Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 29 Juni 2026
Trending
  • Belanja Pegawai APBD Toli Toli 2026 Capai 55 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
  • 10 Hotel Terdekat Stadion Seattle untuk Piala Dunia 2026
  • Rute Menuju Taman Safari Bogor 2026 dari Jakarta, Bogor, dan Bandung
  • Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan
  • Pilot AS Akui Lihat Drone Iran Bentuk ‘Ubur-ubur’ Sebelum F-15 Dihancurkan
  • Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI
  • Prancis vs Norwegia Live TVRI Pagi, Jadwal Grup I Pildun 2026 dan Nonton Bareng Kalsel
  • Diskon Tiket Jakarta-Surabaya-Makassar: Jadwal Kapal Pelni 8 Kali dengan KM Labobar, Tidar, Ciremai, Nggapulu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Beberapa Penyebab Bitcoin Kehilangan Nilainya
Ekonomi

Beberapa Penyebab Bitcoin Kehilangan Nilainya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sejarah dan Perjalanan Bitcoin

Bitcoin dikenal sebagai mata uang digital pertama yang dirancang untuk menghilangkan peran otoritas keuangan terpusat seperti bank atau pemerintah. Sejak diciptakan pada tahun 2009, perjalanan bitcoin penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Ada yang memandangnya sebagai masa depan uang, sementara yang lain menyebutnya sebagai penipuan atau gelembung yang bisa meledak kapan saja. Meski beberapa kali mengalami penurunan tajam dan dihadapkan pada keraguan, bitcoin tetap bertahan hingga saat ini.

Namun, apakah nilai bitcoin benar-benar bisa jatuh ke angka nol? Berikut adalah beberapa skenario yang bisa membuat nilai bitcoin lenyap sepenuhnya, serta faktor-faktor yang masih menjaga keberadaannya.

Skenario yang Bisa Membuat Bitcoin Jadi Tak Bernilai

Untuk membuat nilai bitcoin turun dari lebih dari 80.000 dolar AS per Maret 2025 menjadi nol, sejumlah pilar utama harus runtuh. Berikut beberapa kemungkinan yang bisa memicu hal tersebut:

Larangan dan Regulasi Ketat

Bitcoin telah beberapa kali menghadapi tekanan regulasi. Tiongkok, misalnya, melarang aktivitas penambangan dan transaksi kripto. Pada 2021, harga bitcoin sempat anjlok hampir 30% setelah pemerintah Tiongkok menindak tegas bank yang terlibat dalam transaksi kripto. Jika negara-negara besar seperti Amerika Serikat atau Uni Eropa tiba-tiba memutuskan melarang kepemilikan, penggunaan, dan perdagangan bitcoin, permintaan akan anjlok drastis.

Krisis Energi Global

Penambangan bitcoin mengonsumsi energi sangat besar. Rata-rata, satu transaksi bitcoin setara dengan 851,77 kWh listrik — kira-kira sama dengan kebutuhan listrik rumah tangga di Amerika selama sebulan. Jika harga energi melonjak atau pemerintah membatasi penambangan demi alasan lingkungan, keamanan jaringan bitcoin bisa melemah. Daya penambangan yang turun akan meningkatkan risiko serangan siber, yang pada akhirnya menurunkan kepercayaan investor.

Kehilangan Kepercayaan Publik Secara Total

Nilai bitcoin bertumpu pada kepercayaan publik. Berbeda dengan saham yang menghasilkan arus kas atau dividen, bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik selain keyakinan pasar. Jika muncul skandal besar atau manipulasi pasar yang memukul kepercayaan, nilainya bisa runtuh.

Faktor yang Membuat Bitcoin Masih Bernilai

Meski banyak risiko, kapitalisasi pasar bitcoin masih di atas 1,6 triliun dolar AS pada Maret 2025. Berikut beberapa alasan mengapa bitcoin tetap dipercaya:

Desentralisasi dan Keamanan

Nilai bitcoin lahir dari kepercayaan pada jaringan terdesentralisasi yang transparan, aman, dan diverifikasi konsensus global. Tanpa campur tangan otoritas pusat, risiko manipulasi jadi lebih kecil. Ini yang menjadikannya alternatif menarik dibanding mata uang fiat.

Kelangkaan Pasokan

Jumlah bitcoin dibatasi hanya 21 juta koin. Tidak seperti mata uang konvensional yang dapat dicetak tanpa batas, pasokan bitcoin terbatas. Ditambah lagi, mekanisme halving setiap empat tahun mengurangi jumlah bitcoin baru yang dicetak, memicu efek deflasi.

Adopsi oleh Lembaga Besar

Perusahaan besar, hedge fund, bahkan pemerintah mulai melirik bitcoin. Lembaga seperti BlackRock dan Fidelity merilis ETF bitcoin yang mempermudah investor ritel mengakses aset ini. Tren adopsi institusional ini ikut memperkuat legitimasi bitcoin.

Penyimpan Nilai (Store of Value)

Banyak orang menyebut bitcoin sebagai “emas digital” karena berfungsi melindungi kekayaan dari inflasi. Di negara-negara dengan nilai mata uang tidak stabil, seperti Venezuela atau Argentina, bitcoin jadi pelindung nilai terhadap hiperinflasi.

Apakah Bitcoin Bisa Benar-Benar Jatuh?

Tidak ada jaminan pasti soal masa depan bitcoin. Nilainya bisa anjlok drastis — sejarah telah membuktikan — tetapi kombinasi kelangkaan, keamanan, dan adopsi sejauh ini masih membuat bitcoin bertahan. Selama orang masih percaya dan menggunakannya, bitcoin akan tetap punya nilai.

Namun, penting diingat, bitcoin tetap aset spekulatif dengan risiko tinggi. Karena harganya sepenuhnya bergantung pada sentimen pasar, jika suatu saat kepercayaan publik benar-benar lenyap, maka bitcoin berpotensi turun ke titik nol. Untuk saat ini, skenario tersebut tampaknya masih jauh.

Sebagai aset digital dengan sejarah volatilitas tinggi, bitcoin akan selalu memiliki risiko tersendiri. Namun, selama kepercayaan publik, teknologi blockchain, dan dukungan komunitas tetap terjaga, kemungkinan bitcoin benar-benar lenyap ke angka nol masih sangat kecil. Meski begitu, bijaklah sebelum berinvestasi agar tidak terjebak hanya pada euforia tanpa memahami risikonya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 22 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

25 Juni 2026

Apakah Pembuatan NIB Memakan Biaya? Ini Fakta dan Penjelasannya

25 Juni 2026

Dividen besar MKPI Senin (22/6): Cek profil dan kinerja perusahaan properti

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Belanja Pegawai APBD Toli Toli 2026 Capai 55 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah

29 Juni 2026

10 Hotel Terdekat Stadion Seattle untuk Piala Dunia 2026

29 Juni 2026

Rute Menuju Taman Safari Bogor 2026 dari Jakarta, Bogor, dan Bandung

29 Juni 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

29 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?