Kembalinya Nicolo Bulega ke MotoGP: Impian yang Tidak Pernah Hilang
Nicolo Bulega, pembalap berusia 26 tahun asal Italia, kembali menjadi sorotan dalam bursa transfer pembalap MotoGP 2027. Setelah memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya menjadi 22 podium tertinggi di Aragon gelaran WSBK 2026, ia dikaitkan dengan rumor kepindahannya ke grid kelas premier bersama VR46 Racing Team. Ini menandai langkah penting bagi Bulega setelah sebelumnya sempat terjebak dalam masa stagnan di kelas Moto2.
Dari Moto2 Hingga WorldSBK: Perjalanan yang Penuh Tantangan
Bulega sejatinya sudah masuk dalam radar utama Ducati sejak tampil impresif sebagai pembalap pengganti Marc Marquez yang cedera di tim pabrikan Ducati Lenovo pada akhir musim lalu, di mana ia berhasil finis ke-15 di Valencia. Namun, dominasi mutlaknya di WSBK musim ini makin mempertegas kelayakannya naik kelas.
Sejak mengakhiri masa di Moto2, Bulega memilih untuk berpindah ke ajang World Supersport (WorldSSP) pada tahun 2022 bersama Aruba.it Ducati. Keputusan ini disebut sebagai perjudian terakhir dalam karier balapnya. “Sejujurnya, ketika Anda pergi ke Supersport, itu adalah kesempatan terakhir. Jadi, Anda harus memanfaatkannya 100 persen,” ujarnya.
Kesempatan untuk Kembali ke MotoGP
Upaya Bulega menembus kelas tertinggi ini sekaligus menjadi ajang penebusan dosa masa lalu. Saat menjuarai FIM Moto3 Junior World Championship 2015, media Italia seperti Moto.it sempat mengadang-gadang dirinya sebagai suksesor Valentino Rossi. Sayang saat naik ke kelas Moto2 (2019-2021) bersama Sky Racing Team VR46 dan Federal Oil Gresini, penampilannya stagnan tanpa satu pun raihan podium selama tiga musim penuh.
Masalah postur tubuh yang terlalu tinggi menyulitkannya menjinakkan motor Moto2. Situasi makin pelik ketika Bulega memutuskan keluar dari VR46 Riders Academy pada akhir 2019. Kehilangan dukungan finansial serta koneksi politik dari akademi terkuat di Italia itu membuat jalurnya ke MotoGP tertutup rapat karena tim satelit enggan meliriknya.
Plot Twist WSBK dan Ambisi Tanpa Batas
Keputusan “banting setir” tersebut justru memicu plot twist. Bulega seolah terlahir kembali menjadi pembalap yang mematikan meskipun terhitung telat panas. Setelah mengunci gelar juara dunia WorldSSP 2023 dan menyabet posisi runner-up pada di WorldSBK 2024, Ducati menyadari bakat terpendam yang sempat redup tersebut.
Berkat performa impresifnya, pintu menuju sirkuit Grand Prix kembali terbuka lebar. Manajernya, Alberto Martinelli, menyebut untuk ke tim pabrikan Ducati tidaklah mudah, opsi kembali ke pelukan Valentino Rossi di VR46 menjadi skenario paling logis untuk musim 2027.
Masa Depan yang Cerah
Merespons rumor panas tersebut, Bulega memilih bersikap diplomatis namun tetap menyiratkan ambisi besar. “Sejujurnya, tidak banyak yang bisa saya katakan. Ini (MotoGP) bisa menjadi sebuah kemungkinan, kami sedang membicarakannya, tetapi belum ada yang pasti,” ungkapnya.
“Tentu saja saya akan sangat menyukainya, karena MotoGP adalah impian semua orang, impian yang saya miliki sejak masih kecil.”
“Faktanya, saya ingin sekali mendapatkan kesempatan lagi untuk kembali ke paddock sebelah setelah masa saya di Moto2 berakhir,” tambahnya.
Tidak Masalah dengan Warna Motor
Terkait warna motor yang akan dikenakan, Bulega memberikan jawaban yang sangat menggugah. “Tentu saja! Untuk sebuah motor MotoGP, saya bahkan tidak keberatan jika harus menggunakan warna ungu. Warna apa pun tidak masalah bagi saya,” pungkas Bulega.



