Kehadiran Bripda Muhammad Kadafi dalam Kasus Jenazah Bayi yang Viral
Kisah tentang Bripda Muhammad Kadafi kini menjadi sorotan utama di berbagai media sosial. Sosok polisi muda ini mendapat pujian dari banyak netizen karena tindakan kemanusiaannya yang luar biasa. Dalam kasus ini, ia membantu keluarga seorang bayi yang jenazahnya sempat tertahan di rumah sakit akibat kendala biaya administrasi.
Bripda Muhammad Kadafi dikenal sebagai personel Binopsnal Ditpolairud Polda Sumatera Selatan. Aksi kemanusiaannya menarik perhatian publik setelah ia memutuskan untuk membantu keluarga almarhum Keyvano Affinata Alfarez, balita berusia 5 bulan 5 hari yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Palembang.
Perjuangan Keluarga yang Menghadapi Kesulitan Ekonomi
Setelah Keyvano dinyatakan meninggal, keluarga tidak bisa membawa jenazahnya pulang karena terkendala biaya rumah sakit yang belum terselesaikan. Balita tersebut belum memiliki BPJS Kesehatan karena proses pengurusan kartu keluarga masih berlangsung. Akibatnya, seluruh biaya pengobatan harus ditanggung sendiri oleh keluarga.
Kondisi ekonomi yang terbatas membuat ibu korban mencari bantuan dana melalui donasi. Ia dan beberapa rekannya berkeliling selama berjam-jam untuk mengumpulkan dana agar anaknya bisa dimakamkan dengan layak. Meski telah berusaha selama hampir sepuluh jam, dana yang terkumpul disebut masih kurang untuk menyelesaikan seluruh administrasi rumah sakit.

Tindakan Bripda Muhammad Kadafi yang Menyentuh Hati
Informasi tentang kesulitan keluarga tersebut akhirnya sampai kepada Febri Zulian, Ketua Umum Generasi Ratu Dewa. Di tengah situasi penuh kesedihan, kehadiran Bripda Muhammad Kadafi menjadi harapan bagi keluarga kecil itu. Ia langsung memberikan bantuan untuk melunasi sisa biaya administrasi sebesar Rp 8 juta dari total tagihan Rp 11 juta.
Tidak hanya itu, Bripda Muhammad Kadafi juga turut mengantarkan jenazah Keyvano hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya. Aksi kemanusiaannya tersebut menuai apresiasi luas dari masyarakat. Mereka menilai bahwa kepedulian dan empati Bripda Muhammad Kadafi adalah contoh nyata bahwa kehadiran aparat tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga kemanusiaan.
Apresiasi dari Keluarga dan Masyarakat
Atas bantuan tersebut, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolda Sumsel, Dirpolairud Polda Sumsel, serta Kabag Binopsnal Ditpolairud Polda Sumsel yang telah membina personel dengan jiwa sosial dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Mereka menilai tindakan Bripda Muhammad Kadafi sebagai bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang juga memiliki empati terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
Aksi kemanusiaan Bripda Muhammad Kadafi pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak yang berharap tindakan baiknya dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.
Gaji dan Keputusan untuk Menyisihkan Uang
Bripda merupakan salah satu pangkat awal dalam jenjang kepolisian. Gaji pokok anggota polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda berkisar antara Rp 2.272.100 hingga Rp 3.733.700 per bulan, tergantung masa kerja golongan. Jumlah tersebut belum termasuk tunjangan bulanan yang diterima anggota Polri.
Di tengah penghasilannya sebagai polisi muda, Bripda Muhammad Kadafi memilih menyisihkan uang pribadinya untuk membantu keluarga almarhum Keyvano. Bantuan itu membuat jenazah bayi tersebut dapat dipulangkan dan dimakamkan oleh keluarga.



