Keterbatasan Pemain di Lini Belakang Barcelona
Barcelona, salah satu raksasa Liga Spanyol, kini menghadapi tantangan besar dalam memperkuat lini belakang mereka. Masalah ini muncul setelah Andreas Christensen mengalami cedera lutut serius yang membuatnya harus absen dalam jangka waktu panjang.
Christensen mengalami robekan ligamen anterior cruciate pada lutut kiri saat sedang menjalani sesi latihan. Awalnya, ia hanya merasakan nyeri akibat lutut terkilir sebelum laga melawan Villarreal. Namun, pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa cedera tersebut cukup berat dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
Kondisi ini semakin diperparah dengan absennya Ronald Araujo karena alasan kesehatan mental. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan Araujo akan kembali bermain. Dengan dua bek utama yang tidak bisa tampil, stok pemain di lini belakang Barcelona menjadi sangat terbatas.
Saat ini, klub hanya memiliki beberapa opsi bek tengah seperti Pau Cubarsi, Gerard Martin, dan Eric Garcia. Jules Kounde juga bisa mengisi posisi tersebut, meskipun lebih sering digunakan sebagai bek kanan. Hal ini menunjukkan bahwa Barcelona perlu mencari solusi untuk memperkuat lini belakang mereka.
Axel Disasi Jadi Target Transfer
Keterbatasan tersebut membuat Barcelona mempertimbangkan untuk mendatangkan bek tengah baru pada bursa transfer Januari 2026. Salah satu nama yang muncul adalah Axel Disasi dari Chelsea. Bek asal Prancis ini dinilai cocok dengan kebutuhan Barcelona karena memiliki kemampuan duel fisik, kecepatan, serta kemampuan distribusi bola dari lini belakang.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Chelsea bersedia melepas Disasi. Hal ini berkaitan dengan status sang pemain yang bukan pilihan utama pelatih Enzo Maresca. Meski demikian, klub Liga Inggris itu lebih memilih skema transfer permanen.
Disasi masih terikat kontrak bersama Chelsea hingga 2029, sehingga opsi peminjaman tidak menjadi prioritas bagi klub asal London Barat tersebut. Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi Barcelona dalam proses negosiasi.
Tantangan Finansial Barcelona
Keinginan Chelsea untuk melepas Disasi secara permanen menjadi tantangan bagi Barcelona. Kondisi finansial klub Catalan belum sepenuhnya stabil, sehingga proses negosiasi berjalan dengan pertimbangan matang. Selain nilai transfer, faktor gaji Disasi juga menjadi perhatian karena masuk dalam kategori tinggi.
Situasi ini membuat Barcelona harus berhitung dalam menentukan langkah di bursa transfer. Di sisi lain, minat terhadap Disasi tidak hanya datang dari Barcelona. Sejumlah klub lain juga memantau situasi sang bek, di antaranya AS Roma, Galatasaray, Olympique Lyon, dan Borussia Dortmund.
Persaingan tersebut membuat peluang Barcelona untuk merekrut bek Chelsea ini bergantung pada kemampuan klub menyesuaikan rencana transfer dengan kondisi finansial saat ini. Dengan semua faktor yang terlibat, Barcelona harus mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum mengambil keputusan akhir.



