Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Dampak Otonomi Daerah belum Maksimal dan Harus Terus Dievaluasi
Politik

Dampak Otonomi Daerah belum Maksimal dan Harus Terus Dievaluasi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 June 2025No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Dampak Otonomi Daerah belum Maksimal dan Harus Terus Dievaluasi
Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai .(Dok. DPD RI)

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Yorrys Raweyai mengungkapkan kebijakan otonomi daerah atau desentralisasi kewenangan sejauh ini belum maksimal. Kebijakan untuk memaksimalkan potensi daerah itu masih harus terus dievaluasi.

Yorrys mengatakan di beberapa daerah, kebijakan otonomi mampu memaksimalkan potensi kedaerahan dengan baik. Daerah-daerah tersebut bahkan mampu memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional dan menginspirasi daerah-daerah lainnya untuk berusaha meningkatkan daya saing lokal.

“Sebagai contoh, implementasi otonomi daerah di Tanah Papua telah mampu menghasilkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya nasionalisme. Sumber-sumber ekonomi lokal perlahan dikelola dengan baik dan memberi hasil yang besar bagi ekonomi nasional,” kata Yorrys kepada Media Indonesia, Rabu (14/5).

Baca juga : Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Memperlemah Otonomi dan Desentralisasi

Yorrys menjelaskan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah merupakan langkah strategis lanjutan dalam mengakselerasi kesadaran publik tentang pentingnya daerah sebagai piranti utama dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dianggap sebelah mata

Eksistensi daerah sebelumnya dijalankan secara sentralistik yang pada gilirannya membuat daerah tidak memiliki kewenangan dan cenderung didikte oleh pusat. Daerah yang memiliki aneka ragam potensi sosial, politik, ekonomi dan budaya, tidak mampu berkembang secara baik, apalagi menyejajarkan dirinya dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Dengan demikian, pelimpahan kewenangan penyelenggaran daerah oleh pemerintah daerah, berdasarkan asas otonomi, diharapkan mampu menggenjot potensi sumber daya daerah dari segala aspek, tanpa harus terputus dengan kepentingan nasional secara luas.

Baca juga : Peningkatan Peran DPD di Era Otonomi Daerah

Yorrys mengatakan pada perkembangannya, riak-riak kedaerahan tidak lagi dapat dianggap sebelah mata. Sebab selain menjadi ancaman nasional, juga dapat berimbas pada tidak tercapainya tujuan otonomi daerah itu sendiri.

“Desentralisasi kewenangan, sedikit banyaknya mampu memaksimalkan potensi-potensi daerah, hingga terkenal di kancah nasional dan internasional,” ungkapnya.

Meski demikian, Yorrys mengaku berbagai momen kunjungan di beberapa daerah, nilai-nilai otonomi yang dimiliki oleh daerah tidak semuanya menghasilkan harapan yang sama bagi daerah. Beberapa daerah bahkan masih membutuhkan intervensi pusat untuk mematangkan kinerja pemerintahan daerah.

Baca juga : RUU Daerah Khusus Jakarta Sarat Nepotisme

Ia mengatakan penyelenggaraan pemerintahan di bidang sosial dan politik. Kebijakan otonomi daerah belum sepenuhnya mampu memberi hasil signifikan. Ia menyoroti orang-orang Asli Papua belum sepenuhnya memiliki kesetaraan kemampuan yang sama untuk menyelenggarakan pemerintahan. Mereka masih membutuhkan perlakuan afirmatif dengan berbagai pendekatan regulasi yang secara bertahap mampu memberdayakan potensi-potensi yang mereka miliki.

“Belum lagi ‘bagi-hasil’ dari sumber ekonomi daerah yang terkadang tidak dirasakan secara signifikan oleh masyarakat di daerah. Hal ini memberi kesan, otonomi daerah hanya “memanfaatkan” daerah dan cenderung membuat daerah kehilangan kewenangan untuk memastikan kesejahteraannya sendiri,” katanya.

Tutupi kelemahan

Kebijakan otonomi daerah merupakan kebijakan yang ideal untuk menciptkan pemerataan dan menstimulus kemampuan daerah. Namun, kebijakan tersebut harus terus dievaluasi dan diuji setiap saat.  

Baca juga : Raja, Sultan, dan Masyarakat Adat Ikut Bidani Kelahiran Indonesia

“Dampak dari kebijakan tersebut memang masih terlalu dini untuk disebut berhasil secara maksimal. Berbagai kekurangan dan kelemahan harus ditutupi dengan inovasi regulatif yang baru dan konsistensi implementasi yang berkelanjutan,” katanya.

Ia mengatakan saat kunjungan di daerah, pemerintah daerah berharap pemerataan akses terhadap sumber daya sosial, politik dan ekonomi, harus lebih ditingkatkan.

Dengan demikian, kebijakan otonomi daerah bukan sekedar melimpahkan kewenangan, tapi juga menyiapkan sarana dan infrastruktur agar mereka mampu menjalankan mekanisme pelimpahan tersebut secara baik. (Faj/P-2)

 

Belum daerah Dampak dan Dievaluasi harus Maksimal Otonomi Terus
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!

25 October 2026

2 tahun Prabowo: Kemenpora percepat transformasi dan prestasi olahraga Indonesia

24 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?