Kebakaran Tempat Parkir Motor di Bogor, Pengelola Berjanji Bertanggung Jawab
Belasan motor tergeletak dalam kondisi rusak parah akibat kebakaran yang terjadi di tempat penitipan kendaraan di sekitar Stasiun Bogor. Peristiwa ini menimpa 10 unit motor yang hangus dan sembilan lainnya mengalami kerusakan akibat dampak api. Lokasi kejadian berada di Jalan Mayor Oking, Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Senin (19/1/2026) pagi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bogor, Agung Prihanto, menyebut bahwa lokasi kebakaran tersebut adalah tempat parkir motor bernama Wahyu Motor. Menurut informasi yang diperoleh, kejadian ini menimpa sejumlah kendaraan yang dititipkan di sana.
Pihak pengelola tempat penitipan motor di sekitar Stasiun Bogor telah menyatakan siap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami para pemilik kendaraan. Ardi, salah satu pengelola (dengan nama samaran), menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkomunikasi dengan para pemilik kendaraan untuk membahas bentuk tanggung jawab serta mekanisme ganti rugi.
Menurut Ardi, hingga pukul 14.00 WIB belum seluruh pemilik kendaraan datang ke lokasi kejadian. Proses pendataan masih berlangsung, khususnya terhadap kendaraan yang terbakar hingga hanya tersisa rangka.
“Tapi sudah ngobrol-ngobrol sama beberapa tadi, sebagian juga belum pada datang,” ujar Ardi saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa motor-motor yang terbakar merupakan kendaraan yang dititipkan menginap maupun yang baru masuk pada pagi hari sebelum kebakaran terjadi. “Ya, ada yang nginep, ada yang masuk pagi,” katanya.
Ardi mengatakan bahwa dirinya masih menunggu kehadiran pemilik usaha penitipan motor untuk memastikan keputusan terkait ganti rugi dapat segera diambil. “Saya juga lagi nungguin bos saya dan mintanya hari ini harus selesai,” ucapnya.
Terkait tuntutan dari pemilik kendaraan, Ardi memastikan pihak pengelola bersedia bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialami para penitip motor. “Pasti, tanggung jawabnya untuk semua kerugian. Dari bos saya juga mau secara musyawarah, kekeluargaan. Kita juga kan harus cek-cek juga bukti kepemilikannya macam BPKB, STNK,” katanya.
Ardi juga mengungkapkan bahwa sebelum kebakaran terjadi, alarm salah satu sepeda motor sempat berbunyi sejak malam hari. Kondisi tersebut sempat diperiksa, namun tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan. “Itu awalnya emang bunyi alarm motor bunyi-bunyi terus soalnya kan dari semalam,” katanya.
“Dicek sih, dicek. Cuma enggak masalah begitu. Pas pagi ya yang kerja turun ke bawah jam 6 tuh pas dia bangun nyala tuh percikan api,” lanjutnya.
Meski mengalami kerugian material, Ardi bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Tapi saya sih bersyukurnya anak buah saya selamat. Enggak ada yang korban itu aja,” ujarnya.
Ia juga memastikan hingga saat ini tidak ada pemilik kendaraan yang melayangkan protes keras. Menurut dia, komunikasi antara pengelola dan pemilik motor masih berjalan kondusif. “Sejauh ini enggak ada. Alhamdulillah enggak ada. Yang penting ada gantinya itu ya, yang punya juga sudah bersedia (ganti rugi),” kata Ardi.
Berdasarkan pendataan sementara, Ardi menyebut jumlah kendaraan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 17 unit. “Semua sih. Kalau yang parah kan sembilan. Yang separuh tuh kena dampaknya delapan, jadi total sekitar 17 lah,” ujarnya.
Namun demikian, ia belum dapat merinci jumlah pasti kerugian yang dialami seluruh pemilik motor.



