Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas Selama Nataru 2025
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, tercatat penurunan yang signifikan dalam angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Berdasarkan evaluasi Operasi Lilin 2025, jumlah kecelakaan berhasil ditekan hingga lebih dari 7 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan dalam kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara serta efektivitas pengawasan pihak berwajib.
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa data menunjukkan tren positif pada pergantian tahun ini. Pada 2024, jumlah kecelakaan mencapai ribuan kasus, namun pada awal 2025 angka tersebut mengalami penurunan. Dalam operasi tersebut, tercatat sebanyak 3.183 kejadian kecelakaan, turun sebanyak 247 kejadian atau sekitar 7,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain penurunan jumlah kecelakaan, angka korban meninggal dunia juga mengalami penurunan yang cukup drastis. Pada 2024, jumlah korban jiwa tercatat sebanyak 553 orang, sementara pada 2025 angka tersebut turun menjadi 403 korban. Penurunan ini mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara serta efektivitas tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Mobilitas Masyarakat yang Tinggi
Meskipun jumlah kecelakaan menurun, mobilitas masyarakat selama Nataru tercatat meningkat cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari volume kendaraan yang melintasi empat gerbang tol utama, yaitu Cikampek Utama, Kalihuripan Utama, Ciawi, dan Cikupa. Peningkatan volume kendaraan ini terjadi baik untuk arah keluar maupun masuk Jakarta jika dibandingkan dengan Lalu Lintas Rata-Rata Harian (LHR) normal.
Menurut Agus, kenaikan arus keluar Jakarta mencerminkan meningkatnya pergerakan masyarakat untuk berlibur ke luar wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif dalam merayakan liburan, meskipun tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Arus Balik Terpantau Terkendali
Pihak kepolisian berhasil menjaga kelancaran arus balik meskipun arus keluar Jakarta mengalami lonjakan. Strategi pengaturan lalu lintas di lapangan dinilai efektif dalam mencegah penumpukan kendaraan yang ekstrem di satu titik waktu.
Arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun, menandakan bahwa arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata. Hal ini membuktikan bahwa tindakan pencegahan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh pihak kepolisian sangat efektif dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Keseluruhan Pelaksanaan Operasi Lilin 2025
Secara keseluruhan, pelaksanaan Operasi Lilin 2025 yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dinyatakan berjalan aman dan kondusif. Penurunan angka kecelakaan dan korban jiwa serta pengendalian arus lalu lintas menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwenang telah memberikan dampak positif.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada keberhasilan ini antara lain peningkatan kesadaran masyarakat, penerapan aturan lalu lintas yang ketat, serta koordinasi yang baik antara pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya. Dengan demikian, Nataru 2025 dapat dirayakan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat.



