Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 25 April 2026
Trending
  • Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Kekuatan Sektor Pangan Terbukti
  • Zodiak 21 April 2026: Cancer Cari Peluang, Scorpio Atasi Emosi
  • Ramalan Zodiak Besok Sabtu 25 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
  • Pembaruan persiapan Persib menghadapi Dewa United: Bojan Hodak tekankan kebugaran, Klok fokus pada mental
  • Tarif Hotel Pesta Ultah Seskab Teddy Capai Rp300 Juta per Malam
  • Kapuspen TNI: 4 Pelaku Penyiram Air Keras Andrie Yunus Akan Hadir di Persidangan
  • Lelang Aset Negara Jakarta III: Berubah Jadi Digital, Kompetisi Cepat Tanpa Tatap Muka
  • RX King Naik Level! Mesin Buas dengan Teknologi VVA!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Kekuatan Sektor Pangan Terbukti
Ekonomi

Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Kekuatan Sektor Pangan Terbukti

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID, JAKARTA — Peran penting sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional kembali ditegaskan melalui hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia (BI).

Pada triwulan I 2026, aktivitas dunia usaha tercatat berada di zona positif dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen. Meski sedikit menurun dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 10,61 persen, kondisi ini tetap menunjukkan bahwa dunia usaha masih dalam keadaan stabil.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono menjelaskan, hasil survei tersebut mengindikasikan bahwa kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 tetap terjaga. “Kondisi ini menunjukkan bahwa dunia usaha masih dalam posisi baik,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Mayoritas lapangan usaha menunjukkan kinerja positif, terutama sektor jasa keuangan, pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran. Terjaganya aktivitas usaha ini didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama periode hari besar keagamaan seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, yang beriringan dengan musim panen.

Dari sisi operasional, kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dari 73,15 persen pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan serta industri pengolahan. Kondisi keuangan dunia usaha juga dinilai tetap baik, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, serta didukung akses pembiayaan yang relatif lebih mudah.

Memasuki triwulan II 2026, dunia usaha diperkirakan mengalami peningkatan kinerja. BI memproyeksikan SBT mencapai 14,80 persen, yang didorong sektor pertanian seiring berlanjutnya musim panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan.

“Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen,” ujar Anton.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian ini menjadi bukti nyata sektor pertanian semakin kuat dan berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional. “Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” ujar Mentan Amran.

Mentan menambahkan, penguatan sektor pertanian tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang telah dijalankan pemerintah, mulai dari percepatan tanam, optimalisasi lahan, pompanisasi, hingga perbaikan irigasi dan distribusi pupuk. “Ini kerja terstruktur dan berkelanjutan. Kita pastikan produksi meningkat, petani terlindungi, dan pangan tetap tersedia. Hasilnya sekarang mulai terlihat dan diakui oleh berbagai pihak,” katanya menegaskan.

Berdasarkan nilai ekspor sektor pertanian (segar dan olahan) mengalami kenaikan Rp 166,71 triliun atau tumbuh 28,26 persen, sementara impor turun sebesar Rp 41,68 triliun atau terkoreksi 9,66 persen. Kinerja ini memperlihatkan, sektor pertanian Indonesia semakin kompetitif di pasar global sekaligus mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Beberapa saat lalu, Mentan menegaskan capaian ini merupakan hasil dari strategi besar yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Ini bukan kerja satu program tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” ujar Mentan Amran.

Data sebelumnya juga menunjukkan tren penguatan sektor pertanian. Produksi komoditas utama seperti padi dan jagung mengalami peningkatan, cadangan beras pemerintah (CBP) dalam kondisi sangat aman. CBP bergerak menyentuh bangka 5 juta ton, bukan sekedar isapan jempol belaka, kinerja ekspor pertanian yang terus menunjukkan tren positif seiring pengendalian impor yang semakin efektif.

“Cadangan kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal rasa aman bagi rakyat Indonesia. 4,8 juta ton, akhir April 5 juta ton ini sudah terlihat. Kita pastikan stok cukup, harga stabil, dan petani tetap untung,” tegas Mentan Amran.

Kinerja positif juga terlihat dari sisi kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, menandakan daya beli dan pendapatan petani meningkat signifikan. Sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang impresif. PDB sektor pertanian pada 2025 tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menjadikan sektor ini sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis sektor pertanian akan terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan. “Kalau pertanian kuat, ekonomi nasional pasti kuat. Ini yang terus kita jaga dan percepat,” tutup Mentan Amran.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Setelah Dua Tahun PHK Massal, Boeing Kembali Rekrut 140 Karyawan Per Minggu

24 April 2026

Samsung bawa perselisihan serikat pekerja ke pengadilan

24 April 2026

Uang Pisah: Definisi, Syarat, dan Cara Menghitung

24 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Kekuatan Sektor Pangan Terbukti

25 April 2026

Zodiak 21 April 2026: Cancer Cari Peluang, Scorpio Atasi Emosi

25 April 2026

Ramalan Zodiak Besok Sabtu 25 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

25 April 2026

Pembaruan persiapan Persib menghadapi Dewa United: Bojan Hodak tekankan kebugaran, Klok fokus pada mental

25 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?