Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 18 Februari 2026
Trending
  • Jadwal MotoGP Minggu Malam, Jorge Martin Gantikan Marc Marquez 2027
  • 3 Shio Paling Beruntung Februari 2026: Strategi Cerdas untuk Rezeki dan Peluang
  • Waktunya bangkit ekonomi! 4 zodiak ini siap terima rezeki besar mulai 15 Februari 2026
  • 5 fakta duel mematikan di Tapin Kalsel, dua insiden sehari, korban terluka parah
  • Hukum Kekuasaan di Timur Tengah
  • IIMS 2026 Ditutup, Hiburan Otomotif yang Dinantikan Tahun Ini
  • 6 rekomendasi tas pendingin ibu menyusui, praktis untuk bepergian
  • Cari Pacing Terbaik dengan PUMA Deviate 4 di Planet Sports Run 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Balas Dendam Masa Kecil, Luki Permana Kumpulkan Ribuan Barang Vintage
Hobi

Balas Dendam Masa Kecil, Luki Permana Kumpulkan Ribuan Barang Vintage

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Koleksi Vintage yang Mengubah Hobi Jadi Investasi

Luki Permana, seorang penghobi dan kolektor barang-barang vintage di Desa Kedungwringin, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, memiliki kumpulan benda-benda bernilai historis yang mencapai lebih dari 1.000 unit. Mulai dari kamera jadul hingga mainan era 50-an hingga 90-an, koleksinya menjadi bukti bahwa hobi bisa bertransformasi menjadi sumber cuan.

Awal Mula Koleksi

Hobi Luki dimulai secara serius pada tahun 2018 sebagai bentuk “balas dendam” masa kecilnya yang serba kekurangan. Ia mengakui dulu tidak mampu membeli berbagai barang populer pada era 1990-an. Kini, ia justru dikelilingi ribuan benda nostalgia yang sempat tak bisa ia miliki saat kecil.

Salah satu benda yang paling berkesan baginya adalah jam weker dari era 1970-an yang ia temukan di tempat rongsokan saat mencari sepeda bekas. Dari situlah kebiasaan mengoleksi barang vintage berkembang pesat.

Kamera Abad Sembilanbelas

Kini, kamera menjadi koleksi yang paling dominan dalam gudang Luki. Ia memperkirakan jumlah kameranya mencapai sekitar 300 unit dari berbagai jenis. Kamera paling tua dalam koleksinya adalah Folding Kodak A1 dari akhir abad ke-19, sekitar tahun 1890-an. Kamera lipat tersebut dulunya digunakan untuk keperluan dokumentasi perusahaan, seperti pabrik gula, kereta api, serta dokumentasi foto pada era 1950-an.

Ia mendapatkan kamera tersebut melalui komunitas di Facebook. Selain kamera, ia juga menyimpan berbagai dokumentasi foto kota Purwokerto, termasuk foto medium format dan kamera TLR (Twin Lens Reflex).

Koleksi Lainnya

Selain kamera, Luki juga memiliki berbagai kaset pita, di antaranya rekaman Benyamin Sueb dari era 1950-an dan kaset Rhoma Irama yang ditemukan di lapak loak. Koleksi lainnya meliputi sekitar 400 kaset pita, koper lawas, perlengkapan audio, konsol game lama, hingga majalah fashion jadul.

Hobi Jadi Investasi

Pada awal menekuni hobi ini sekitar 2018, harga barang-barang vintage masih relatif murah. Namun sekarang, harga barang sejenis sudah jauh lebih mahal. Meski lebih banyak mengoleksi, Luki juga sesekali menjual barang tertentu, terutama jika memiliki barang yang sama. “Dulu saya punya dua, jadi yang satu dijual,” katanya.

Menurutnya, hobi ini juga bisa menjadi bentuk investasi. Saat ini, kamera-kamera tertentu, termasuk kamera digital lawas, sedang tren dan banyak dicari. Ia pun kadang menjual kamera, meski untuk mainan dan kaset, ia lebih memilih menyimpannya sebagai koleksi pribadi.

Rencana Masa Depan

Luki mengaku sempat terpikir untuk membuat galeri, namun terkendala biaya yang cukup besar. Meski begitu, koleksinya kerap dikunjungi teman-teman, bahkan ada mahasiswa yang datang untuk keperluan penelitian atau skripsi tentang fotografi analog.

Bagi Luki, hobi ini bukan sekadar kesenangan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan. Kini, di usianya yang menginjak 30 tahun, ia tetap konsisten mengoleksi barang-barang dari era yang bukan zamannya, meski awalnya sempat dimarahi orang tua karena dianggap memakan tempat.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

9 ide aktivitas romantis untuk pacar tanpa biaya mahal

16 Februari 2026

5 Alasan Realistis Mengapa Tidak Semua Hobi Bisa Jadi Penghasilan

14 Februari 2026

Ramalan Shio 2026: Siapa yang Paling Beruntung?

8 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Minggu Malam, Jorge Martin Gantikan Marc Marquez 2027

18 Februari 2026

3 Shio Paling Beruntung Februari 2026: Strategi Cerdas untuk Rezeki dan Peluang

18 Februari 2026

Waktunya bangkit ekonomi! 4 zodiak ini siap terima rezeki besar mulai 15 Februari 2026

18 Februari 2026

5 fakta duel mematikan di Tapin Kalsel, dua insiden sehari, korban terluka parah

18 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?