Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 26 Agustus 2026
Trending
  • Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah
  • Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga
  • Profil dan Biodata Asta RAN, Musisi yang Aktif Sejak SMA
  • Kementerian PKP Butuh Rp106 Triliun, Dana Terbesar untuk Bedah Rumah
  • 7 fakta misteri rumah kosong di Flex X Cop 2, temukan 5 mayat!
  • Kalender Liturgi Katolik Hari Ini: Jumat, 21 Agustus 2026, Pesta Wajib St Pius X
  • Hasil D Academy 8 Top 31 Grup 5, Wakil Cirebon dan Garut Lolos
  • Jangan terkena panas, kunjungi 10 destinasi dingin di Indonesia ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»DAS Kulon Dipenuhi Enceng Gondok, Masalah Serius!
Nasional

DAS Kulon Dipenuhi Enceng Gondok, Masalah Serius!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Masalah Eceng Gondok di Kabupaten Indramayu

Di bulan Desember, intensitas hujan biasanya tinggi dan dapat mempengaruhi debit air. Di Kabupaten Indramayu, sungai-sungai banyak ditumbuhi tanaman gulma seperti eceng gondok. Tanaman ini menjadi masalah yang cukup krusial di beberapa sungai dan waduk, namun sayangnya belum mendapatkan perhatian yang optimal secara menyeluruh.

Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu ekosistem dan mengancam keamanan masyarakat. Selain itu, aliran sungai juga menjadi ujung tombak pengairan sawah di wilayah kabupaten Indramayu, yang merupakan penyangga lumbung padi nasional. Hal ini membuat permasalahan eceng gondok semakin penting untuk segera diatasi.

Salah satu lokasi yang terpantau adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Sema (Kalen Sema) di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Eceng gondok sudah menutupi aliran sungai, sehingga warga sekitar mulai mengkhawatirkan kondisi DAS tersebut.

Menurut salah satu warga blok Pelabuhan Kiajaran Kulon, Tarkim, jika dibiarkan, eceng gondok dapat menyebabkan berbagai dampak negatif. Selain mengganggu aliran sungai dan meningkatkan risiko banjir, pembusukan eceng gondok yang mati juga dapat menyebabkan kualitas air menurun dan berdampak buruk pada ekosistem perairan serta kesehatan masyarakat. Selain itu, keberadaan eceng gondok juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat seperti pertanian dan perikanan serta menjadi sarang nyamuk karena airnya terhambat.

Warga telah berusaha membersihkan eceng gondok secara gotong royong, tetapi tidak mampu karena keterbatasan tenaga. Mereka memohon kepada Bupati maupun instansi terkait untuk mengatasi permasalahan eceng gondok. Dari informasi Lurah desa Tarkono, katanya sudah koordinasi dengan instansi terkait, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut.

Upaya Mengatasi Permasalahan Eceng Gondok

Untuk mengatasi permasalahan eceng gondok di Indramayu, diperlukan upaya yang komprehensif dan terpadu dari berbagai pihak. Pemerintah daerah perlu meningkatkan perhatian dan alokasi anggaran untuk penanganan eceng gondok, serta memperkuat koordinasi antar instansi terkait.

Selain itu, perlu dilakukan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan dampak buruk eceng gondok. Edukasi ini bisa dilakukan melalui program sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat setempat.

Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku kerajinan tangan atau energi terbarukan juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi jumlah tanaman ini sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, selain mengatasi permasalahan lingkungan, masyarakat juga bisa memperoleh tambahan penghasilan.

Langkah-Langkah yang Diperlukan

  • Peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembersihan sungai.
  • Penyediaan alat dan sumber daya yang memadai untuk pembersihan eceng gondok.
  • Penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.
  • Pengembangan program pemanfaatan eceng gondok sebagai sumber daya ekonomi.
  • Pelaksanaan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas langkah-langkah yang diambil.

Dengan adanya kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak, diharapkan permasalahan eceng gondok di Kabupaten Indramayu dapat segera terselesaikan. Hal ini akan berdampak positif terhadap ekosistem, kesehatan masyarakat, dan perekonomian lokal.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bukan ODGJ, Mahasiswa Ini Pukuli Pengendara di Lenteng Agung

25 Agustus 2026

Jangan terkena panas, kunjungi 10 destinasi dingin di Indonesia ini

25 Agustus 2026

7 fakta misteri rumah kosong di Flex X Cop 2, temukan 5 mayat!

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah

25 Agustus 2026

Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga

25 Agustus 2026

Profil dan Biodata Asta RAN, Musisi yang Aktif Sejak SMA

25 Agustus 2026

Kementerian PKP Butuh Rp106 Triliun, Dana Terbesar untuk Bedah Rumah

25 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?