Hasil Berkebalikan dalam Pertandingan Piala FA 2025/2026
Pada ronde ketiga Piala FA musim 2025/2026, Minggu (11/1/2026) malam WIB, Arsenal dan Manchester United mengalami hasil yang sangat berbeda. Sementara Arsenal berhasil melaju dengan mulus, Manchester United justru tersingkir secara tragis.
Arsenal mampu memperlihatkan performa yang luar biasa setelah menang telak atas Portsmouth dengan skor 1-4 di kandang lawan. Kemenangan ini membawa mereka ke babak selanjutnya, sementara Manchester United harus pulang dengan tangan kosong setelah kalah dari Brighton di depan publik Old Trafford.
Perbedaan hasil ini memberikan dampak besar pada nasib kedua tim. Arsenal kini berhak menyusul Manchester City, Chelsea, dan Aston Villa yang sudah lebih dulu lolos ke ronde keempat. Sementara itu, Manchester United mengikuti jejak Tottenham Hotspur hingga Crystal Palace sebagai juara bertahan yang juga gagal di ronde ketiga.
Bola Mati Arsenal Menghancurkan Portsmouth
Arsenal, yang berstatus sebagai tim tamu, berhasil menghancurkan Portsmouth di Fratton Park tadi malam. Meskipun sempat kebobolan terlebih dahulu oleh gol kilat Colby Bishop di menit ketiga, tim Meriam London langsung bangkit dan mencetak empat gol beruntun ke gawang tuan rumah.
Sebelum jeda turun minum di babak pertama, Arsenal mencetak dua gol terlebih dahulu, yang membalikkan skor menjadi 1-2. Gol bunuh diri Andre Dozzell (5′) dan Gabriel Martinelli (25′) menjadi momen penting dalam perubahan situasi. Lalu, dua gol lain dicetak Arsenal di babak kedua, yang diborong oleh Martinelli di menit 51 dan 72.
Bagi Martinelli, tiga gol yang ia ciptakan dalam laga ini membuatnya mengukir sejarah di Arsenal. Setelah tampil 249 kali bersama klub, Martinelli untuk pertama kalinya bisa mencatatkan hattrick.

Skema Set Piece Membuat Arsenal Layak Disebut Set Piece FC
Meski Martinelli menjadi sorotan utama, yang menjadi fokus utama dalam kemenangan Arsenal atas Portsmouth adalah cara mereka mencetak gol. Dari total empat gol yang dicetak oleh Arsenal ke gawang Portsmouth, hampir semua berasal dari skema set piece.
Tiga gol dihasilkan Arsenal lewat skema tendangan sudut, sementara satu gol lainnya dicetak lewat free kick kilat. Untuk tiga gol yang dihasilkan Arsenal melalui sepak pojok, masing-masing mencatatkan gol pertama, kedua, dan keempat. Sementara, gol ketiga Arsenal dalam laga ini berasal dari free kick kilat yang diambil oleh Myles Lewis-Skelly.
Kelihaian Arsenal dalam membobol gawang lawan lewat bola mati ini membuat mereka layak disebut sebagai Set Piece FC. Pada musim ini, Arsenal setidaknya sudah mencetak lebih dari 20 gol melalui skema bola mati di semua kompetisi. Angka ini mempertegas status Arsenal sebagai Set Piece FC dalam mengarungi kompetisi musim ini.
Hattrick Martinelli ini akhirnya membuat Arsenal kembali lolos ke ronde keempat Piala FA. Momentum crash beruntun yang dialami Arsenal lantaran keok di ronde ketiga musim 2023/2024 dan 2024/2025 pun terhenti pada musim 2025/2026.

Manchester United Tersingkir Tragis di Old Trafford
Sementara Arsenal melaju dengan mulus, Manchester United justru mengalami kekalahan memalukan di kandang sendiri. Bertanding melawan Brighton di depan publik Old Trafford, Manchester United kalah dengan skor 1-2.
Meski bermain sebagai tuan rumah, Manchester United bahkan harus tertinggal dua gol terlebih dahulu. Gol Brajan Gruda (12′) dan Danny Welbeck (65′) membuat publik Old Trafford seketika terdiam. Momentum sebenarnya sempat dimiliki Manchester United untuk menyamakan skor di akhir laga. Gol pemerkecil kedudukan yang dicetak Benjamin Sesko (85′), sempat menyalakan harapan Setan Merah.
Namun, kartu kuning kedua yang didapatkan Shea Lacey akibat kecerobohannya di lapangan, membuat momentum Setan Merah seketika hilang. Akhirnya, Manchester United harus menerima kekalahan memalukan dengan skor 1-2 melawan Brighton.
Kekalahan ini membuat Manchester United tersingkir di ronde ketiga Piala FA. Sebagai akibatnya, mereka hanya menyisakan satu kompetisi saja, yaitu Liga Inggris. Sebelumnya, Manchester United juga sudah tersingkir tragis di ronde kedua Piala Carabao, melawan Grimbsy Town.
Keok di ronde awal dua turnamen domestik jelas menjadi pukulan telak bagi Setan Merah yang tidak bermain di kompetisi Eropa musim ini. Kini, Manchester United harus berjuang mati-matian agar bisa menyelesaikan kompetisi Liga Inggris musim ini di posisi zona Liga Champions.



