Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 30 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Cara Virus Membunuh Dua Anak Harimau di Bandung
Hobi

Cara Virus Membunuh Dua Anak Harimau di Bandung

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 April 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penyebab Kematian Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo

Pada 24 dan 26 Maret 2026, dua ekor anak harimau Benggala berusia delapan bulan meninggal secara beruntun di Kebun Binatang Bandung. Pemerintah Kota Bandung dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat menyatakan bahwa penyebab kematian kedua hewan tersebut adalah infeksi feline panleukopenia virus (FPV). Virus ini sangat menular dan memiliki tingkat keparahan yang tinggi terutama pada hewan muda.

Apa Itu Feline Panleukopenia Virus (FPV)?

FPV merupakan virus yang termasuk dalam keluarga Parvoviridae dan genus Protoparvovirus. Virus ini memiliki struktur DNA rantai tunggal yang tidak beramplop, sehingga sangat stabil dan tahan terhadap kondisi lingkungan selama beberapa bulan. Menurut Direktur Rumah Sakit Hewan Universitas Padjadjaran Pranyata Tangguh Waskita, FPV memiliki tingkat morbiditas hingga 100 persen dan mortalitas mencapai 80–90 persen.

Virus ini sangat menyerang sel-sel yang sedang aktif membelah, seperti sel-sel saluran pencernaan pada hewan muda. Hal ini membuat hewan-hewan dari keluarga Felidae, termasuk kucing ras, kucing domestik, macan, harimau, singa, macan tutul, cheetah, dan jaguar, rentan terinfeksi.

Cara Penularan FPV

Penularan FPV bisa terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti feses, kotoran, air liur, muntah, atau urin. Selain itu, penularan juga bisa melalui benda-benda yang terkontaminasi, seperti tempat makan, kandang, sepatu, atau pakaian manusia yang pernah menyentuh hewan sakit. Vektor mekanik seperti kutu atau lalat juga bisa menjadi perantara penyebaran virus ini.

Sampai saat ini, virus ini tidak menular kepada manusia. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan dalam mengelola hewan yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran ke hewan lain.

Mengapa FPV Bisa Mematikan?

FPV menyerang sumsum tulang, tempat produksi sel darah putih (leukosit) terjadi. Akibatnya, jumlah leukosit menurun drastis, menyebabkan kondisi yang disebut panleukopenia. Dua gejala klinis utama yang muncul adalah dehidrasi ekstrem akibat muntah dan diare berdarah, serta kelaparan seluler yang menyebabkan kehabisan energi.

Gejala lain yang muncul antara lain perubahan pada saluran pencernaan, seperti muntah kuning berulang, feses cair dan berbau busuk, serta kehilangan nafsu makan. Hewan akan tampak depresi, bulu kusam, dan sering bersembunyi di tempat gelap. Suhu tubuh bisa meningkat hingga 40–41 derajat Celcius, namun bisa turun drastis saat hewan mendekati kematian.

Perawatan dan Pencegahan

Jika hewan dapat bertahan lebih dari tujuh hari, perawatan intensif oleh dokter hewan sangat penting. Perawatan meliputi pemberian cairan infus, antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder, dan pengawasan terus-menerus. Deteksi dini bisa dilakukan melalui tes cepat menggunakan sistem lateral assay yang efektif untuk mengidentifikasi infeksi.

Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi FPV. Untuk kucing domestik, vaksinasi wajib dilakukan mulai usia 6–8 minggu, diikuti dengan vaksinasi ulangan setelah satu bulan, dan vaksinasi penguatan setiap tahun. Hewan harus dalam kondisi sehat sebelum divaksinasi.

Upaya Pencegahan Lainnya

Selain vaksinasi, pencegahan juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan desinfeksi alat-alat yang pernah digunakan pada hewan sakit. Hewan yang terinfeksi harus diisolasi total, dan petugas wajib menggunakan baju ganti, sarung tangan, dan alas kaki khusus saat bekerja di area isolasi.

Tindakan Lanjutan Setelah Kematian

Dalam kasus kematian dua anak harimau Benggala, upaya lanjutan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti. Tindakan seperti nekropsi dilakukan untuk memeriksa perubahan patologis pada organ-organ seperti usus, kelenjar, dan sumsum tulang. Rapid test menggunakan sampel feses dan pemeriksaan histopatologi serta PCR juga dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus secara spesifik.

Dengan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini yang tepat, risiko penyebaran FPV dapat diminimalisir, terutama pada hewan-hewan rentan seperti anak harimau.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

31 August 2026

Shopee Rayakan 9.9 Super Shopping Day Bersama Naykilla dan Tenxi

31 August 2026

Komentar deras! Iklan Shopee bersama Naykilla & Tenxi jadi sorotan netizen

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?