Pengalaman Mengunjungi Sistem Pendidikan di Rusia
Selama sepekan, tim kami diberi kesempatan untuk mengunjungi tiga kota di Rusia, yaitu Moskow, Tomsk, dan St Petersburg. Tujuannya adalah untuk melihat langsung sistem pendidikan di negara tersebut. Meski media Barat sering memberitakan tentang konflik antara Rusia dan Ukraina, suasana di ketiga kota yang dikunjungi jauh dari kesan negara yang sedang berperang.
Aktivitas di ketiga kota tersebut berjalan normal, tidak terlihat tanda-tanda perang. Seorang mahasiswa Indonesia di Rusia menyampaikan bahwa “Kita di sini aman-aman saja. Mungkin kalau ada konflik ya letaknya jauh di pelosok, di perbatasan. Rusia ini sangat luas.”
Biaya Kuliah dan Akomodasi
Selain faktor keamanan, biaya kuliah dan akomodasi menjadi alasan utama bagi calon mahasiswa yang memilih kampus di Rusia. Biaya kuliah dibagi dalam dua kategori umum: biaya pribadi yang dikeluarkan masing-masing mahasiswa dan beasiswa yang diberikan oleh kampus atau pemerintah.
Umumnya, para mahasiswa yang ditemui di Rusia datang dengan beasiswa. Selain itu, biaya hidup juga menjadi pertimbangan penting. Tim kami melakukan wawancara dengan sejumlah mahasiswa dan pengelola kampus di tiga kota tersebut dan jawabannya hampir seragam yakni harga “terjangkau”.
“Kelihatan lebih murah dari biaya hidup di Jakarta,” ujar salah satu anggota rombongan dari Indonesia yang ikut bersama tim kami.

Biaya Asrama Tempat Tinggal Mahasiswa
Mari kita mulai dari biaya asrama tempat tinggal mahasiswa. Beberapa kampus di Rusia menyewakan asrama yang bentuknya menyerupai apartemen ‘kelas menengah’ di Jakarta. Suasana apartemen terlihat lebih bersih, dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, lemari, kitchen set, meja belajar, dan kulkas.
Di dalam asrama tersedia WiFi, kantin, pusat kebugaran, dan fasilitas laundry. Contohnya adalah Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg (Mining University of Empress Catherine II) yang memiliki 8 asrama mahasiswa, beberapa diantaranya baru-baru ini direnovasi. Mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, tinggal di asrama ini.

Biaya bulanan untuk tinggal di asrama jauh lebih murah daripada rata-rata sewa apartemen untuk tempat tinggal dengan kualitas dan lokasi serupa. “Harganya ada yang 2.000 Rubel hingga 10.000 Rubel per bulan,” demikian seorang pengelola kampus kepada tim kami.
Jika dirupiahkan sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 2.5 juta per bulan, tergantung kelengkapan fasilitas. Satu kamar bisa terdiri dari dua atau empat tempat tidur sehingga mahasiswa bisa patungan untuk sewa satu kamar apartemen. Jarak dari apartemen menuju kampus juga tidak terlalu jauh, bisa jalan kaki, sepeda, atau naik trem.

I Komang Arya, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Negeri St. Petersburg (SPbU), mengatakan mendapatkan biaya pendidikan plus biaya hidup sebesar 2.600 rubel per bulan. Dia memperkirakan sekitar Rp 2-3 juta per bulan untuk biaya hidup mahasiswa di St. Petersburg jika tidak boros.
“Saya bangga bisa kuliah di tempat bergengsi seperti ini. Dan di sini aman tidak ada masalah,” ujarnya. I Komang mengatakan kuliah di St Petersburg karena mendapatkan beasiswa dari pemerintah.
“Awalnya saya rajin mencari-cari di internet soal informasi beasiswa. Kemudian info dari grup telegram, nanya-nanya dan akhirnya saya diterima kuliah di sini,” katanya.

Fasilitas di Kampus di Kota St Petersburg
Soal fasilitas di kampus di Kota St Petersburg bukan kaleng-kaleng. Universitas Pertambangan Saint Petersburg Empress Catherine II adalah lembaga pendidikan teknik tinggi pertama di Rusia. Didirikan pada tahun 1773 atas dekrit Empress Catherine II, universitas ini merupakan salah satu universitas teknik tertua di dunia.
Merupakan pusat ilmiah dan pendidikan tingkat lanjut yang menyediakan pelatihan teknik di bidang pertambangan dan minyak & gas, konstruksi dan arsitektur, elektronika, mekanika, energi, dan ilmu material, metalurgi dan teknologi kimia, geologi dan geoekologi, TI, ekonomi, dan manajemen – semuanya berfokus pada sektor sumber daya mineral.
Sementara Universitas Negeri Saint Petersburg menawarkan lebih dari 600 program sarjana, spesialis, magister, dan doktoral. SPbU terdiri dari 12 institut, 16 fakultas, sebuah perguruan tinggi, sebuah Gimnasium Akademik, Pusat Pelatihan Militer, dan Departemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga di seluruh universitas.
Kampus-kampus Universitas terletak di pusat bersejarah St. Petersburg dan di kompleks pendidikan dan penelitian modern di Peterhof.
Biaya Hidup Terjangkau Tak Hanya di Kota St. Petersburg
Di Kota Tomsk, Rusia, juga demikian. Seorang mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Kota Tomsk, Rusia, membayar biaya sewa apartemen sebesar Rp 300 ribu per bulan. “Kalau untuk biaya hidup, makan dan sebagainya tergantung pribadi masing-masing. Kalau kami biasanya masak sendiri jadi setiap bulan mungkin kami habiskan sekitar Rp 1,5 juta atau Rp 2 juta,” kata Abdurrahman Nabil H, mahasiswa Advertising dan Public Relation Universitas Negeri Tomsk Rusia.
Mahasiswa lainnya, Putra yang kuliah di Jurusan Rekayasa Peternakan mengatakan biaya hidup di Rusia tidak semahal dengan Eropa timur. “Di sini sebulan habis Rp 1 sampai 2 juta. Lainnya dicover beasiswa,” katanya.

Universitas Negeri Tomsk (TSU) di Rusia juga menyediakan apartemen mahasiswa. Tim kami mengunjungi apartemen tersebut yang dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung. Dengan biaya murah sekitar 1.000 hingga 2.500 Rubel per bulan. Satu kamar umumnya ditempati oleh 3–4 mahasiswa. Di mana setiap siswa disediakan tempat tidur, kasur, bantal, selimut, meja pribadi, dan lemari pakaian.
Untuk dapur setiap lantai memiliki dapur yang dilengkapi dengan lemari es, kompor, dan oven. Sehingga mahasiswa bisa memasak sendiri kebutuhan hidup sehari-hari. Tak hanya itu sarana pendukung lainnya seperti minimarket, gedung olahraga, ruangan belajar dan sebagainya juga bisa digunakan para mahasiswa.
Jadi bagaimana? Apakah kamu tertarik kuliah di Rusia? Untuk informasi selengkapnya bisa menghubungi website masing-masing kampus atau mencari beasiswa dari Kedutaan Rusia di Jakarta.



