Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 30 Januari 2026
Trending
  • Stadion LE Penuh: 19.612 Suporter Hadir untuk Persipura, Ini Respons Manajer
  • John Herdman Menikmati Atmosfer Super League, Hadir untuk Pemain
  • FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha Usai Kemenangan MU atas Arsenal
  • Rumah Kos Fasilitas Modern dengan Taman dan Lapangan Olahraga Kian Digemari
  • Tanda-tanda karir stagnan dan cara keluar dari situasi itu
  • Pengaruh Tavares: Tetap Rendah Hati Usai Kalahkan PSIM Yogyakarta
  • KIC Jadi Ikon Kuliner dan Olahraga Sehat, Destinasi Akhir Pekan Favorit Kuningan
  • Reuni Gelap Conte: Juventus Hancurkan Napoli 3-0 di Allianz Stadium
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Dampak Buku Aurelie Moeremans Viral, Edo Borne Juga Kena Teror DM dan WA
Hukum

Dampak Buku Aurelie Moeremans Viral, Edo Borne Juga Kena Teror DM dan WA

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Dampak Viralnya Buku Aurelie Moeremans, Sahabat Jadi Korban Ancaman

Buku terbaru Aurelie Moeremans, Broken Strings, yang viral di media sosial, tidak hanya mendapat dukungan dari penggemar dan publik, tetapi juga menimbulkan konsekuensi tak terduga. Beberapa sahabatnya, termasuk Edo Borne dan Hesti Purwadinata, kini menjadi korban ancaman dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketika buku ini mulai menyebar dan mendapat banyak respons positif, muncul kelompok yang merasa tersinggung oleh isi bukunya. Menurut Aurelie, kejadian ini berawal saat ia me-repost unggahan dukungan dari Hesti Purwadinata terkait buku tersebut. Sayangnya, setelah unggahan itu dibagikan ulang, Hesti dan suaminya justru menerima ancaman dari orang tak dikenal.

Ancaman tersebut bahkan sampai ke nomor WhatsApp pribadi Edo Borne. Aurelie mengungkapkan bahwa hal ini sangat mengganggu. Ia menyadari bahwa tindakan merepost unggahan dukungan bisa membuka identitas para pendukungnya kepada pihak-pihak yang berniat buruk.

“Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam,” ujar Aurelie dikutip dari sumber terpercaya.

Sebagai bukti, Aurelie membagikan tangkapan layar pesan WhatsApp yang menunjukkan ancaman yang diterima oleh Edo Borne. Meski tidak langsung merespons ancaman tersebut, situasi ini tetap membuat Aurelie merasa tidak nyaman.

“Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat,” tambahnya.

Lindungi Sahabat, Dukungan Tak Direpost

Setelah kejadian ini, Aurelie memutuskan untuk tidak lagi me-repost unggahan dukungan dari teman maupun rekan sesama artis atas bukunya. Keputusan ini bukan karena kurang menghargai, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar para pendukungnya tidak ikut menjadi sasaran teror.

Ia menyadari bahwa dengan tidak merepost, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tidak akan tahu siapa saja yang mendukungnya. Hal ini menjaga keselamatan para pendukungnya dari ancaman tak jelas.

“Dengan aku tidak repost, dia tidak tahu siapa saja yang mendukungku. Dan teman-temanku bisa tetap aman dari ancaman nggak jelas,” jelas Aurelie.

Meskipun demikian, ia tetap membaca, menghargai, dan merasakan seluruh doa serta dukungan yang diberikan kepadanya. “Doa dan dukungan kalian sampai kok. Diam-diam, tapi kuat,” tutupnya.

Sisi Kelam Aurelie Moeremans: Pengalaman Jadi Korban Grooming

Aurelie Moeremans juga membuka sisi kelam masa lalunya sebagai korban grooming saat usia remaja. Kehidupannya di masa remaja digambarkan dalam bukunya, Broken Strings, yang menceritakan pengalaman pribadinya secara jujur dan transparan.

Grooming adalah praktik manipulatif yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak atau remaja sebelum akhirnya melakukan eksploitasi. Dalam bukunya, Aurelie mengungkap bagaimana ia digrooming oleh seseorang yang usianya hampir dua kali usianya saat itu.

“Ikuti aku kembali ke tempat dan waktu yang membentuk diriku, bahkan ke momen-momen yang dulu sempat ingin kulupakan,” tulis Aurelie dalam buku Broken Strings.

Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para penyintas lainnya. Buku ini disajikan tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban, sehingga menjadi sarana edukasi yang penting untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman eksploitasi psikologis pada remaja.

Bobby, Tokoh Utama dalam Cerita Grooming Aurelie

Dalam bukunya, Aurelie mengungkap bahwa pengalaman groomingnya dimulai ketika ia bertemu dengan seorang pria yang disamarkan namanya menjadi Bobby. Mereka bertemu di lokasi syuting iklan, dan dari pertemuan itu, hubungan mereka berkembang.

Bobby, yang berusia 29 tahun, membangun ikatan emosional dengan Aurelie yang masih berusia 15 tahun. Ia mulai mengontrol cara Aurelie berpakaian dan membatasi komunikasinya dengan orang luar, sehingga membuat Aurelie terisolasi.

Akhirnya, Bobby memaksa Aurelie menandatangani berkas pernikahan di bawah ancaman. Ia juga mengancam akan menyebarkan foto-foto pribadi Aurelie yang diambil secara paksa, serta mengancam keselamatan orang tua Aurelie.

Puncak dari pengalaman ini adalah ketika Aurelie benar-benar kehilangan jati dirinya dan menjadi korban grooming. Namun, akhirnya ia berhasil lepas dari Bobby dan menyembuhkan diri. Kini, Aurelie telah bertransformasi menjadi sosok yang kuat dan berani bersuara.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

915 Kontainer Limbah B3 Tertahan di Batu Ampar, BP Batam Minta Kejelasan Pusat

28 Januari 2026

WNI Tertipu Scam di Kamboja

28 Januari 2026

Pria Bekasi Dianiaya Saat Warung Dirampok

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Stadion LE Penuh: 19.612 Suporter Hadir untuk Persipura, Ini Respons Manajer

30 Januari 2026

John Herdman Menikmati Atmosfer Super League, Hadir untuk Pemain

30 Januari 2026

FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha Usai Kemenangan MU atas Arsenal

30 Januari 2026

Rumah Kos Fasilitas Modern dengan Taman dan Lapangan Olahraga Kian Digemari

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?