Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Investasi Cerdas untuk Bisnis Sukses di Tengah Persaingan! Suzuki Carry Minivan 2026 Tangguh dan Irit
  • KONI Dukung Menpora Tuntaskan Kekerasan Seksual, Pelaku Di Larang Sepenuhnya Terlibat dalam Olahraga
  • 5 strategi jualan takjil di jalan, selalu ramai pembeli!
  • Borneo FC vs Persib: Bojan Hodak Kembali Diuji
  • 6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja
  • Pesan Menag Nasaruddin Umar yang menyentuh hati: Mengingat Tuhan dengan penuh haru
  • 7 rekomendasi ponsel Rp1 jutaan terbaru Maret 2026, dari Infinix hingga POCO
  • Fitch Turunkan Outlook Bank BUMN, OJK Jamin Fondasi Stabil
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Detik-detik Keluarga Tewas, Anak Menjerit Pilu Lihat Ibu Tergeletak
Hukum

Detik-detik Keluarga Tewas, Anak Menjerit Pilu Lihat Ibu Tergeletak

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tragedi Keluarga di Warakas: Empat Orang Tewas dan Satu Kritis Akibat Keracunan

Pada Jumat (2/1/2026), sebuah kejadian memilukan terjadi di Jalan Warakas VIII, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kejadian ini mengguncang warga setempat ketika satu keluarga ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Tiga orang meninggal dunia seketika, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis. Kejadian ini masih menjadi misteri karena tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh para korban.

Awal Mula Kejadian

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah satu anak korban yang pulang dari tempat kerja. Alih-alih disambut hangat oleh keluarga, ia justru menemukan pemandangan yang mengerikan. Ibu dan saudara-saudaranya tergeletak tak sadarkan diri. Dari laporan awal, mereka mengeluarkan busa dari mulut dan memiliki ruam merah di kulit.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, menjelaskan bahwa saat saksi memasuki rumah, kondisi keluarga tersebut sangat memprihatinkan. “Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Seno.

Teriakan minta tolong dari sang anak memecah keheningan gang sempit di Warakas, memancing warga untuk segera berdatangan. Peristiwa ini memicu kepanikan di kalangan tetangga.

Identitas Korban dan Gejala Fisik

Identitas korban tewas diketahui adalah ibu berinisial S (50 tahun) serta dua anaknya, AA (27 tahun) dan AA (13 tahun). Saat ditemukan, kondisi fisik para korban menunjukkan gejala yang tidak biasa, yang memperkuat dugaan adanya keracunan hebat.

“Ya itu juga masih dalam pemeriksaan ya. Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya,” tambah Seno, merujuk pada kondisi kulit jenazah yang ditemukan berbusa.

Sementara itu, satu anak perempuan lainnya berhasil ditemukan masih bernapas, meskipun dalam keadaan kritis dan langsung dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tetangga korban, Tuti, mengonfirmasi hal tersebut. “Satu baru pulang kerja nemuin ibunya pingsan. Yang satunya (satu anak perempuan) kritis di RSUD Koja,” ujar Tuti.

Dugaan Keracunan Masih Didalami

Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengonfirmasi bahwa dugaan awal mengarah pada keracunan masal.

“Empat orang (keracunan). Masih kita lakukan olah TKP ya,” kata Kompol Onkoseno.

Meski dugaan keracunan mencuat kuat, pihak kepolisian enggan berspekulasi terlalu dini mengenai penyebab pasti cairan atau zat apa yang masuk ke tubuh para korban. “Penyebabnya apa atau sebanyak apa karena apa, masih dalam pemeriksaan dari dokter forensik yang menangani,” tegas Iptu Seno Adji Pradana.

Menanti Hasil Otopsi

Kini, garis polisi melintang di depan rumah kontrakan Nomor 108 tersebut. Ketiga jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Hasil otopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik akan menjadi kunci utama untuk menjawab pertanyaan warga.

Apakah ini kecelakaan murni akibat keracunan makanan, gas, atau ada unsur kesengajaan di balik tragedi berdarah di awal tahun ini? Hingga saat ini, jawaban atas pertanyaan ini masih belum ditemukan. Warga dan pihak berwajib sedang menantikan hasil akhir dari proses pemeriksaan medis yang dilakukan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Dokter Richard Lee yang Kini Ditahan, Dulu Dilaporkan Kartika Putri

18 Maret 2026

Berita Terpopuler Kotim: Kecelakaan di Eks Golden, 1 Orang Terluka, Arus Mudik 2026 Terlihat di Sampit

18 Maret 2026

Dampak Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Setelah Viral Pencuri di Restoran, Polri Janjikan Ini

18 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Investasi Cerdas untuk Bisnis Sukses di Tengah Persaingan! Suzuki Carry Minivan 2026 Tangguh dan Irit

19 Maret 2026

KONI Dukung Menpora Tuntaskan Kekerasan Seksual, Pelaku Di Larang Sepenuhnya Terlibat dalam Olahraga

19 Maret 2026

5 strategi jualan takjil di jalan, selalu ramai pembeli!

19 Maret 2026

Borneo FC vs Persib: Bojan Hodak Kembali Diuji

18 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?