Aktivitas Kegempaan Gunung Burni Telong Terus Berlangsung
Aktivitas kegempaan di Gunung Burni Telong hingga saat ini masih terus berlangsung, baik itu gempa vulkanik maupun tektonik. Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong menunjukkan adanya tren kenaikan jumlah kegempaan dalam dua hari terakhir.
Pada hari Sabtu (10/1/2026), tercatat sebanyak 8 kali gempa vulkanik dalam dan 1 kali gempa tektonik lokal serta 1 kali gempa tektonik jauh. Sementara pada hari Minggu (11/1/2026), jumlah gempa vulkanik dalam meningkat menjadi 15 kali dengan amplitudo 17-24 mm dan 3 kali gempa tektonik lokal.
Meskipun terjadi peningkatan intensitas gempa, secara visual asap kawah tidak teramati karena tertutup kabut. Cuaca di sekitar gunung yang memiliki ketinggian 2.623 mdpl tersebut terpantau cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 18-26 derajat celsius. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan timur laut.
Peningkatan Aktivitas Kegempaan
Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong menunjukkan tren kenaikan jumlah kegempaan dalam dua hari terakhir:
- Sabtu (10/1/2026): Tercatat sebanyak 8 kali gempa vulkanik dalam dan 1 kali gempa tektonik lokal serta 1 kali gempa tektonik jauh.
- Minggu (11/1/2026): Jumlah gempa vulkanik dalam meningkat menjadi 15 kali dengan amplitudo 17-24 mm dan 3 kali gempa tektonik lokal.

Rekomendasi Keamanan bagi Masyarakat
Mengingat status Gunung Burni Telong masih berada di Level II (Waspada), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat, wisatawan, maupun pendaki:
- Radius Aman: Dilarang mendekati area kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
- Bahaya Gas: Masyarakat diimbau untuk tidak berada di sekitar daerah fumarola dan solfatara (lubang gas belerang), terutama saat cuaca mendung atau hujan, guna menghindari risiko gas beracun.
- Tetap Tenang: Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Meski status gunung Burni Telong berada dalam level Waspada, Pemkab Bener Meriah melalui BPBD merilis peta sebaran wilayah yang masuk dalam kategori risiko tinggi terdampak erupsi Gunung Burni Telong. Sebanyak 24 kampung (desa) yang tersebar di tiga kecamatan diidentifikasi sebagai wilayah rawan.
Selain memetakan wilayah risiko, BPBD juga telah menetapkan titik-titik evakuasi strategis untuk memudahkan mobilisasi warga jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Daftar Wilayah Risiko Tinggi dan Titik Evakuasi
Berdasarkan data BPBD Bener Meriah per Jumat (2/1/2025), berikut adalah rincian wilayah dan lokasi pengungsian:
Kecamatan Bukit, 5 kampung:
* Wilayah: Bale Atu, Hakim Tunggul Naru, Bale Redelong, Karang Rejo, dan Rembele
* Titik Evakuasi: GOR Bener Meriah dan Pasar Pekan Simpang Tiga
Kecamatan Wih Pesam, 7 kampung:
* Wilayah A: Wonosobo, Pante Raya, Wih Pesam, dan Burni Telong
* Titik Evakuasi: Kompleks sekolah (TK, MI, SMP, SMA) dan Lapangan Bola Blang Panas
* Wilayah B: Simpang Balek, Bener Mulie, dan Lut Kucak
* Titik Evakuasi: Kompleks SD dan Lapangan Bola Sukamakmur Induk
Kecamatan Timang Gajah, 12 kampung:
* Wilayah A: Kenine, Pajar Harapan, Damaran Baru, Bandar Lampahan, Karang Jadi, dan Mude Benara
* Titik Evakuasi: Kampus USK II Lampahan dan SDN Simpang Layang
* Wilayah B: Rembune, Pantan Pediangan, Buket Mulie, Lampahan Induk, Lampahan Timur, dan Lampahan Barat
* Titik Evakuasi: SMAN 3 Timang Gajah, MTs Blang Rongka, dan MIN Rongka.


