Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Awal Mula Basral Graito Jatuh Cinta Skateboard dengan Papan Rp 5.000 hingga Raih Emas di SEA Games 2025
    Olahraga

    Awal Mula Basral Graito Jatuh Cinta Skateboard dengan Papan Rp 5.000 hingga Raih Emas di SEA Games 2025

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 December 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjalanan Panjang Menuju Medali Emas

    Medali emas yang kini menggantung di leher Basral Graito Hutomo bukan sekadar lambang kemenangan. Ia adalah saksi bisu dari perjalanan panjang yang dipenuhi keterbatasan, air mata, dan tekad yang nyaris tak tergoyahkan. Di ajang SEA Games 2025 Thailand, remaja asal Colomadu, Karanganyar, itu berdiri di puncak tertinggi—setelah menapaki jalan yang sama sekali tidak mudah.

    Basral lahir di Tangerang, Banten, pada 22 Januari 2007. Tak lama kemudian, hidup membawanya pindah bersama keluarga ke Colomadu Karanganyar, Jawa Tengah. Di sanalah kisahnya dimulai. Tahun 2017 menjadi titik balik, ketika seorang anak SD yang gemar BMX tanpa sengaja jatuh cinta pada sebuah papan kayu beroda.

    Kala itu, Basral hanya memiliki satu sepeda BMX yang harus dipakai bergantian dengan kakaknya. Hingga suatu hari, ia datang ke Stadion Manahan Solo untuk menonton kompetisi olahraga ekstrem. Awalnya, matanya mencari BMX. Namun di antara riuh arena, pandangannya tertumbuk pada sesuatu yang asing sekaligus memesona.

    “Aku lihat skateboard. Kok menarik ya? Papan bisa meluncur, lompat-lompat,” kenangnya.

    Sepulang dari Manahan, rasa penasaran itu berubah menjadi obsesi. Seusai sekolah, ia mengikuti temannya yang memiliki skateboard. Di sebuah gudang sederhana, Basral pertama kali berdiri di atas papan pinjaman—bukan papan ideal, bahkan nyaris tak terpakai. Namun dari situlah mimpi besar mulai tumbuh.

    “Temanku bilang papan itu dijual. Lima ribu rupiah aja. Ya sudah, aku beli,” ucapnya sambil tersenyum.

    Dengan skateboard seadanya, Basral mulai berlatih. Hadiah ulang tahun dari sang ayah pada Januari 2018 menjadi titik terang berikutnya: sebuah papan skateboard bekas, namun sudah diperbaiki agar layak dipakai berlatih serius. Meski begitu, keterbatasan tetap menghimpit. Satu papan harus dipakai berdua dengan kakaknya. Pelatih? Tidak ada. Ia hanya mengandalkan YouTube.

    “Habis sekolah nonton YouTube, sorenya langsung praktik,” katanya.

    Pelataran rumah, jalanan, hingga skatepark komunitas di kawasan UMS menjadi saksi kegigihannya. Hujan adalah musuh terbesar. Setiap sore mendung datang, ia hanya bisa menatap langit dengan kecewa. “Kalau hujan, sedih. Enggak bisa main,” ujarnya lirih.

    Namun ujian terberat datang bukan dari cuaca atau fasilitas, melainkan dari sistem pendidikan. Tahun 2019, saat masih duduk di bangku SD, Basral terpilih mengikuti Pelatnas selama sembilan bulan di Bandung untuk persiapan SEA Games Filipina. Kesempatan emas itu justru berujung konflik.

    Sekolah melarangnya berangkat. Bahkan, ancaman tidak naik kelas sempat dilontarkan. Ayahnya terlibat perdebatan dengan pihak sekolah—demi mempertahankan mimpi anaknya.

    Di sekolah, Basral juga harus menelan ejekan. Sepatu sekolahnya bolong, rusak karena terlalu sering dipakai latihan skateboard. Ia dicemooh teman-temannya. Namun kini, ia hanya tertawa mengingatnya.

    “Sekarang sepatuku banyak di rumah,” katanya, disusul tawa kecil penuh kemenangan.

    Di balik semua itu, sang ayah berdiri sebagai benteng terkuat. Dengan alat seadanya, ia membangun skatepark mini di lokasi tersembunyi, sekitar satu kilometer dari rumah. Di tempat sunyi itulah Basral mengasah trik-trik berbahaya, jatuh bangun tanpa penonton, tanpa sorak-sorai.

    Demi masa depan skateboard Basral, sang ayah juga mengambil keputusan besar: mengalihkan pendidikan anaknya ke jalur nonformal (Paket C). Semua dilakukan agar Basral bisa fokus sepenuhnya mengejar mimpinya.

    Kini, semua pengorbanan itu terbayar lunas. Emas SEA Games 2025 telah digenggam. Namun bagi Basral, ini bukan akhir.

    “Target ke depan Asian Games dan Road to Olympic,” katanya mantap. Bulan depan, ia kembali ke Jakarta untuk Pelatnas. Mental dan fisik kembali ditempa.

    Dari papan lima ribu rupiah hingga podium tertinggi Asia Tenggara—Basral Graito Hutomo telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari keterbatasan, asal diperjuangkan dengan sepenuh hati.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?