Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2026 Resmi Dilepas
Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada ASEAN Para Games 2026 Thailand resmi dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (10/1). Ajang ini menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kembali dominasinya dalam olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara.
ASEAN Para Games edisi ke-13 yang akan berlangsung pada 20–26 Januari 2026 ini menghadirkan 290 atlet Indonesia yang akan bertanding di 18 cabang olahraga (cabor). Selain itu, para atlet juga didukung oleh 106 pelatih, 55 ofisial, serta 16 manajer.
Dari total jumlah atlet yang dikirim, terdapat 15 atlet asal Sumatera Utara yang tergabung dalam kontingen Indonesia. Namun, jumlah tersebut sejatinya mengalami pengurangan. Pada awal pemusatan latihan nasional (Pelatnas) NPC Indonesia, Sumatera Utara mengirimkan 17 atlet. Pengurangan ini terjadi akibat keputusan tuan rumah Thailand yang memangkas jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.
Salah satu dampaknya adalah tidak dipertandingkannya cabang voli duduk putri, sehingga dua atlet Sumatera Utara, Ratifah dan Mita, harus mengubur impian untuk tampil di ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Daftar Atlet Sumatera Utara yang Berpartisipasi
Dengan demikian, Sumatera Utara kini menyisakan 15 atlet yang akan memperkuat Indonesia di ASEAN Para Games 2026. Mereka berasal dari lima cabang olahraga, yakni para atletik, catur, judo, angkat berat, dan bowling.
Untuk cabang para atletik, Sumut diwakili oleh Nurferi Pradana (T47), Reza Surya Amri (T47), Riyadi Saputra (F55), Reza Permana (F44), dan Salman (T54). Cabang catur diperkuat Boy Parta, Azhar Penjaitan, Wilma Sinaga, Chairunisa, dan Putri Aisyah. Sementara cabang judo diwakili Sahrul, Juanda, dan Marialam. Dari cabang angkat berat terdapat Nurtani Purba, sedangkan cabang bowling diperkuat oleh Paldin.
Penjelasan Ketua NPC Sumatera Utara
Ketua NPC Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting, yang juga bertugas sebagai pelatih Pelatnas Indonesia untuk cabang para atletik, menjelaskan bahwa keputusan pengurangan cabang tersebut terjadi pada saat-saat terakhir menjelang keberangkatan kontingen. Awalnya Sumut mengirim 17 atlet. Namun pada menit-menit terakhir, ada cabang yang tidak dipertandingkan, yakni voli duduk putri. Thailand tidak membuka nomor tersebut karena satu negara, Kamboja, mundur sehingga jumlah peserta tidak memenuhi syarat.
Alan mengakui keputusan tersebut meninggalkan rasa kecewa, mengingat voli duduk merupakan salah satu cabang andalan Indonesia dalam perburuan medali emas. Terlebih, dua atlet Sumatera Utara yang batal berangkat merupakan bagian dari tim inti nasional.
“Voli duduk ini sebenarnya peluang besar untuk medali emas. Dua atlet kita juga andalan tim inti. Tentu kami merasa sedih, tapi mau tidak mau harus berbesar hati dan mengikuti keputusan tuan rumah,” ujarnya.
Optimisme dan Persiapan Akhir
Meski demikian, Alan menegaskan bahwa semangat para atlet Sumatera Utara tidak surut. Dari 15 atlet yang tersisa, NPC Sumut tetap optimistis mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kontingen Indonesia. “Kemarin kita menargetkan 16 medali emas. Dengan berkurangnya dua atlet di satu cabang, kita tetap berusaha mendekati target tersebut. Atlet-atlet kita sangat bersemangat untuk bertarung dan berjuang di Thailand,” tegas Alan.
Ia juga berpesan agar seluruh atlet menjaga kondisi fisik dan mental menjelang keberangkatan. Menurutnya, persiapan akhir dan kesehatan menjadi kunci utama agar atlet bisa tampil maksimal di arena pertandingan.



