Indonesia memiliki berbagai peluang untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bisnis atau usaha. Salah satu inovasi yang semakin populer adalah Kecerdasan Buatan (AI), yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan masalah atau meningkatkan efisiensi dalam berbagai aspek bisnis.
Beberapa AI populer seperti ChatGPT, Gemini AI, DeepSeek dan lainnya telah menjadi pilihan banyak orang untuk membantu mengembangkan bisnis mereka. Meskipun AI bisa memberikan gambaran atau opsi solusi, penting untuk tetap melakukan diskusi dengan mitra atau ahli di bidang tersebut agar mendapatkan hasil yang optimal.
Berikut beberapa cara untuk memanfaatkan AI dalam bisnis:
1. Prompt untuk memanfaatkan aset bernilai yang dimiliki secara optimal
Jika Anda memiliki aset bernilai seperti emas, barang mewah, atau lainnya, namun merasa kesulitan mengelolanya menjadi produk digital yang relevan, AI dapat membantu memberi gambaran solusi. Contoh prompt yang bisa digunakan adalah:
“Berdasarkan apa yang Anda ketahui tentang latar belakang dan keterampilan saya, bantu saya mengidentifikasi apa yang sudah saya miliki yang dapat menjadi aset yang dapat dijual. Tanyakan kepada saya tentang masalah yang berulang kali saya selesaikan, proses yang telah saya bangun, dan pengetahuan yang saya anggap biasa saja. Setelah mengumpulkan semua ini, sarankan 5 jenis aset digital yang sesuai dengan apa yang telah saya uraikan, mulai dari templat hingga kerangka kerja hingga kursus singkat. Untuk masing-masing, uraikan siapa yang akan membayarnya dan mengapa.”
2. Merancang Produk yang dibuat sekali, namun bisa dijual secara berulang
Produk digital yang dapat dibuat sekali namun dijual secara berulang merupakan strategi bisnis yang sangat efektif. Dengan AI, Anda bisa mencari ide produk tersebut melalui prompt berikut:
“Sekarang mari kita melangkah lebih jauh. Bantu saya mendesain produk digital lengkap yang dapat dibuat sekali dan dijual berulang kali. Tanyakan kepada saya tentang preferensi format, kedalaman transformasi yang ingin saya berikan, dan waktu yang tersedia untuk membangunnya. Kemudian buat kerangka produk termasuk judul, bagian inti, dan hasil utama bagi pembeli. Sertakan ide untuk penjualan tambahan atau produk pelengkap yang meningkatkan nilai totalnya.”
3. Mencari solusi penjualan produk ketika Anda sedang offline
Meski bisnis berjalan secara digital, Anda tidak selalu bisa hadir untuk mengelola segala sesuatu. AI dapat membantu Anda dalam situasi ini dengan prompt berikut:
“Berdasarkan pengetahuan Anda tentang produk dan target audiens saya, tulis halaman penjualan untuk penawaran saya. Sertakan: judul yang menarik dan langsung menyentuh keinginan pembeli, 3 pernyataan manfaat singkat, bagian membangun kepercayaan menggunakan kredensial saya, dan ajakan bertindak yang kuat. Nada harus lugas dan percaya diri. Ajukan pertanyaan apa pun yang diperlukan sebelum menulis.”
4. Membuat rangkaian email otomatis untuk membantu penjualan
Email tetap menjadi salah satu alat komunikasi penting dalam bisnis. Dengan AI, Anda bisa membuat rangkaian email otomatis yang efektif. Contoh prompt yang bisa digunakan adalah:
“Berdasarkan pengetahuan Anda tentang produk dan target audiens saya, tulis halaman penjualan untuk penawaran saya. Sertakan: judul yang menarik dan langsung menyentuh keinginan pembeli, 3 pernyataan manfaat singkat, bagian membangun kepercayaan menggunakan kredensial saya, dan ajakan bertindak yang kuat. Nada harus lugas dan percaya diri. Ajukan pertanyaan apa pun yang diperlukan sebelum menulis.”
5. Membuat strategi penjualan melalui trafik
Trafik sangat penting dalam bisnis digital agar produk Anda dikenal oleh audiens yang tepat. AI juga bisa membantu Anda merancang strategi trafik yang efektif dengan prompt berikut:
“Berdasarkan apa yang Anda ketahui tentang bisnis, audiens, dan produk saya dari percakapan kita, rancang strategi trafik yang secara konsisten mengirimkan orang yang tepat ke halaman penjualan saya. Tanyakan kepada saya tentang platform yang saat ini saya gunakan, konten yang saya sukai, dan berapa banyak waktu yang dapat saya dedikasikan setiap minggu. Kemudian sarankan 3 saluran trafik yang diurutkan berdasarkan kesesuaian, dengan rencana tindakan mingguan sederhana untuk masing-masing saluran. Sertakan cara mengukur keberhasilan setelah 30 hari.”



