Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Diperpanjang
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, mengumumkan bahwa status tanggap darurat bencana banjir di wilayah tersebut kembali diperpanjang selama tujuh hari ke depan atau hingga Senin (19/1/2026). Pernyataan ini disampaikan pada Senin (12/1/2026), setelah melihat kondisi yang masih memprihatinkan akibat banjir.
Status tanggap darurat sebelumnya berakhir pada hari ini, namun karena situasi yang belum membaik dan hasil rapat bersama pihak terkait, maka keputusan untuk memperpanjang status tersebut diambil. Ini merupakan perpanjangan ketiga kali sejak awal bencana banjir terjadi.
Kondisi Terkini Banjir di Kabupaten Banjar
Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, hingga pukul 09.00 WITA, genangan air masih terjadi di sembilan kecamatan dan 118 desa. Jumlah warga yang terdampak mencapai 138.263 jiwa, dengan 33.939 rumah terkena dampak banjir. Sebanyak 8.200 rumah masih terendam air.
Selain itu, terdapat 47.492 kepala keluarga yang terdampak akibat banjir, yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan debit air sungai utama yang meningkat. Kelompok rentan juga turut terdampak, antara lain:
- 455 ibu hamil
- 822 bayi
- 2.573 balita
- 5.739 anak-anak
- 4.726 lansia
- 435 penyandang disabilitas
Ribuan Warga Mengungsi
Sebanyak 2.459 jiwa warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik pengungsian, termasuk aula perkantoran, eks puskesmas, musholla, dan rumah kerabat di beberapa kecamatan seperti Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, dan Karang Intan.
Beberapa warga mulai kembali ke rumah masing-masing, terutama di wilayah yang genangan airnya mulai surut. Namun, banyak yang masih bertahan di pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati.
Kondisi Sungai Masih Berbahaya
Pantauan Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa Sungai Martapura dan Sungai Riam Kanan masih dalam status bahaya, sementara Bendung Karang Intan berada pada status waspada. Debit air tinggi menjadi salah satu faktor utama meluasnya genangan di wilayah hilir.
Secara visual, cuaca di Kabupaten Banjar terpantau hujan ringan, dengan prakiraan cuaca berawan pada siang hari. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kecamatan hingga menjelang siang.
Upaya Penanganan Terus Dilakukan
BPBD Kabupaten Banjar bersama TRC, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan terus melakukan pemantauan, pendataan, dan koordinasi penanganan di lapangan. Monitoring ketinggian air dilakukan melalui Early Warning System (EWS) dan laporan masyarakat secara berkala.
Pusdalops BPBD menegaskan bahwa pemantauan akan terus ditingkatkan mengingat kondisi cuaca masih memasuki puncak musim hujan, serta masih adanya potensi banjir dan genangan di beberapa wilayah.
“Seluruh personel siaga dan terus berkoordinasi lintas sektor demi memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan dampak banjir,” demikian pernyataan Wasis Nugraha dalam laporan harian Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar.



