Pihak Bulog Siap Ekspor Beras dan Jagung Tahun Ini
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan ekspor beras dan jagung pada tahun ini. Hal ini dilakukan karena kedua komoditas tersebut telah mencapai swasembada pada akhir tahun lalu. Rizal menegaskan bahwa Bulog secara operasional sudah siap untuk melakukan ekspor, sambil tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait peluang dan kebutuhan negara tujuan ekspor.
“Kami siap dalam arti tinggal kami melihat potensi negara mana yang akan kita ekspor tersebut,” ujar dia di Jakarta.
Negara Tujuan Ekspor
Rizal menjelaskan bahwa Bulog terus melakukan koordinasi mengenai rencana ekspor dua komoditas tersebut. Koordinasi dilakukan secara ketat bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai institusi yang memiliki kewenangan komunikasi dagang antarnegara. Menurutnya, Bulog memprioritaskan peluang ekspor ke negara-negara tetangga. Selain itu, negara yang benar-benar membutuhkan pasokan pangan, termasuk wilayah yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.
Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Bulog menyiapkan alokasi ekspor beras sekitar 1 juta ton. Sementara mayoritas produksi tetap difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Bulog mengelola 3,25 juta ton stok cadangan beras pemerintah hingga awal Januari 2026.
Perkuat Strategi Pengadaan CBP 4 Juta Ton

Rizal menegaskan bahwa penguatan strategi pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton sebagai prioritas utama untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto. Dia menjelaskan bahwa penyerapan cadangan beras pemerintah ditargetkan sebesar 4 juta ton pada 2026. Volume ini meningkat dari realisasi 2025 sebanyak 3 juta ton.
“Tahun 2025 adalah 3 juta ton, sekarang di tahun 2026, 4 juta ton. Oleh karena itu kami merencanakan sedini mungkin, secepatnya agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,” tuturnya.
Rizal menyatakan bahwa pihaknya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan yang mendapat apresiasi seluruh pemangku kepentingan.
Strategi yang Dilakukan Bulog

Rizal mengungkapkan bahwa strategi utama yang ditekankan Bulog adalah kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, swasta, serta petani sebagai kunci keberhasilan swasembada pangan. “Bulog itu bekerja tidak sendiri, tapi dibantu oleh seluruh stakeholder pemerintah maupun swasta dan bahkan para petani yang ada di lapangan di seluruh tanah air,” ucap Rizal.
Selain kolaborasi, Bulog mengedepankan kerja bersama TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) guna mendukung penyerapan pangan dan distribusi logistik yang berkelanjutan. “Karena tanpa tiga ini (TNI-Polri, PPL), teman-teman yang di lapangan untuk menyerap ini agak kesulitan, sehingga dengan peran tiga institusi inilah yang akan luar biasa mendukung kami untuk proses penyerapan 4 juta ton tersebut,” ucapnya.



