 masih dipandang penuh kehati-hatian. IMF memproyeksikan pertumbuhan global sekitar 3,1% pada 2026, dengan risiko utama berasal dari ketegangan geopolitik dan fragmentasi perdagangan global. Konsekuensinya, dunia usaha perlu menerapkan strategi yang lebih defensif, terutama dalam pengelolaan risiko nilai tukar, harga komoditas, dan biaya pendanaan.

Dari sisi domestik, kondisi politik pada kuartal I-2026 dinilai cukup kondusif namun tetap sensitif terhadap stabilitas dan kepastian hukum. Imam menekankan bahwa dunia usaha membutuhkan stabilitas sosial-politik dan konsistensi kebijakan agar kepercayaan pelaku usaha tetap terjaga.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, Bank Muamalat memastikan akan tetap melanjutkan ekspansi bisnis pada kuartal I-2026 dengan pendekatan yang selektif dan terukur. Fokus ekspansi akan diarahkan pada sektor-sektor yang resilien, memiliki arus kas kuat, serta berbasis manajemen risiko yang ketat.

Dengan inflasi yang terjaga dan dukungan stabilitas sektor keuangan, ruang pertumbuhan perbankan pada 2026 masih terbuka. Namun ekspansi harus dilakukan secara risk-based agar tetap berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?