Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Barat Pertaruhkan Energi Nuklir dengan Dana Publik di Tengah Kebutuhan Global
Nasional

Barat Pertaruhkan Energi Nuklir dengan Dana Publik di Tengah Kebutuhan Global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 December 2025No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Energi Nuklir Kembali Jadi Prioritas Strategis di Dunia Barat

Dunia Barat kembali menempatkan energi nuklir sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam kebijakan energi. Setelah puluhan tahun mengalami penurunan karena biaya tinggi dan risiko finansial yang sulit diterima pasar, pemerintah di Amerika Utara dan Eropa kembali mengambil peran dominan dalam pembangunan reaktor nuklir.

Pergeseran ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama, agenda transisi menuju energi rendah karbon semakin mendesak. Kedua, lonjakan kebutuhan listrik dari industri dan teknologi global, termasuk pusat data besar yang menjadi fondasi pengembangan kecerdasan buatan.

Sebelumnya, pembangunan reaktor nuklir diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar dan modal swasta. Namun, pendekatan ini tidak berhasil membangun banyak reaktor baru. Kini, negara kembali menjadi penanggung risiko utama, yang berdampak langsung pada keuangan publik dan para pembayar pajak.

Perkembangan di Kanada

Di Kanada, pergeseran tersebut terlihat jelas. Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan kepala pemerintahan Provinsi Ontario, Doug Ford, berkomitmen untuk menyalurkan dana gabungan sebesar 3 miliar dolar Kanada (sekitar 36,8 triliun dengan kurs Rp 12.270 per dolar Kanada) untuk pembangunan pembangkit nuklir baru di Clarington, Ontario. Proyek ini berdekatan dengan Darlington Nuclear Generating Station dan menjadi tanda kembalinya negara sebagai penjamin utama pembangunan reaktor nuklir di Kanada.

Namun, skala intervensi negara tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kebijakan Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS mengumumkan pembiayaan sedikitnya USD 80 miliar, setara sekitar Rp 1.340 triliun dengan kurs Rp 16.750 per dolar AS, untuk pembangunan reaktor Westinghouse di dalam negeri. Pendanaan ini berasal dari pemerintah Jepang, yang juga menjanjikan tambahan hingga USD 100 miliar untuk reaktor besar serta USD 100 miliar lainnya bagi reaktor modular kecil dari GE Vernova Hitachi.

Dukungan Kebijakan dari IEA

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) mencatat penguatan dukungan kebijakan terhadap nuklir. Dalam laporan November, IEA menyatakan bahwa energi nuklir kembali mendapatkan dukungan yang kuat di banyak pasar.

Meski energi surya dan angin tetap memimpin pertumbuhan pembangkit listrik di negara maju, investasi nuklir telah meningkat lebih dari 70 persen dalam lima tahun terakhir. Diperkirakan, nuklir bisa memenuhi lebih dari sepersepuluh tambahan permintaan listrik dalam satu dekade ke depan.

Pengalaman Masa Lalu yang Mengingatkan

Namun, pengalaman masa lalu menjadi pengingat serius. Reaktor besar di Darlington yang dibangun pada 1980–1990-an akhirnya menelan biaya 14,5 miliar dolar Kanada, hampir dua kali lipat dari estimasi awal 7,4 miliar dolar Kanada. Keterlambatan rata-rata lima tahun per unit membuat beban utang Ontario Hydro melonjak tajam dan memicu restrukturisasi besar-besaran pada 1990-an.

Upaya mengalihkan risiko ke sektor swasta pun terbukti rapuh. Proyek Hinkley Point C di Inggris menjadi salah satu dari sedikit proyek nuklir yang lolos ketika pendanaan publik dibatasi. Proyek tersebut dibiayai tanpa dana pemerintah langsung melalui skema contracts for difference atau kontrak perbedaan harga yang memberi kepastian harga listrik bagi investor. Namun, kenaikan biaya dan keterlambatan pembangunan membuat model ini sulit direplikasi dan mengurangi minat investor.

Realita Industri Nuklir

Analis nuklir Tim Judson menilai kondisi tersebut mencerminkan realitas industri. “Industri swasta sebenarnya tidak tertarik membangun reaktor baru. Semua yang terjadi sekarang bergantung pada keputusan politik pemerintah negara bagian dan federal,” ujarnya.

Di Kanada, Ontario Power Generation (OPG) menghadapi tantangan serupa. “Kami telah mencoba banyak cara untuk menggandeng investor institusional, namun belum berhasil,” kata CFO OPG, Aida Cipolla. Negara akhirnya turun tangan melalui pinjaman dan penyertaan modal, dengan harapan kepemilikan tersebut dapat dilepas setelah proyek beroperasi dan risikonya menurun.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Pada akhirnya, kebangkitan kembali energi nuklir di Barat mencerminkan pilihan strategis di tengah lonjakan kebutuhan energi global dan keterbatasan investasi swasta. Namun satu hal tetap konsisten: jika pengendalian biaya dan jadwal gagal dijaga, risiko terbesar hampir pasti kembali bermuara pada publik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya

26 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?