Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 20 Mei 2026
Trending
  • Harga HP Vivo Terbaru: X300 Pro, X300 Ultra, V50, V60 Lite, iQoo 15
  • Lima Shio Ini Selalu Makmur, Rezeki Stabil dan Hidup Makin Mapan
  • Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Dewa dan Ibu, Kepala Korban Pendarahan Usai Terbentur
  • 25 Soal Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dengan Kunci Jawaban
  • Negosiasi Transfer Persib Bandung: 10 Target Utama Musim Depan, Bobotoh Perhatikan!
  • Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini: Ketenangan dan Peluang Emas Menghiasi Minggu 17 Mei 2026
  • Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Arti Girls Night Out, Makna, Contoh, dan Pengertian dalam Bahasa Gaul
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»BMKG: Potensi Banjir dan Longsor di Jawa Tengah hingga Februari
Nasional

BMKG: Potensi Banjir dan Longsor di Jawa Tengah hingga Februari

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peringatan BMKG tentang Potensi Banjir dan Tanah Longsor di Jawa Tengah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait potensi banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Jawa Tengah. Peringatan ini dikeluarkan mengingat curah hujan yang masih tinggi dan diprediksi akan berlangsung hingga dasarian kedua Februari.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dirilis oleh Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, sebagian besar wilayah provinsi tersebut masih mengalami hujan hingga pembaruan data terakhir.

Menurutnya, wilayah Jawa Tengah bagian tengah hingga selatan berada pada kategori sangat pendek, yaitu satu sampai lima hari tanpa hujan. Sementara itu, beberapa titik di wilayah Cilacap dan Banyumas masuk kategori pendek, dengan rentang enam hingga 10 hari tanpa hujan.

Analisis Curah Hujan Dasarian Pertama Januari 2026

Berdasarkan analisis curah hujan dasarian pertama Januari 2026 (1–10 Januari), BMKG mencatat kondisi curah hujan di Jawa Tengah secara umum berada pada kategori menengah hingga tinggi. Wilayah Jawa Tengah bagian timur tercatat berada pada kategori hujan rendah hingga menengah. Sedangkan Kabupaten Jepara dan Kudus serta sebagian besar wilayah Demak masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi.

Teguh Wardoyo juga menyampaikan bahwa BMKG memprediksi pada dasarian kedua Januari 2026, peluang curah hujan menengah dengan probabilitas lebih dari 60 persen terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah. Namun, sejumlah wilayah seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Demak, Rembang, dan Grobogan diprakirakan memiliki peluang curah hujan menengah yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.

Prediksi Curah Hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi

Peluang curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan probabilitas lebih dari 60 persen diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Batang dan Kabupaten/Kota Pekalongan, serta sebagian wilayah Pemalang, Kendal, Purbalingga, dan Jepara.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan bahwa prediksi deterministik BMKG menunjukkan bahwa pada dasarian kedua dan ketiga Januari 2026, curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi. Kondisi ini diprakirakan akan berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026, meskipun wilayah Rembang, Blora, dan Grobogan cenderung berada pada kategori curah hujan rendah.

Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Dalam konteks ini, Teguh Wardoyo mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor. Hal ini terutama berlaku untuk wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dan daerah rawan bencana.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan iklim dari BMKG serta mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan risiko bencana. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

25 Soal Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dengan Kunci Jawaban

20 Mei 2026

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

20 Mei 2026

Lima Shio Ini Selalu Makmur, Rezeki Stabil dan Hidup Makin Mapan

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga HP Vivo Terbaru: X300 Pro, X300 Ultra, V50, V60 Lite, iQoo 15

20 Mei 2026

Lima Shio Ini Selalu Makmur, Rezeki Stabil dan Hidup Makin Mapan

20 Mei 2026

Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Dewa dan Ibu, Kepala Korban Pendarahan Usai Terbentur

20 Mei 2026

25 Soal Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dengan Kunci Jawaban

20 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?