Teknologi Drone Diterapkan untuk Mengatasi Serangan Hama di Desa Windujanten
Di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, wajah pertanian kini terlihat lebih modern dengan hadirnya teknologi drone yang digunakan oleh Brigade Proteksi Tanaman Diskatan Kuningan. Penerapan alat ini dilakukan sebagai bagian dari Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) yang bertujuan untuk mengatasi serangan hama padi secara lebih cepat dan efektif.
Penggunaan drone kali ini berfokus pada penanggulangan serangan bakteri Bacterial Leaf Blight atau penyakit kresek yang mengancam 10 hektare sawah milik Kelompok Tani Sri Dewi 3. Langkah ini dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, yang tidak hanya sekadar mencoba inovasi, tetapi benar-benar memperkuat upaya perlindungan tanaman.
Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, turun langsung memantau proses penyemprotan menggunakan drone. Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi ini jauh lebih hemat biaya dibandingkan metode manual. Biaya penyemprotan drone hanya sebesar Rp250 ribu per hektare, sedangkan jika dilakukan secara manual bisa mencapai Rp700 ribu per hektare.
“Selain lebih merata, drone juga menjadi solusi ideal dalam menangani lahan yang luas dan harus segera diselamatkan dari ancaman hama,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada teknis, Kadiskatan juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para petani. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi tentang Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Ia menekankan pentingnya tidak hanya bergantung pada pestisida, tetapi juga melakukan pengamatan rutin terhadap tanaman.
“Penggunaan obat-obatan kimia harus bijak dan sesuai dosis agar hama tidak kebal atau merusak ekosistem sawah,” tambahnya.
Aksi Diskatan Kuningan tidak hanya terbatas di Desa Windujanten. Tim mereka juga bergerak serentak di empat lokasi lainnya. Misalnya, di Ciawigebang, tim melakukan perburuan tikus, sementara di Kecamatan Subang, mereka menangkal wereng cokelat. Total area yang dikerjakan mencapai puluhan hektare.
Wahyu menegaskan bahwa tindakan cepat ini dilakukan sebagai respons atas laporan para petani yang khawatir hasil panen mereka akan anjlok. Ia menekankan bahwa penanganan hama tidak boleh ditunda dan harus sesuai dengan kondisi spesifik di setiap lokasi.
Diskatan Kuningan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan setelah penyemprotan selesai. Langkah pengawasan ini menjadi prioritas utama demi menjaga stok beras dan ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan tetap aman dan terkendali.
Manfaat Penggunaan Drone dalam Pengendalian Hama
Biaya Lebih Hemat
Penggunaan drone mengurangi biaya penyemprotan hingga 64% dibandingkan metode manual.Presisi Tinggi
Drone mampu menyisir lahan dengan akurasi tinggi, sehingga semua area terlindungi secara merata.Efisiensi Waktu
Proses penyemprotan lebih cepat, terutama untuk lahan yang luas.Ramah Lingkungan
Penggunaan bahan kimia lebih tepat dan sesuai dosis, sehingga minim dampak negatif pada ekosistem.
Peran Petani dalam Pengendalian Hama
Pengamatan Rutin
Petani diminta untuk selalu memantau kondisi tanaman secara berkala.Penggunaan Pestisida Secara Bijak
Hanya gunakan bahan kimia jika diperlukan dan sesuai rekomendasi ahli.Edukasi dan Kolaborasi
Petani diajak untuk bekerja sama dengan dinas dan mengikuti program pelatihan yang tersedia.



