Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 2 November 2026
Trending
  • 6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS
  • Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak
  • Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT
  • Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League
  • Prediksi skor Fulham vs Crystal Palace: The Cottagers lolos lewat adu penalti
  • Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia
  • Cicilan Motor DP 0% Diperpanjang hingga 2027, Ini Simulasi Lengkapnya
  • Jadwal Bus AKAP Bali-Jawa Rabu 28 Oktober: Cek Lengkapnya di Sini!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Detik-detik 90 Turis Tiba di Warisan Pinisi Bulukumba
Pariwisata

Detik-detik 90 Turis Tiba di Warisan Pinisi Bulukumba

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 February 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pesta Budaya di Tana Beru

Di pesisir selatan Sulawesi Selatan, pagi selalu datang bersama bunyi yang sama. Deru ombak Tana Beru bergulung pelan, disusul denting palu yang memukul kayu—irama tua yang diwariskan turun-temurun oleh para panrita lopi. Jumat, 30 Januari 2026, irama itu tak hanya milik Bulukumba. Ia menjelma panggilan dunia, ketika 90 wisatawan mancanegara menjejakkan kaki di kampung pembuat pinisi legendaris.

Kapal pesiar mewah MV Coral Geographer perlahan merapat, membawa penumpang dari Australia, Selandia Baru, Inggris, Spanyol, hingga Amerika Serikat. Bagi mereka, Tana Beru bukan sekadar titik singgah. Ia adalah halaman hidup dari sejarah maritim Nusantara.

Penyambutan berlangsung hangat dan bersahaja. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba, Hamrina Andi Muri, berdiri di antara masyarakat pesisir, bersama jajaran Disparpora, Camat Bonto Bahari Andi Arfan Syukri, serta tokoh adat setempat. Tak ada jarak kaku antara tamu dan tuan rumah. Senyum, jabat tangan, dan tatapan ingin tahu mengalir alami, seolah ombak yang tak pernah berhenti mencium pantai.

Menyapa Dunia dari Bantilang Tana Beru

Dalam sambutannya, Hamrina tak sekadar memperkenalkan pinisi sebagai kapal. Ia berbicara tentang identitas. Tentang jiwa orang Bulukumba yang tumbuh dari laut, kayu, dan keberanian menantang samudera. Bantilang Tana Beru, katanya, adalah saksi ketangguhan peradaban maritim Nusantara—sebuah warisan yang telah diakui dunia sejak Pinisi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada 2017.

“Kami sangat bangga menyambut kehadiran para tamu dari berbagai belahan dunia,” ujar Hamrina. “Semoga kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam, sehingga di masa depan Bapak dan Ibu dapat kembali lagi bersama keluarga untuk menikmati keindahan Bulukumba.”

Ia lalu membuka peta imajiner Bulukumba di hadapan para wisatawan. Dari pasir putih Tanjung Bira yang terkenal hingga kearifan hidup Suku Adat Ammatoa Kajang—masyarakat yang memilih kesederhanaan, busana hitam, dan harmoni dengan alam sebagai prinsip hidup. Hamrina juga mengundang para tamu untuk kembali dalam Festival Pinisi, perayaan tahunan yang menjadi penanda komitmen daerah menjaga denyut budaya maritimnya.

Bulukumba dalam Ingatan Para Pelancong

Prosesi penyambutan kian hangat saat miniatur pinisi diserahkan kepada salah satu wisatawan yang bertepatan merayakan ulang tahun. Sebuah simbol kecil, namun sarat makna. Sebagai balasan, rombongan wisatawan menyerahkan cenderamata kepada Camat Bonto Bahari—pertukaran sederhana yang menandai perjumpaan dua dunia.

Budaya tak berhenti pada kata-kata. Tarian tradisional mengalir anggun, disusul atraksi api yang memukau mata, serta permainan Ma’laga bola takraw yang memantik decak kagum. Di sela pertunjukan, wisatawan menikmati kudapan khas pesisir: onde-onde, pisang goreng hangat, dan rambutan segar. Angin laut membawa aroma asin yang berpadu dengan tawa dan percakapan lintas bahasa.

Pengalaman di Bantilang Tana Beru

Puncak pengalaman hadir saat para tamu diajak menelusuri bantilang—jantung pembuatan pinisi. Di sana, mereka menyaksikan kapal raksasa dirakit tanpa gambar teknik formal. Hanya ingatan, pengalaman, dan naluri yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kayu disusun, dipahat, dan disatukan dengan keyakinan bahwa laut akan menerima karya mereka.

Kamera terus terangkat. Pertanyaan mengalir. Beberapa wisatawan memilih membeli cendera mata khas Tana Beru, membawa pulang potongan kecil dari kisah besar yang mereka saksikan.

Kesimpulan

Tepat pukul 12.00 WITA, rombongan kembali ke MV Coral Geographer. Kapal perlahan menjauh, namun cerita tentang Bulukumba tetap tinggal—di ingatan, di foto, dan mungkin di kerinduan untuk kembali.

Kunjungan singkat ini bukan sekadar agenda pariwisata. Ia adalah pertemuan antara tradisi dan masa depan, antara kearifan lokal dan dunia global. Di Tana Beru, Pinisi kembali membuktikan bahwa dari kampung kecil di pesisir selatan Sulawesi Selatan, suara Bulukumba mampu berlayar jauh, melampaui cakrawala.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Bus AKAP Bali-Jawa Rabu 28 Oktober: Cek Lengkapnya di Sini!

2 November 2026

Vietnam Genjot Pariwisata Premium, Tambah 10.000 Kamar Hotel Mewah

1 November 2026

Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang

31 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS

2 November 2026

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT

2 November 2026

Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League

2 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?