Program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM) Pertamina Patra Niaga mengajak seluruh mitra pengemudi ojek online untuk mengumpulkan poin, menukar voucher undian, dan meraih kesempatan membawa pulang motor impian melalui program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM). BOOM diluncurkan dalam acara MyPertamina Wikenfest di Tegal pada Sabtu (31/1/2026). Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memiliki tanggung jawab untuk memasarkan produk dan layanan di Indonesia. Produk seperti BBM Pertamax Series dan Dex Series, serta layanan digital yaitu MyPertamina, merupakan bagian dari fokus bisnis perusahaan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kesetiaan pengemudi ojek online dalam menggunakan produk Pertamina serta upaya…
Penulis: admin_indonesiadiscover
Proyeksi Pertumbuhan yang Menjanjikan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30% pada tahun 2026. Proyeksi ini merupakan kelanjutan dari tren peningkatan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan ini bergerak dalam bidang penjualan GPS pelacak kendaraan dengan merek Fox Logger. IOTF menyediakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) untuk produk Internet of Things (IoT) transportasi darat berupa GPS tracker. Fokus pada Profitabilitas dan Fundamental Chief Executive Officer Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah, menjelaskan bahwa perusahaan melakukan pendekatan yang berfokus pada profitabilitas dan fundamental. Dengan demikian, IOTF berada pada posisi yang lebih resilien untuk menangkap…
Tantangan dan Optimisme dalam Prospek Ekonomi Indonesia Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam perekonomiannya pada tahun 2026. Beberapa faktor utama yang menjadi perhatian adalah pelebaran defisit anggaran, melemahnya nilai tukar rupiah, serta kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang belum menunjukkan kekuatan signifikan. Ketiga hal ini berpotensi menghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Di sisi lain, dominasi China dalam rantai pasok atau supply chain mulai melemah. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam perdagangan global. Namun, impor bahan baku masih mengalami penurunan, sementara tren indeks manufaktur tetap berada di level ekspansi. Selain itu, lonjakan inflasi juga menjadi…
Inflasi Tahunan di Riau Mencapai 4,43% pada Januari 2026 Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 4,43%. Angka ini tercatat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di level 111,70. Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Riau, Fitri Hariyanti, menjelaskan bahwa inflasi yoy tertinggi terjadi di Tembilahan dengan angka sebesar 6,38%, sementara IHK di kota tersebut mencapai 112,18. Di sisi lain, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kampar sebesar 3,70% dengan IHK sebesar 112,54. Inflasi tahunan di Riau secara umum dipicu oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi…
Membangun Kepercayaan dalam Investasi Emas Digital Dunia investasi semakin berkembang saat ini, terutama pada instrumen emas yang harganya semakin meroket dan mencuri perhatian masyarakat. Tidak hanya emas dalam bentuk fisik, kini emas dalam bentuk digital juga menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang menginginkan kemudahan akses hanya dalam satu genggaman. Namun, dinamika pasar global baru-baru ini dikejutkan dengan kasus penutupan platform investasi emas di salah satu negara Asia. Kerugian investasi diperkirakan mencapai Rp 30 triliun, dengan nasabah terdampak sekitar 150.000 orang. Hal ini mengingatkan kembali pada satu prinsip dasar dalam keuangan: kepercayaan dibangun di atas legalitas dan bukti nyata. Kemudahan dalam…
Indonesia sedang menghadapi situasi yang cukup menantang dalam pasar saham. Pada hari Senin (2/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 4,88% atau 406,88 poin ke posisi 7.922,73. Pergerakan IHSG berada di kisaran antara 7.820,23 hingga 8.313,06. Dalam seminggu terakhir, IHSG mengalami penurunan sebesar 11,73%, yang dipengaruhi oleh sentimen negatif dari keputusan MSCI menerapkan interim freeze atau pembekuan saham-saham Indonesia dari rebalancing. Hal ini dilakukan sebagai hasil dari konsultasi terkait dengan free float dan keterbukaan data investor saham Indonesia. MSCI juga memberikan ultimatum bahwa jika tidak ada kejelasan terkait aturan yang sesuai dengan ketentuan penyedia indeks global tersebut, status pasar…





