Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 8 Mei 2026
Trending
  • Cara ke Tokyo dari Bandara Haneda: Transportasi Hemat atau Cepat
  • Forum Bisnis Indonesia: Langkah Mundur Manufaktur Tanpa Kebijakan yang Jelas
  • Man Utd Siapkan Rp3,4 Triliun untuk Rekrut Dua Gelandang Top
  • 5 toko oleh-oleh haji di Banyumas dengan produk lengkap dan harga murah
  • Pembaruan Liga Inggris: Arsenal dan MU Tekan Mental Manchester City
  • Sambutan Pembina Upacara Hardiknas 2026 Penuh Harapan dan Doa
  • Pilu di Ponpes Pati: Pengasuh Cabuli Santriwati
  • Batam Jadi Penggerak Ekonomi Kepri
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Batam Jadi Penggerak Ekonomi Kepri
Ekonomi

Batam Jadi Penggerak Ekonomi Kepri

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Mei 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pertumbuhan Ekonomi yang Mengesankan

Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang sangat mengesankan sepanjang tahun 2025. Dengan pertumbuhan sebesar 6,76 persen (year-on-year) tanpa migas, Batam menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada 2025 tercatat sebesar 5,88 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional hanya mencapai 5,11 persen.

Kabupaten Bintan tumbuh sebesar 6,43 persen, disusul oleh Karimun dengan pertumbuhan 5,44 persen, Lingga 3,53 persen, Tanjungpinang 3,31 persen, dan Kepulauan Anambas 2,87 persen. Sementara itu, Kabupaten Natuna mengalami kontraksi sebesar minus 1,61 persen. Selain menjadi yang tertinggi, Batam juga tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian Kepri dengan kontribusi mencapai 66,44 persen pada 2025.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Ekonomi

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjelaskan bahwa kinerja ekonomi Batam didukung oleh meningkatnya aktivitas industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi dan logistik, serta arus investasi yang terus menguat. “Struktur ekonomi berbasis manufaktur, perdagangan internasional dan jasa logistik menjadi fondasi pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tanpa migas mencerminkan transformasi ekonomi Batam yang semakin bertumpu pada sektor industri dan investasi. “Pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen tanpa migas menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat,” katanya.

Indikator tanpa migas memberikan gambaran yang lebih nyata terhadap kekuatan ekonomi daerah karena tidak terpengaruh fluktuasi harga energi global. “Sektor migas sangat bergantung pada harga energi dunia dan volume produksi. Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat kekuatan riil ekonomi Batam yang ditopang industri dan investasi,” tambahnya.

Investasi Besar yang Mendorong Pertumbuhan

Realisasi investasi di Kota Batam menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, memperkuat posisi daerah tersebut sebagai lumbung investasi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Amsakar Achmad menyatakan bahwa berbagai indikator menunjukkan Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat pengumpulan modal yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Batam ini negerinya investasi. Pertumbuhan ekonomi kita selalu berada di atas rata-rata nasional,” ujarnya. Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 mencapai sekitar 6,76 persen dan meningkat menjadi 6,89 persen pada 2026. Capaian ini memperkuat posisi Batam sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi investasi, realisasi pada 2025 tercatat mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target Rp60 triliun. Sementara pada triwulan I 2026, investasi sudah menembus Rp17,5 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,6 triliun. “Lonjakan ini menunjukkan Batam menjadi tempat utama bagi investor untuk menanamkan modalnya,” kata Amsakar.

Status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) menjadi salah satu faktor utama yang membuat wilayah ini menjadi “lumbung” bagi investasi. Berbagai insentif seperti pembebasan bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha.

Sektor Prioritas dan Strategi Jangka Panjang

Strategi Batam sebagai motor investasi tidak dilakukan secara acak. Amsakar menjelaskan bahwa BP Batam telah memetakan beberapa sektor prioritas yang akan menjadi pilar utama hingga tahun 2045. Sektor-sektor ini bertindak seperti silo-silo penyimpanan modal.

Pertama, logistik Internasional: Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar untuk menampung hingga 900.000 TEUs. Kedua, Industri Dirgantara: Melalui KEK Batam Aero Technic yang berfokus pada MRO (perawatan pesawat). Ketiga, Digital & Kreatif: Mengandalkan KEK Nongsa Digital Park yang kini menjadi pusat data (data center) unggulan. Keempat, Kesehatan Terpadu: KEK Kesehatan Sekupang yang diprediksi menarik investasi hingga Rp 6,9 triliun. Terakhir, Energi Baru Terbarukan (EBT): Fokus pada industri panel surya dan energi hijau di Rempang dan Galang.

Lebih Kompetitif dan Menarik Investor

Amsakar bilang, alasan mengapa para investor memilih “mengisi” lumbung mereka di Batam ketimbang wilayah tetangga seperti Johor, Malaysia, adalah efisiensi yang nyata. “Batam menawarkan biaya tenaga kerja yang 27% lebih rendah dibandingkan Johor, dengan upah minimum berkisar USD 290-301 dibandingkan Johor yang mencapai USD 401,” kata dia.

Selain itu, pasokan tenaga kerja di Batam sangat melimpah dengan 60.000 hingga 70.000 pekerja baru yang bermigrasi ke pulau ini setiap tahunnya. “Jumlah tenaga kerja yang mempunyai kompetensi melimpah,” kata Amsakar. “Batam adalah lumbung yang sudah siap. Dengan kepastian hukum melalui PP 25/2025 dan perluasan kawasan perdagangan bebas (FTZ), kami memastikan setiap dolar yang masuk akan tumbuh dan berkembang di sini.”

PAD yang Meningkat Signifikan

Selain pertumbuhan ekonomi, kinerja fiskal Batam juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam tercatat meningkat signifikan menjadi Rp2,36 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,78 triliun atau naik sekitar 32 persen. Peningkatan tersebut turut mendorong total pendapatan daerah Batam pada 2025 menjadi Rp4,29 triliun, naik dari Rp3,7 triliun pada 2024.

Amsakar Achmad mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh komponen daerah dalam mendorong daya saing dan pembangunan ekonomi. “Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam memperkuat Batam sebagai Kota Madani yang inovatif dan kompetitif,” ujarnya.

Akselerasi Ekonomi 2026

Dengan tren pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan peningkatan kapasitas fiskal daerah, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia. BP Batam, pelaku usaha, asosiasi industri, dan tokoh masyarakat berkolaborasi dalam merumuskan arah kebijakan dan akselerasi ekonomi di tengah dinamika global dan tuntutan masyarakat yang kian kompleks.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gen Z di Tengah Tekanan Ekonomi, Kematangan Finansial, dan Dukungan Keluarga

7 Mei 2026

Apakah Investasi Valuta Asing Menguntungkan?

7 Mei 2026

KRL vs Argo Bromo Anggrek, Siapa yang Bersalah?

7 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cara ke Tokyo dari Bandara Haneda: Transportasi Hemat atau Cepat

8 Mei 2026

Forum Bisnis Indonesia: Langkah Mundur Manufaktur Tanpa Kebijakan yang Jelas

8 Mei 2026

Man Utd Siapkan Rp3,4 Triliun untuk Rekrut Dua Gelandang Top

8 Mei 2026

5 toko oleh-oleh haji di Banyumas dengan produk lengkap dan harga murah

8 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?