Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 4 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Awal Mula Basral Graito Jatuh Cinta Skateboard dengan Papan Rp 5.000 hingga Raih Emas di SEA Games 2025
Olahraga

Awal Mula Basral Graito Jatuh Cinta Skateboard dengan Papan Rp 5.000 hingga Raih Emas di SEA Games 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perjalanan Panjang Menuju Medali Emas

Medali emas yang kini menggantung di leher Basral Graito Hutomo bukan sekadar lambang kemenangan. Ia adalah saksi bisu dari perjalanan panjang yang dipenuhi keterbatasan, air mata, dan tekad yang nyaris tak tergoyahkan. Di ajang SEA Games 2025 Thailand, remaja asal Colomadu, Karanganyar, itu berdiri di puncak tertinggi—setelah menapaki jalan yang sama sekali tidak mudah.

Basral lahir di Tangerang, Banten, pada 22 Januari 2007. Tak lama kemudian, hidup membawanya pindah bersama keluarga ke Colomadu Karanganyar, Jawa Tengah. Di sanalah kisahnya dimulai. Tahun 2017 menjadi titik balik, ketika seorang anak SD yang gemar BMX tanpa sengaja jatuh cinta pada sebuah papan kayu beroda.

Kala itu, Basral hanya memiliki satu sepeda BMX yang harus dipakai bergantian dengan kakaknya. Hingga suatu hari, ia datang ke Stadion Manahan Solo untuk menonton kompetisi olahraga ekstrem. Awalnya, matanya mencari BMX. Namun di antara riuh arena, pandangannya tertumbuk pada sesuatu yang asing sekaligus memesona.

“Aku lihat skateboard. Kok menarik ya? Papan bisa meluncur, lompat-lompat,” kenangnya.

Sepulang dari Manahan, rasa penasaran itu berubah menjadi obsesi. Seusai sekolah, ia mengikuti temannya yang memiliki skateboard. Di sebuah gudang sederhana, Basral pertama kali berdiri di atas papan pinjaman—bukan papan ideal, bahkan nyaris tak terpakai. Namun dari situlah mimpi besar mulai tumbuh.

“Temanku bilang papan itu dijual. Lima ribu rupiah aja. Ya sudah, aku beli,” ucapnya sambil tersenyum.

Dengan skateboard seadanya, Basral mulai berlatih. Hadiah ulang tahun dari sang ayah pada Januari 2018 menjadi titik terang berikutnya: sebuah papan skateboard bekas, namun sudah diperbaiki agar layak dipakai berlatih serius. Meski begitu, keterbatasan tetap menghimpit. Satu papan harus dipakai berdua dengan kakaknya. Pelatih? Tidak ada. Ia hanya mengandalkan YouTube.

“Habis sekolah nonton YouTube, sorenya langsung praktik,” katanya.

Pelataran rumah, jalanan, hingga skatepark komunitas di kawasan UMS menjadi saksi kegigihannya. Hujan adalah musuh terbesar. Setiap sore mendung datang, ia hanya bisa menatap langit dengan kecewa. “Kalau hujan, sedih. Enggak bisa main,” ujarnya lirih.

Namun ujian terberat datang bukan dari cuaca atau fasilitas, melainkan dari sistem pendidikan. Tahun 2019, saat masih duduk di bangku SD, Basral terpilih mengikuti Pelatnas selama sembilan bulan di Bandung untuk persiapan SEA Games Filipina. Kesempatan emas itu justru berujung konflik.

Sekolah melarangnya berangkat. Bahkan, ancaman tidak naik kelas sempat dilontarkan. Ayahnya terlibat perdebatan dengan pihak sekolah—demi mempertahankan mimpi anaknya.

Di sekolah, Basral juga harus menelan ejekan. Sepatu sekolahnya bolong, rusak karena terlalu sering dipakai latihan skateboard. Ia dicemooh teman-temannya. Namun kini, ia hanya tertawa mengingatnya.

“Sekarang sepatuku banyak di rumah,” katanya, disusul tawa kecil penuh kemenangan.

Di balik semua itu, sang ayah berdiri sebagai benteng terkuat. Dengan alat seadanya, ia membangun skatepark mini di lokasi tersembunyi, sekitar satu kilometer dari rumah. Di tempat sunyi itulah Basral mengasah trik-trik berbahaya, jatuh bangun tanpa penonton, tanpa sorak-sorai.

Demi masa depan skateboard Basral, sang ayah juga mengambil keputusan besar: mengalihkan pendidikan anaknya ke jalur nonformal (Paket C). Semua dilakukan agar Basral bisa fokus sepenuhnya mengejar mimpinya.

Kini, semua pengorbanan itu terbayar lunas. Emas SEA Games 2025 telah digenggam. Namun bagi Basral, ini bukan akhir.

“Target ke depan Asian Games dan Road to Olympic,” katanya mantap. Bulan depan, ia kembali ke Jakarta untuk Pelatnas. Mental dan fisik kembali ditempa.

Dari papan lima ribu rupiah hingga podium tertinggi Asia Tenggara—Basral Graito Hutomo telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari keterbatasan, asal diperjuangkan dengan sepenuh hati.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub

11 Juli 2026

Prediksi Skor Lincoln Red Imps vs Inter Club d’Escaldes Liga Champions UEFA 8 Juli 2026

11 Juli 2026

16 Bencana Besar Piala Dunia 2026: Tiga Negara Tuan Rumah Terpuruk, Kanada dan AS Kehilangan Gaya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?